
Medan –
Seorang nenek dengan inisial AA (70 tahun) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, diduga menjadi korban perampokan. Polisi mengatakan korban mengalami luka sayat di leher.
“Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, terdapat luka di wajah dan luka sayat di leher,” ujar Kapolsek Helvetia saat mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa luka di wajah korban kemungkinan disebabkan oleh benda tumpul. Namun, pihak berwenang masih menunggu hasil autopsi.
“(Luka di wajah) tampaknya akibat benda tumpul, tetapi kami menunggu autopsi untuk memastikannya,” jelasnya.
Menurut laporan, suami korban berada di tempat saat kejadian, tetapi ia sudah lanjut usia dan menderita demensia.
Di antara barang yang dicuri adalah perhiasan dan ponsel. Kerugian diperkirakan mencapai 100 hingga 150 juta rupiah.
“Terkonfirmasi bahwa perhiasan dan beberapa ponsel hilang. Menurut keluarga, kerugian sekitar 100-150 juta rupiah, tetapi kami masih memverifikasinya,” pungkasnya.
Sebelumnya dilaporkan bahwa nenek AA ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Jalan Balai Desa, diduga setelah terjadi perampokan. Ia ditemukan sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Anaknya melaporkan kejadian ini ke polisi.
“Kami menerima laporan dari anaknya, yang menemukan ibunya di sebuah kamar dengan luka-luka (tak bernyawa) dan tanda-tanda kekerasan,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.
Ada tanda-tanda kekerasan di tubuh, termasuk luka sayat di tenggorokan. Polisi sedang menyelidiki untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami sedang menyelidiki untuk menemukan pelaku. Untuk saat ini, kami menduga ini adalah perampokan dengan kekerasan, karena korban menunjukkan tanda-tanda penganiayaan,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa perhiasan dan uang tunai hilang. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.
“Menurut keluarga, beberapa barang hilang, tetapi kami belum bisa memastikannya. Ada perhiasan, uang tunai, dan barang-barang lainnya,” tambahnya.