Jakarta

Demonstrasi yang berubah ricuh terjadi pada akhir Agustus lalu. Polisi telah menetapkan sejumlah tersangka yang diduga melakukan tindak pidana selama aksi protes.

Tersangka tersebut diduga merusak fasilitas umum dan melawan petugas. Berikut poin-poin pentingnya.

Demonstrasi di Jakarta

Lebih dari 1.000 orang diamankan dan 38 tersangka ditetapkan terkait peristiwa anarkis tersebut.

Demonstrasi ricuh terjadi di sekitar Gedung DPR RI dan kawasan Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 25 Agustus. Sebanyak 337 pengunjuk rasa anarkis diamankan hari itu.

Tiga tersangka telah ditetapkan terkait demonstrasi ricuh tersebut. Tersangka diduga merusak kendaraan.

“Di antaranya, tiga tersangka sudah ditetapkan yang diduga merusak kendaraan bermotor. Kendaraan roda dua dibakar pada tanggal 25, dan dilakukan perusakan terhadap kendaraan roda empat, mobil viral seorang PNS yang bekerja di kementerian,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Otoritas mengamankan 765 orang selama demonstrasi ricuh di Jakarta pada 28 Agustus. Mereka diduga melakukan aksi anarkis di sekitar Gedung DPR RI dan Gelora, Tanah Abang.

“Kemudian peristiwa anarkis yang terjadi pada 28 Agustus 2025, juga di depan gedung DPR/MPR, serta di Gelora Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan di wilayah DKI lainnya, yang berubah anarkis, mengakibatkan 765 orang diamankan,” demikian penjelasannya.

Tonton video “Polisi Amankan 16 Orang dalam Kerusuhan Bandung, 2 Ditetapkan sebagai Tersangka” di sini:

Sebelas orang diamankan dalam demonstrasi ricuh lanjutan pada 29 Agustus di titik lain di DKI Jakarta.

“Kemudian tindakan anarkis juga terjadi pada 29 Agustus 2025, di wilayah DKI Jakarta lainnya, dengan 11 orang diamankan,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Aksi anarkis di wilayah Jakarta berlanjut pada 30 dan 31 Agustus. Otoritas mengamankan 205 orang, dengan 25 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka diduga merusak fasilitas umum.

“Kemudian pada tanggal 30 hingga 31 Agustus, tindakan anarkis juga terjadi di wilayah DKI Jakarta lainnya, dan kami telah mengamankan 205 orang, di antaranya 25 telah ditetapkan sebagai tersangka karena merusak fasilitas umum,” demikian penjelasannya.

Sejauh ini, 38 tersangka telah ditetapkan terkait aksi anarkis tersebut. Tersangka diduga melakukan tindak pidana termasuk merusak fasilitas umum dan melawan petugas.

“Ada 38 tersangka yang telah ditahan penyidik terkait peristiwa anarkis, perusakan fasilitas umum, perusakan kantor polisi, dan juga tindak pidana melawan petugas yang sedang menjalankan tugas.

Demonstrasi di Bekasi

Di Bekasi, demonstrasi anarkis menyasar Mapolresta Metro Bekasi Kota dan Polsek Pondok Gede. Puluhan orang yang diduga perusuh diamankan polisi.

“Sebanyak 66 orang yang diduga perusuh telah diamankan oleh Polresta Metro Bekasi Kota,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Simak juga Video ’24 Orang Ditersangkakan dalam Pembakaran Gedung DPRD Kota Kediri’:

Puluhan orang diamankan pada Sabtu (30/8) dan Minggu (30/8). Para tersangka

Jalan Asia Afrika

Jalan Asia Afrika adalah jalan raya bersejarah di Bandung, Indonesia, paling terkenal sebagai lokasi Konferensi Asia-Afrika 1955. Konferensi ini adalah pertemuan penting negara-negara Asia dan Afrika, banyak yang baru merdeka, dan mengarah pada pembentukan Gerakan Non-Blok. Nama jalan dan museum konferensi di sana memperingati momen penting dalam sejarah abad ke-20 yang mempromosikan kerja sama dan solidaritas antara kedua benua.

Senayan

Senayan adalah distrik olahraga dan hiburan utama di Jakarta, Indonesia, secara historis dinamai dari keluarga pemilik tanah Senayan. Tempat ini paling terkenal karena Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, stadion besar yang dibangun tahun 1962 untuk Asian Games. Saat ini, kawasan ini tetap menjadi pusat utama untuk acara olahraga besar, konser, dan pameran.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar Indonesia, terletak di pesisir barat laut Jawa. Secara historis dikenal sebagai Sunda Kelapa dan kemudian Batavia di bawah pemerintahan kolonial Belanda, kota ini menjadi pusat kerajaan perdagangan Hindia Belanda. Saat ini, Jakarta adalah metropolis ramai yang luas yang berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi negara.

Permata Hijau

Permata Hijau adalah kawasan permukiman prestisius di Jakarta Selatan, Indonesia, yang namanya berarti “Permata Hijau.” Kawasan ini dikembangkan pada akhir abad ke-20 dan dikenal dengan rumah-rumahnya yang luas, jalan lebar berjajar pohon, dan mal mewah, menjadikannya salah satu lingkungan paling menonjol dan makmur di kota.

Hang Lekir

Saya tidak dapat menemukan situs sejarah atau budaya terverifikasi yang secara khusus dikenal sebagai “Hang Lekir.” Kemungkinan ini merujuk pada nama tempat lokal atau situs minor yang tidak banyak didokumentasikan dalam sumber berbahasa Inggris. Untuk memberikan ringkasan yang akurat, diperlukan konteks yang lebih spesifik atau ejaan yang benar.

Gedung DPR RI

Gedung DPR RI adalah kursi resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, badan legislatif nasional negara. Gedung ini secara resmi dibuka pada tahun 1968 dan terletak di tengah kompleks ibu kota nasional di Jakarta. Gedung ini berfungsi sebagai tempat utama untuk sidang parlemen dan debat politik yang membentuk hukum dan pemerintahan Indonesia.

Gelora

Gelora adalah singkatan umum untuk Gelora Bung Karno (GBK), sebuah kompleks olahraga besar di Jakarta, Indonesia. Dibangun pada tahun 1962 untuk Asian Games ke-4 dan dinamai menurut presiden pertama Indonesia, Sukarno. Kompleks ini merupakan landmark nasional yang signifikan dan tetap menjadi venue utama negara untuk acara olahraga dan konser berskala besar.

Tanah Abang

Tanah Abang adalah distrik pasar bersejarah di Jakarta Pusat, Indonesia, awalnya didirikan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) pada tahun 1735. Saat ini, Tanah Abang adalah salah satu pasar tekstil dan pakaian terbesar di Asia Tenggara, terkenal dengan pilihan kain dan pakaiannya yang sangat luas.