
New Delhi: Perdana Menteri Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Dalam panggilan tersebut, kedua pemimpin mengingat pertemuan mereka bulan lalu di Brasília, di mana mereka menyepakati kerangka komprehensif untuk meningkatkan kerja sama di bidang-bidang utama, termasuk perdagangan, teknologi, energi, pertahanan, pertanian, kesehatan, dan hubungan antarmasyarakat.
Diskusi berlangsung pada hari Kamis, dengan kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. Sebuah pernyataan dari Kantor Perdana Menteri mencatat bahwa para pemimpin bertukar pandangan tentang berbagai isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama. Mereka juga sepakat untuk tetap berhubungan erat seiring berkembangnya kemitraan mereka.
Pembahasan tentang Perdagangan Bilateral dan Isu Global
Dalam postingan di akun X resminya, PM Modi menggambarkan percakapan itu sebagai “baik”. Dia menulis, “Melakukan percakapan yang baik dengan Presiden Lula. Berterima kasih padanya karena membuat kunjungan saya ke Brasil berkesan. Kami berkomitmen untuk memperdalam kemitraan strategis kami di bidang perdagangan, energi, teknologi, pertahanan, kesehatan, dan bidang lainnya. Kemitraan yang kuat dan berpusat pada masyarakat antara negara-negara Global Selatan menguntungkan semua pihak.”

Penekanan pada pendekatan “berpusat pada masyarakat” mencerminkan visi bersama kedua pemimpin, memposisikan India dan Brasil sebagai pusat kerja sama di dalam Global Selatan.
Presiden Lula telah menyatakan minat untuk memanfaatkan kekuatan pertanian dan teknologi Brasil untuk pertumbuhan bersama. Sementara itu, India melihat Brasil sebagai mitra kunci dalam mendiversifikasi sumber energi, memperluas kolaborasi pertahanan, dan mempromosikan inisiatif kesehatan yang inklusif.