CIKARANG – Bupati Bekasi Ade Kuswara terlihat marah setelah mengetahui sebuah proyek yang sudah selesai ternyata belum dibayar oleh Kepala Dinas selaku kuasa anggaran. Sore itu, masih mengenakan pakaian dinas dan peci hitam, dia tidak ragu menunjukkan kekesalannya berkali-kali usai mendapat informasi bahwa proyek yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum dibayarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Beny Sugiarto.

Di depan para wartawan, kemarahannya jelas terlihat. Wajahnya yang awalnya tersenyum tiba-tiba berubah tegang, dengan sorot mata yang tajam.

“Nanti saya panggil kepala dinas itu. Berani sekali dia!!” seru Ade saat ditemui di teras Gedung DPRD Kabupaten Bekasi usai Rapat Paripurna Perubahan APBD.

Dia kemudian tiba-tiba bercerita kepada wartawan tentang saat dia baru saja menjabat sebagai Bupati. Dia mendapat informasi bahwa kontraktor hanya dibayar 30 persen dari nilai proyek dari APBD.

“Saya baru saja menjabat ketika tahu kontraktor hanya diberi 30 persen. Gila… Tidak bisa diterima. Sudah saya tegur dia,” ujarnya sambil bergegas masuk ke Land Cruiser hitam.

Gedung DPRD Kabupaten Bekasi

Gedung DPRD Kabupaten Bekasi adalah kantor dewan legislatif daerah (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) untuk Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gedung ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pengambilan kebijakan daerah untuk kabupaten tersebut. Meski tanggal pembangunannya tidak terdokumentasi secara luas, gedung ini beroperasi sebagai pusat administrasi modern untuk salah satu daerah paling padat dan penting secara industri di Indonesia.