Tampak dekat tangan seseorang memegang ponsel. Pecahan kaca di jalan

Medan

Dua sepeda motor patroli Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara diduga menabrak seorang wanita lanjut usia bernama Rodiah (70) di depan Sekolah Parulian, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Wanita tersebut mengalami luka-luka dalam insiden itu.

Belakangan, polisi menyatakan bahwa petugas tidak menabrak wanita itu, melainkan hanya menyenggolnya. Lalu, bagaimana sebenarnya kejadian tersebut? Berikut penjelasannya:

Seorang warga setempat bernama Budiman Hutagaol mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi. Awalnya, wanita lanjut usia itu hendak menyeberang jalan. Saat itu, petugas patroli datang dari arah flyover Amplas. Kedua petugas tersebut berboncengan.

“Mereka mengendarai motor dengan ugal-ugalan dari Amplas—satu melihat ke kanan, satu ke kiri. Saat berbelok, mereka menabrak wanita tua itu, dan motor yang lain juga ikut jatuh. Kedua motor tergeletak di jalan. Yang menabrak adalah petugas patroli jalan raya,” kata Budiman.

Ia menyebutkan bahwa kedua petugas tidak sedang mengawal siapa pun dan tidak menyalakan sirene. Budiman menegaskan bahwa para petugas saling mendahului sebelum menabrak wanita itu.

“Mereka berkendara ugal-ugalan, saling mendahului. Tidak ada sirene—kalau sirene dinyalakan, wanita itu tidak akan menyeberang. Mereka tidak mengawal siapa pun; petugas hanya berkendara seenaknya, seolah-olah mereka pemilik jalan. Itu benar-benar tidak bertanggung jawab,” katanya.

Klarifikasi Polda Sumatera Utara

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menyatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Kedua petugas patroli yang terlibat adalah Bripda RS dan Bripda AD.

“Benar bahwa pada Kamis, 17 Juli 2025, sekitar pukul 10.15 WIB, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua petugas patroli kami dan seorang wanita lanjut usia dengan inisial R di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra Medika,” kata Ferry.

Ia menjelaskan bahwa wanita itu awalnya menuju ke Rumah Sakit Mitra Medika. Ia sedang menyeberang jalan dari Sekolah Parulian menuju rumah sakit.

Setelah sampai di separator jalur di tengah jalan, ia berubah pikiran untuk pergi ke rumah sakit dan memutuskan kembali ke titik awalnya di depan Sekolah Parulian.

Saat kejadian, kedua petugas berada di belakang sebuah truk yang melintas. Ferry menyatakan bahwa Bripda RS yang berada di depan tidak melihat korban karena pohon yang menghalangi pandangan di tengah jalan.

“Berdasarkan pengamatan, setelah truk lewat, wanita itu mencoba menyeberang. Ia berada di balik pohon, sehingga petugas kami tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba, ia berlari keluar dari balik pohon setelah truk lewat. Petugas kami yang berpatroli di belakang truk terpaksa membelokkan motor ke kanan,” jelas Ferry.

Ferry menyebutkan bahwa dalam insiden tersebut, wanita itu tersenggol bagian belakang motor patroli. Akibatnya, ia mengalami luka di kepala dan kaki.

Pejabat polisi itu membantah bahwa kedua petugas menabrak wanita tersebut, dan menyatakan bahwa mereka hanya menyenggolnya.

“Wanita itu tersenggol kotak bagian belakang motor, jadi bukan tabrakan langsung—hanya senggolan. Namun, karena Bripda RS membelok ke kanan untuk menghindarinya, ia tersenggol kotak belakang motor patrolinya. Petugas patroli lainnya, Bripda AD, membelok ke kiri untuk menghindari menabraknya,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kedua petugas melaju dengan kecepatan 40-60 km/jam. Meski demikian, polisi akan menyelidiki apakah ada kelalaian dari petugas dalam insiden tersebut.

Polda Sumatera Utara meminta maaf atas kejadian ini. Ferry menyatakan bahwa mereka juga akan menanggung biaya perawatan medis korban.

Petugas Patroli dalam Proses Pemeriksaan

Kabag Subbagian Informasi Publik Polda Sumatera Utara, AKBP Siti Rohani Tampubolon, mengatakan bahwa Divisi Propam sedang menyelidiki insiden tersebut. Kedua petugas yang terlibat juga sedang diperiksa.

“Hingga saat ini, Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sekolah Parulian

Sekolah Parulian adalah lembaga pendidikan ternama di Medan, Indonesia, yang didirikan pada tahun 1951 oleh Gereja Kristen Protestan Batak (HKBP). Sekolah ini memiliki reputasi kuat dalam keunggulan akademik dan pembentukan nilai-nilai berdasarkan prinsip Kristen, serta telah memainkan peran penting dalam mendidik generasi pelajar di Sumatera Utara. Selama bertahun-tahun, sekolah ini telah memperluas jenjang pendidikannya, dari SD hingga SMA.

Jalan Sisingamangaraja

Jalan Sisingamangaraja adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai untuk menghormati Sisingamangaraja XII, pahlawan nasional dan raja Batak yang memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Jalan ini dikenal dengan aktivitas komersialnya yang ramai, dengan toko-toko, perkantoran, dan titik landmark seperti Hotel Indonesia yang ikonik. Jalan ini memberikan penghormatan kepada warisan Indonesia dan perjuangan kemerdekaan.

Flyover Amplas

Flyover Amplas adalah infrastruktur transportasi penting yang terletak di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Dibangun untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota, terutama di kawasan Amplas yang berfungsi sebagai pintu gerbang menuju Medan dari arah selatan. Flyover ini telah meningkatkan konektivitas secara signifikan dan mengurangi waktu perjalanan bagi pengguna serta angkutan barang di wilayah tersebut.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara adalah unit yang bertugas mengelola dan mengatur lalu lintas di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Dibentuk untuk menjamin keselamatan jalan dan ketertiban, unit ini mengawasi kepatuhan terhadap peraturan, pencegahan kecelakaan, dan kampanye kesadaran berlalu lintas. Unit ini beroperasi di bawah kerangka Kepolisian Negara Republik Indonesia, beradaptasi dengan kebutuhan transportasi di wilayah tersebut.

Rumah Sakit Mitra Medika

Rumah Sakit Mitra Medika adalah fasilitas kesehatan swasta di Indonesia, yang dikenal menawarkan layanan medis komprehensif. Didirikan untuk memenuhi permintaan layanan kesehatan yang terus meningkat, rumah sakit ini dilengkapi peralatan modern dan berbagai spesialisasi, mencerminkan upaya Indonesia dalam meningkatkan infrastruktur medis swasta. Meskipun detail sejarahnya terbatas, rumah sakit ini merupakan bagian dari jaringan rumah sakit yang berkontribusi pada sektor medis negara.

Polda Sumatera Utara

Polda Sumatera Utara (Kepolisian Daerah Sumatera Utara) adalah lembaga yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi tersebut. Dibentuk sebagai bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Polda Sumut memainkan peran kunci dalam pencegahan kejahatan, keamanan publik, dan pemberantasan terorisme. Sejarahnya terkait dengan reformasi kepolisian pasca-kemerdekaan, yang terus berkembang untuk mengatasi tantangan lokal seperti keragaman etnis dan ancaman regional.

Divisi Propam

Divisi Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan) adalah unit khusus yang menyelidiki pelanggaran, korupsi, dan pelanggaran protokol oleh anggota kepolisian. Muncul pada abad ke-20 untuk menjamin akuntabilitas, divisi ini beroperasi secara independen untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas kepolisian. Tugasnya meliputi peninjauan pengaduan, audit internal, dan merekomendasikan sanksi bila diperlukan.

Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes

Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes adalah divisi khusus yang menyelidiki kecelakaan lalu lintas, menegakkan hukum lalu lintas, dan meningkatkan keselamatan jalan. Dibentuk untuk mengelola peningkatan lalu lintas dan mengurangi kecelakaan, unit ini menganalisis data, menentukan tanggung jawab, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Seiring waktu, unit ini telah mengadopsi teknologi canggih, seperti kamera dan sistem digital, untuk mengoptimalkan penyelidikan mereka.