Menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Bank Sumut kembali menggelar turnamen olahraga sebagai ajang silaturahmi bertajuk “Auditor Hebat, Auditor Sehat” di Medan, 6-8 Agustus 2025. Sebanyak 18 instansi pengawasan dari berbagai sektor turut berpartisipasi.
Bank Sumut bertindak sebagai tuan rumah dan penggagas acara yang menampilkan dua cabang utama—tenis meja dan sepak bola mini—sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, dan membangun kolaborasi antarinstitusi.
Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Suwandi, menyatakan Auditors Cup 2025 telah memasuki tahun kedua, dengan Bank Sumut konsisten memberikan dukungan penuh sejak awal. Tahun ini, pertandingan tenis meja digelar di lantai 10 Gedung Bank Sumut Jalan Imam Bonjol, sementara laga sepak bola mini diadakan di Lapangan Sepak Bola Mini Medan Jalan Ngumban Surbakti.
“Kami bangga dapat menjadi tuan rumah acara ini lagi. Ini mencerminkan komitmen Bank Sumut dalam mendukung kolaborasi lintas instansi, tidak hanya di perbankan tetapi juga dalam membangun jaringan profesional yang sehat dan produktif,” ujar Suwandi.
Suwandi merinci, 16 tim dari berbagai instansi mengikuti kategori tenis meja, dengan setiap tim beranggotakan maksimal 18 orang, termasuk pemain cadangan dan ofisial. Kategori sepak bola mini juga diikuti 16 tim yang mewakili instansi yang sama.
Turnamen Auditors Cup 2025 dibuka oleh Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, dan dihadiri sejumlah tokoh kunci, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Divisi Propam Polda Sumut, serta Komisaris Independen Bank Sumut Erlina.
Dalam sambutannya, Paula Henry Simatupang mengapresiasi dukungan penuh Bank Sumut dalam memfasilitasi acara dan berharap turnamen ini menjadi tradisi tahunan yang semakin mempererat hubungan antar auditor di Sumatera Utara.
“Turnamen ini bukan sekadar untuk menang, tetapi juga membangun kekompakan, meningkatkan kerja sama tim, dan menumbuhkan semangat kolaborasi antar auditor,” ujarnya.
Pada penutupan cabang tenis meja, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara keluar sebagai juara, meraih posisi pertama. Mereka disusul oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara di posisi kedua, BPK RI Perwakilan Sumatera Utara di posisi ketiga, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara di posisi keempat.
Instansi yang berpartisipasi meliputi BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Kantor Pajak, Kejaksaan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara, serta inspektorat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Sumatera Utara.
Gedung Bank Sumut
Gedung Bank Sumut adalah landmark keuangan dan arsitektur terkemuka di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Didirikan pada 1961, Bank Sumut (Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara) berperan sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Gedung ini mencerminkan desain modernis dan melambangkan kemajuan ekonomi Sumatera Utara.
Jalan Imam Bonjol
Jalan Imam Bonjol adalah jalan utama di beberapa kota di Indonesia, dinamai dari Tuanku Imam Bonjol, pahlawan nasional yang memimpin Perang Padri (1803–1837) melawan pemerintahan kolonial Belanda di Sumatra Barat. Jalan ini biasanya dipadati toko, perkantoran, dan landmark budaya, mencerminkan perpaduan signifikansi sejarah dan kehidupan urban modern Indonesia. Jalan ini berfungsi sebagai rute transportasi praktis sekaligus penghormatan terhadap perjuangan anti-kolonial negara.
Lapangan Sepak Bola Mini Medan
Lapangan Sepak Bola Mini Medan adalah fasilitas olahraga skala kecil di Medan, Indonesia, yang dirancang untuk penggemar sepak bola lokal, khususnya pemain muda dan amatir. Meski sejarah pastinya tidak banyak terdokumentasi, lapangan semacam ini umum ditemui di kota-kota Indonesia, menyediakan ruang aksesibel untuk rekreasi komunitas dan mendukung perkembangan sepak bola akar rumput. Lapangan ini sering menjadi pusat pertandingan informal dan aktivitas olahraga lingkungan.
Jalan Ngumban Surbakti
Jalan Ngumban Surbakti adalah jalan penting di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia, yang dinamai dari seorang pahlawan atau pemimpin lokal suku Karo. Jalan ini berfungsi sebagai rute penting di wilayah tersebut, merefleksikan warisan budaya dan sejarah daerah. Jalan ini menghormati kontribusi Ngumban Surbakti bagi masyarakat, meski detail historis spesifik tentang tokoh ini dapat bervariasi dalam tradisi lisan setempat.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
**Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)** RI adalah lembaga tinggi negara tertinggi di Indonesia yang bertanggung jawab mengaudit pengelolaan keuangan negara. Didirikan pada 1947, BPK beroperasi secara independen berdasarkan UUD 1945 untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengeluaran pemerintah. Berdasarkan model *Algemene Rekenkamer* Belanda, BPK memainkan peran krusial dalam tata kelola Indonesia dengan mengaudit anggaran pusat dan daerah serta melaporkan temuan kepada lembaga legislatif.
Bank Indonesia
Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, didirikan pada 1953 setelah kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda. Bank ini memainkan peran kunci dalam mengelola kebijakan moneter, peredaran uang, dan stabilitas sistem keuangan. Sejarah bank ini dapat ditelusuri ke era kolonial Belanda, dengan pendahulunya, *De Javasche Bank*, yang didirikan pada 1828. Saat ini, warisannya dilestarikan di Museum Bank Indonesia, yang menempati bekas kantor pusatnya di Jakarta.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
**Otoritas Jasa Keuangan (OJK)** adalah badan pengawas sektor jasa keuangan Indonesia yang mengatur industri perbankan, pasar modal, dan keuangan non-bank. Didirikan pada 2011, OJK mengambil alih peran BAPEPAM-LK dan Bank Indonesia dalam mengatur dan mengawasi jasa keuangan untuk memastikan stabilitas dan perlindungan konsumen. OJK memainkan peran penting dalam menjaga transparansi dan menumbuhkan kepercayaan pada sektor keuangan Indonesia.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) adalah lembaga kepolisian provinsi yang bertanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan di Sumatera Utara, Indonesia. Didirikan sebagai bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Polda Sumut memainkan peran kunci dalam keamanan regional, pencegahan kejahatan, dan policing komunitas. Sejarahnya terkait dengan reformasi kepolisian pascakemerdekaan Indonesia, berevolusi untuk menangani tantangan lokal seperti terorisme, kejahatan terorganisir, dan penegakan hukum lalu lintas di provinsi yang berpenduduk padat dan beragam ini.