El Adrian Shah kembali terpilih untuk memimpin Partai Hanura di Sumatra Utara (Sumut). Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Hanura Sumatra Utara periode 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, pada Minggu (20/7/2025). Dalam musda ini, El Adrian menjadi calon tunggal.

Musda IV DPD Hanura Sumatra Utara dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Patrice Rio Capella; Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Alam, Agraria, dan Lingkungan Hidup, Lili Pintauli Siregar; Sekretaris Jenderal Bidang Ideologi dan Politik, Ratna Ester Limbantobing; Koordinator Wilayah I untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Dasril; serta Ketua DPP Lasmura, Heru Mergi Pangestu.

Turut hadir pengurus DPD Sumatra Utara, termasuk Sekretaris Riri Stephanie Siregar dan Bendahara Syaiful Amri. Selain itu, hadir Ketua Panitia Musda IV, Mahmudin Hamzah Sinaga; Bendahara Panitia, Nevrada Ginting; dan Ketua Hanura Lasmura Sumatra Utara, Aldi Syahputra Siregar. Juga hadir anggota DPRD Sumatra Utara, dewan kabupaten/kota, serta pimpinan cabang Partai Hanura se-Sumatra Utara.

Dalam sambutannya, Rio Capella menyatakan bahwa musda di partai politik, khususnya di Hanura, bukan sekadar untuk memilih pemimpin baru atau mengadakan acara seremonial setiap lima tahun. Melainkan, ini adalah titik awal bagi langkah-langkah strategis yang harus diambil partai.

Salah satu tujuannya adalah mempersiapkan diri untuk pemilu mendatang dan melangkah menuju Senayan pada 2029.

“Musda IV DPD Hanura Sumatra Utara harus menjadi titik awal untuk menentukan strategi Pemilu 2029 dan mengamankan kursi legislatif sebanyak mungkin di DPR tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat,” kata Rio Capella.

Rio menjelaskan bahwa musda Hanura juga bertujuan untuk mengusung visi ‘Indonesia sejahtera dengan daerah yang berkembang’.

Seluruh kader Hanura di tanah air harus memperjuangkan visi ini agar tidak ada lagi daerah terpencil yang terkategorikan miskin dan tertinggal akibat kurangnya perhatian pemerintah serta fasilitas pembangunan.

Rio mengakui bahwa Hanura Sumatra Utara berbeda dengan daerah lain. Semangat juang tampak jelas mulai dari suasana penyambutan hingga jalannya musda.

“Suasana ini tidak bisa direkayasa atau diciptakan secara spontan. Saya yakin El Adrian Shah memiliki kader dan pendukung yang semangat juangnya tidak diragukan. DPP percaya bahwa El dan timnya mampu menjadikan Hanura Sumatra Utara sebagai lumbung kursi legislatif di DPR kabupaten/kota, provinsi, dan pusat pada Pemilu 2029,” tegasnya.

El Adrian, Ketua DPD Hanura Sumatra Utara terpilih untuk 2025-2030, menyatakan bahwa ia selalu bersikap terbuka terhadap semua pimpinan cabang. Komunikasi langsung terus terjaga hingga akhir periode sebelumnya.

“Saya berharap persatuan ini tetap terjaga, karena ini akan menjadi ‘modal’ kami untuk berjuang pada Pemilu 2029. Kejujuran adalah landasan penting dalam semangat kami untuk memperkuat Hanura di Sumatra Utara. Saya juga memahami bahwa saya tidak bisa bekerja sendiri, karena cabang adalah garda terdepan kesuksesan Hanura pada Pemilu 2029,” jelasnya.

El Adrian Shah menekankan bahwa ia akan fokus memperkuat cabang-cabang Hanura di seluruh Sumatra Utara. Perhatian sebagai Ketua DPD sangat vital bagi tingkat bawah.

“Tanpa perhatian, dukungan, dan kerja sama yang baik, Hanura di Sumatra Utara tidak bisa bekerja optimal maupun menambah kursi legislatif pada Pemilu 2029,” ujar El.

El Adrian menyebutkan bahwa sejak terpilih dalam musyawarah luar biasa Hanura Sumatra Utara beberapa tahun lalu, ia terus bekerja memperkuat basis partai, mengonsolidasikan seluruh cabang di kabupaten/kota untuk menyatukan barisan dan mendukung semua kader untuk Pemilu 2024.

“Saya ingat beberapa tahun lalu ketika ayah saya, Kodrat Shah, meminta saya ikut serta dalam musyawarah luar biasa Hanura Sumatra Utara. Saya terkejut karena ini

Hotel Grand Mercure

**Hotel Grand Mercure** adalah jaringan hotel internasional terkenal dari grup Accor, yang menawarkan akomodasi mewah dengan fokus memadukan budaya lokal dan kenyamanan modern. Banyak hotel Grand Mercure berlokasi di bangunan bersejarah atau signifikan secara budaya, sering kali mencerminkan warisan daerahnya. Misalnya, beberapa properti di kota seperti Hanoi atau Shanghai ditempatkan di struktur era kolonial yang direstorasi, memadukan pesona sejarah dengan kemewahan kontemporer.

Jalan Perintis Kemerdekaan

Jalan Perintis Kemerdekaan adalah jalan utama di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Makassar, yang dinamai untuk menghormati para perintis gerakan kemerdekaan Indonesia. Jalan ini melambangkan perjuangan bangsa untuk merdeka dari penjajahan Belanda dan sering memiliki monumen atau tempat bersejarah terkait era kemerdekaan. Kini, jalan ini berfungsi sebagai arteri perkotaan yang ramai, mencerminkan signifikansi sejarah dan perkembangan modern.

Medan

Medan adalah ibu kota Sumatra Utara, Indonesia, dan pusat budaya serta ekonomi yang dinamis. Didirikan pada abad ke-16, kota ini berkembang pesat selama era kolonial Belanda sebagai pusat perkebunan tembakau dan karet. Kini, Medan dikenal karena warisan budayanya yang beragam, termasuk pengaruh Melayu, Tionghoa, dan India, serta landmark seperti Masjid Raya dan Istana Maimun.

DPRD Sumatra Utara

DPRD Sumatra Utara (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) adalah lembaga legislatif provinsi Sumatra Utara, Indonesia, yang bertanggung jawab atas pemerintahan daerah, anggaran, dan perumusan kebijakan. Didirikan sebagai bagian dari reformasi desentralisasi Indonesia, lembaga ini mencerminkan struktur politik provinsi dan mewakili daerah pemilihan setempat. Lembaga ini memainkan peran kunci dalam pembangunan dan layanan publik di Sumatra Utara, wilayah yang dikenal akan keragaman budaya dan sumber daya alamnya.

Senayan

Senayan adalah kawasan terkenal di Jakarta, Indonesia, yang dikenal akan fasilitas olahraga dan hiburannya, terutama Stadion Gelora Bung Karno. Dibangun pada 1962 untuk Asian Games, kompleks stadion ini menjadi simbol modernisasi Indonesia pasca-kemerdekaan di bawah Presiden Soekarno. Kini, Senayan tetap menjadi pusat utama untuk acara besar, konser, dan kegiatan olahraga di ibu kota.

Partai Hanura

Partai Hanura (Partai Hati Nurani Rakyat) adalah partai politik Indonesia yang didirikan pada 2006 oleh Wiranto, mantan jenderal militer dan calon presiden. Didirikan sebagai partai nasionalis, partai ini mempromosikan demokrasi, keadilan sosial, dan Pancasila. Meskipun awalnya mendapat dukungan moderat, pengaruhnya telah menurun dalam pemilu terbaru.

DPD Sumatra Utara

**DPD Sumatra Utara** (Dewan Perwakilan Daerah) adalah bagian dari sistem legislatif bikameral Indonesia, mewakili provinsi Sumatra Utara di tingkat nasional. Didirikan setelah reformasi konstitusi 2004, DPD memastikan kepentingan daerah dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan nasional. Sumatra Utara, rumah bagi kelompok etnis beragam seperti Batak dan Melayu, memainkan peran kunci dalam lanskap politik dan budaya Indonesia.

DPR

**Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK atau Korea Utara)**, yang umum dikenal sebagai Korea Utara, adalah sebuah negara di Asia Timur yang didirikan pada 1948 setelah pembagian Korea setelah Perang Dunia II. Negara ini adalah negara yang sangat tersentralisasi dan otoriter yang dipimpin oleh dinasti Kim, dengan fokus pada ideologi *Juche* (kemandirian). Negara ini dikenal karena isolasi ketatnya, ekonomi yang dikendalikan negara, serta situs budaya dan bersejarah yang signifikan seperti Menara Juche di Pyongyang dan Istana Matahari Kumsusan.

Beritahu saya jika Anda menginginkan detail lebih lanjut tentang aspek spesifik apa pun!