Bekasi

MUI Kota Bekasi, FKUB, dan perangkat Kelurahan Cimuning telah menggelar pertemuan dengan seorang wanita berinisial PY, yang dikenal sebagai Umi Cinta. Dia menjelaskan beberapa isu negatif seputar pengajiannya. Apa saja kesimpulannya?

1. Umi Cinta Bantah ‘Bayar Satu Juta Masuk Surga’

Wanita berinisial PY, alias Umi Cinta, angkat bicara mengenai pengajiannya yang dinarasikan menjanjikan masuk surga dengan bayaran Rp 1 juta di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi. Umi Cinta membantah hal tersebut.

“Seperti yang sudah saya sampaikan ke Ketua MUI dan jajarannya, itu tidak benar (soal Rp 1 juta). Semua berita simpang siur selama ini, tentang bayar Rp 1 juta dijamin masuk surga, itu tidak benar,” kata Umi Cinta.

Umi Cinta mengaku telah bersumpah atas Al-Quran. Dia menegaskan informasi terkait ‘bayar satu juta masuk surga’ adalah hoaks.

“Saya sudah bersumpah pakai Al-Quran tadi, itu tidak benar. Semua berita yang sudah viral, bahkan sampai ke YouTube, itu tidak benar,” jelasnya.

“Yang benar tidak ada penyimpangan, tidak ada bayar 1 juta dijamin masuk surga dari saya, itu tidak benar,” tambahnya.

2. Pernyataan Umi Cinta Soal Anjing

Pengajian yang digelar Umi Cinta di Perumahan Dukuh Zamrud, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, memicu kontroversi. Warga memprotes beberapa hal terkait aktivitas di rumah Umi Cinta, termasuk keberadaan anjing.

“Saya memang punya petshop, tapi sudah lama tutup. Jadi, petshop penitipan hewan kan pasti ada, bukan cuma anjing, tapi kucing, kelinci, macam-macam,” ujar Umi Cinta.

Umi Cinta mengatakan pemiliknya menitipkan anjing tersebut karena harus pulang ke Sumatera Utara akibat ibunya meninggal. Namun, pemilik itu tak pernah kembali menjemput anjingnya.

“Nah, karena saya kan terbuka, ya kan, kita kan baik, ya kan? Baik ke manusia mungkin biasa, tapi bisakah kita baik ke orang yang tidak baik ke kita? Itu, menurut saya manusia yang luar biasa,” katanya.

“Tapi setelah itu, saya cari orang sampai ketemu orang yang benar-benar sayang sama anjing itu. Tapi sudah ketemu, sudah lama. Jadi, itu saja, sekarang sudah tidak ada,” imbuhnya.

3. Alasan Pengajian Tertutup

Umi Cinta juga menjelaskan alasan pengajiannya digelar secara tertutup, yang juga diprotes warga. Alasannya, menurut Umi Cinta, karena rumahnya ber-AC.

“Tertutup bukan berarti kegiatannya sembunyi-sembunyi, atau ajarannya sembunyi-sembunyi, tapi rumah saya tertutup karena pakai AC,” tegasnya.

Pengajian Umi Cinta di Bekasi.

4. Soal Campur Baur Laki-Laki dan Perempuan

Lebih lanjut, Umi Cinta mengungkap alasan pengajian digelar di rumahnya adalah karena permintaan jamaah. Umi Cinta menyebut ada sekat antara jamaah perempuan dan laki-laki saat pengajian.

“Ada pembatasnya. Yang belajar di rumah saya itu satu keluarga; kalau ada laki-laki itu suaminya, kalau ada perempuan itu istrinya, kalau ada remaja itu anak-anaknya,” jelasnya.

5. MUI Tegaskan Umi Cinta Tidak