KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi akan berupaya mengaktifkan kembali penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di wilayahnya untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat.

Wakil Wali Kota Bekasi menyatakan akan mendorong Camat, Lurah, Ketua RT, dan Ketua RW untuk menghidupkan kembali kegiatan Siskamling di daerah masing-masing.

“Koordinasi kami dengan Camat, Lurah, RT, dan RW bertujuan untuk mencoba merevitalisasi Siskamling. Luar biasa, baru-baru ini ketika ada upaya menciptakan keresahan di Kota Bekasi, itu sangat efektif karena masyarakat waspada,” ujarnya saat ditemui di Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Siskamling berfungsi sebagai garda terdepan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum di lingkungan.

“Ronda malam harus dilakukan; kami akan berkoordinasi dengan Camat dan Lurah agar ada laporannya,” tegasnya.

“Nanti kami akan mengatur (rondanya); kami juga akan menginformasikan ke Polres, Polsek, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Satpol PP untuk melakukan patroli. Jadi, patrolinya akan berjenjang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi menyatakan dukungannya terhadap revitalisasi Siskamling di wilayah tersebut. Menurutnya, Camat harus mampu menginstruksikan RW untuk melaksanakan Siskamling.

“Camat menginstruksikan RW, Lurah mengawasi – pasti berjalan. Prosedur operasi standarnya satu arah: melalui perintah kepala daerah kepada camat dan lurah untuk melakukan pengawasan ke bawah,” paparnya.

Plaza Pemerintah Kota Bekasi

Plaza Pemerintah Kota Bekasi adalah pusat administrasi modern yang menjadi pusat pemerintahan Kota Bekasi, salah satu kota dengan penduduk terpadat dan berkembang pesat di Indonesia. Meski plazanya sendiri merupakan perkembangan kontemporer, sejarah kota ini bermula dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5, dengan tata kelola modernnya yang berkembang pesat pasca kemerdekaan Indonesia. Kini, plaza ini menjadi simbol pertumbuhan kota dan komitmennya terhadap pelayanan publik serta pembangunan perkotaan.