Turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) 2025 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Medan, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Cadika, Medan Johor, resmi berakhir. Acara yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 21 tim sepak bola pelajar dari 21 kecamatan di Medan.
Upacara penutupan GSI berlangsung meriah, dengan partai final yang mempertemukan Kecamatan Medan Kota berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim sepak bola Kecamatan Medan Maimun dengan skor akhir 1-0.
Pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas ini dihadiri oleh Wali Kota Medan, didampingi oleh pejabat seperti Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Sebagai bentuk apresiasi kepada tim sepak bola pelajar SMP Kecamatan Medan Kota yang berhasil menjuarai GSI 2025, Wali Kota memberikan Piala Wali Kota Medan dan beasiswa pelatihan senilai 10 juta rupiah.
Tim peringkat kedua, Kecamatan Medan Maimun, menerima piala dan 8 juta rupiah, sementara peringkat ketiga, Kecamatan Medan Selayang, meraih piala dan 6 juta rupiah. Peringkat keempat, Kecamatan Medan Labuhan, mendapatkan piala dan 4 juta rupiah.
Selain itu, perlengkapan olahraga dibagikan kepada tiga siswa, dan penghargaan diberikan kepada pencetak gol terbanyak, Affandi dan M Fikri, masing-masing dengan 5 gol. Penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Adlyano Alfarizi, dan penghargaan Tim Favorit diberikan kepada Kecamatan Medan Barat.
“Hari ini adalah puncak dari GSI 2025, di mana kita menyaksikan pertandingan final antara Medan Kota dan Medan Maimun,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan sangat baik. Tingkat keterampilan, kerja sama tim, dan sportivitas yang ditunjukkan melebihi ekspektasi untuk siswa SMP—hampir seperti profesional,” tambahnya, memuji kedua tim.
Wali Kota menekankan bahwa GSI berfungsi sebagai motivasi tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi Pemerintah Kota Medan.
“Kami melihat potensi luar biasa pada pemuda Medan. Ini harus dibina, memastikan masa depan mereka di sekolah dan pelatihan didukung,” jelasnya.
Beliau juga mengingatkan penyelenggara bahwa pemain terbaik tidak selalu berasal dari dua tim utama, mendorong untuk memperhatikan 21 tim yang berpartisipasi. “Mungkin ada pemain luar biasa di antara mereka yang layak mendapatkan pengakuan,” katanya.
Untuk para juara GSI 2025, Wali Kota mengucapkan selamat atas pencapaian mereka, tetapi mengingatkan bahwa kemenangan atau kekalahan bukanlah akhir. “Yang terpenting adalah semangat, sportivitas, dan persaudaraan yang dipelajari di sini. Menang dan kalah adalah bagian dari perjalanan—teruslah berbenah untuk kesuksesan di masa depan,” tegasnya.
Beliau juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan yang telah menyelenggarakan GSI dan menyatakan harapannya agar acara ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Terima kasih juga kepada para guru dan orang tua siswa yang berpartisipasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa GSI adalah acara tahunan dengan kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi dan nasional.
“Kami berharap peserta GSI dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Kami juga berkomitmen untuk mencari bakat dan pemain sepak bola berprestasi tinggi,” ujarnya.
Lapangan Sepak Bola Cadika
*(Catatan: Jika Anda dapat memberikan lebih banyak konteks tentang lokasi atau latar belakang lapangan, saya dapat menyesuaikan ringkasan ini.)*
Piala Wali Kota Medan
Kecamatan Medan Kota
Kecamatan Medan Maimun
Kecamatan Medan Selayang
Kecamatan Medan Labuhan
Kecamatan Medan Barat
GSI 2025
(Catatan: Konteks dalam artikel ini secara jelas mengidentifikasi GSI 2025 sebagai turnamen sepak bola siswa di Medan.)