BANJARMASIN – Ketua Dewan Pergerakan Advokat Indonesia (DePA-RI), Dr. TM. Luthfi Yazid, meresmikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Program PKPA ini diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh DePA-RI dan ULM. Sebanyak 25 peserta, terdiri dari akademisi dan lulusan hukum dari beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Luthfi Yazid mendorong calon advokat untuk tidak pernah berhenti belajar dan tetap termotivasi, mengingat pesatnya kemajuan hukum dan teknologi.
Ia menekankan pentingnya membaca, menulis, berdiskusi, dan mencari mentor yang berintegritas serta berwawasan luas untuk mempercepat proses pembelajaran.
Pengacara yang menangani sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi pada 2019 dan 2024 itu juga mengingatkan advokat DePA-RI untuk tidak cepat puas, tetapi terus memperluas pengetahuan dan membangun jaringan nasional maupun internasional.
Dalam wawancara dengan media, Ketua DePA-RI yang didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Sugeng Aribowo dan Bendahara Pramono Istanto mengajak advokat DePA-RI untuk terlibat dalam berbagai kegiatan bersama organisasi internasional.
Sejalan dengan itu, pada Agustus 2025, DePA-RI akan menandatangani MoU, berkolaborasi, dan melakukan kegiatan bersama Law Society of Singapore, Singapore International Arbitration Center (SIAC), dan Singapore International Mediation Center (SIMC), serta melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Indonesia di Singapura.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Hukum ULM, Dr. Sapruddin, didampingi Koordinator Pascasarjana, Dr. Ahmad Saufi, menyampaikan harapan agar kolaborasi antara DePA-RI dan FH ULM dapat berkelanjutan di luar program PKPA.
Wakil Dekan yang juga alumni Fakultas Hukum UGM itu menyambut baik ajakan Ketua DePA-RI untuk berkolaborasi, bersinergi, dan memperkuat kerja sama antara praktisi dan akademisi demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) adalah salah satu sekolah hukum tertua dan terkemuka di Kalimantan Selatan, Indonesia. Didirikan pada 1960, fakultas ini memainkan peran kunci dalam pendidikan dan penelitian hukum, mencerminkan misi ULM yang lebih luas sebagai universitas terkemuka di Kalimantan. Fakultas ini berkontribusi pada pembangunan regional dengan menghasilkan profesional hukum yang terampil dan terlibat dalam pengabdian masyarakat.
Dewan Pergerakan Advokat Indonesia (DePA-RI)
**Dewan Pergerakan Advokat Indonesia (DePA-RI)** adalah organisasi yang mewakili advokat (profesional hukum) di Indonesia, yang berdedikasi untuk menegakkan etika hukum, profesionalisme, dan keadilan. Didirikan untuk memperkuat peran advokat dalam sistem hukum negara, DePA-RI memperjuangkan reformasi hukum dan perlindungan hak-hak pengacara sambil mempromosikan proses peradilan yang adil dan transparan. Sejarahnya terkait dengan era pasca-reformasi Indonesia, mencerminkan upaya untuk meningkatkan tata kelola hukum dan kemandirian advokat.
Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi adalah badan peradilan tinggi yang memastikan undang-undang dan tindakan pemerintah sesuai dengan konstitusi suatu negara. Didirikan di banyak negara selama abad ke-20, lembaga ini sering memainkan peran kunci dalam melindungi hak-hak dasar dan menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. Misalnya, Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan, yang didirikan pada 1994, terkenal karena perannya pasca-apartheid dalam menjaga kesetaraan dan keadilan.
Law Society of Singapore
Law Society of Singapore, didirikan pada 1967, adalah badan profesional yang mewakili pengacara di Singapura. Lembaga ini memainkan peran kunci dalam menegakkan standar hukum, mempromosikan pengembangan profesional, dan mendukung akses terhadap keadilan. Law Society juga terlibat dalam pendidikan hukum publik dan berkontribusi pada reformasi hukum di Singapura.
Singapore International Arbitration Center (SIAC)
**Singapore International Arbitration Centre (SIAC)** adalah lembaga arbitrase global terkemuka yang didirikan pada 1991 untuk menyelesaikan sengketa komersial internasional. Dikenal karena efisiensi dan netralitasnya, SIAC beroperasi di bawah Arbitration Act dan telah berkembang menjadi salah satu pusat arbitrase paling diminati di Asia. Lembaga ini berlokasi di Maxwell Chambers yang bersejarah, sebuah bangunan kolonial yang dipugar di Singapura, yang memadukan layanan hukum modern dengan warisan budaya.
Singapore International Mediation Center (SIMC)
Singapore International Mediation Centre (SIMC) adalah lembaga penyelesaian sengketa terkemuka yang didirikan pada 2014 untuk menyediakan layanan mediasi bagi sengketa komersial lintas batas. Berbasis di Singapura, lembaga ini beroperasi bersama Singapore International Arbitration Centre (SIAC) dan mempromosikan mediasi sebagai alternatif yang efisien dari litigasi. SIMC memainkan peran kunci dalam reputasi Singapura sebagai pusat global untuk penyelesaian sengketa, menawarkan solusi yang netral dan dipandu oleh ahli di bawah kerangka hukum yang kuat.
Kedutaan Besar Indonesia di Singapura
Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, yang terletak di 7 Chatsworth Road, berfungsi sebagai misi diplomatik Indonesia di Singapura, memupuk hubungan bilateral sejak didirikan. Kedutaan ini memainkan peran kunci dalam mempromosikan hubungan politik, ekonomi, dan budaya antara kedua negara tetangga tersebut, yang mencerminkan koneksi historis mereka yang telah berlangsung lama sejak kerja sama perdagangan dan diplomatik pada 1960-an. Bangunannya sendiri terletak di kawasan permukiman bergengsi, melambangkan pentingnya hubungan Indonesia-Singapura.
Fakultas Hukum UGM
Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), didirikan pada 1946, adalah salah satu sekolah hukum tertua dan paling bergengsi di Indonesia. Berlokasi di Yogyakarta, fakultas ini memainkan peran kunci dalam membentuk sistem hukum negara pasca-kemerdekaan. Dikenal karena keunggulan akademisnya, fakultas ini terus menghasilkan sarjana dan praktisi hukum terkemuka di Indonesia.