India Ambil Sikap Tegas Melawan Terorisme Pakistan di Luar Negeri - Asaduddin Owaisi

Hyderabad, Asaduddin Owaisi, anggota delegasi parlemen yang mengunjungi Arab Saudi dan negara-negara lain, menyatakan pada hari Rabu bahwa kelompok tersebut secara efektif menyampaikan sikap India terhadap dukungan Pakistan terhadap terorisme kepada negara-negara tuan rumah. Presiden All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen (AIMIM) itu memuji, dalam percakapan dengan PTI Video, anggota parlemen BJP Baijayant Panda, pimpinan delegasi, karena telah menyampaikan posisi India dengan sangat jelas dan tegas.

Ia menekankan bahwa semua anggota delegasi telah menjalankan tanggung jawab mereka secara efektif. Anggota parlemen dari Hyderabad itu menyatakan: “Kami dengan tegas menyampaikan sikap India dan memberi tahu rekan-rekan kami serta pimpinan utama di setiap negara tentang peran Pakistan dalam menyebarkan terorisme di India. Kami mengungkap berbagai insiden yang melibatkan Pakistan yang mengakibatkan hilangnya nyawa tak bersalah, dengan serangan Pahalgam sebagai yang paling signifikan. Secara keseluruhan, ini adalah upaya kolektif.”

Baca juga…

India menyampaikan sikap tegas tentang terorisme Pakistan di empat negara

Sebuah delegasi lintas partai mengunjungi Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, dan Kuwait untuk menyampaikan sikap tegas India terhadap terorisme yang disponsori Pakistan. Owaisi mengatakan delegasi tersebut dengan tegas menyampaikan kasus India melawan terorisme yang didukung Pakistan dan juga memberikan informasi tentang serangan teroris Pahalgam. Ia menyebutkan bahwa negara-negara tuan rumah juga diberi tahu bahwa email yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dikirim dari dua lokasi di Pakistan.

Owaisi menyatakan bahwa delegasi anggota parlemen meminta pimpinan empat negara yang dikunjungi untuk memasukkan kembali Pakistan ke dalam daftar abu-abu Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF) guna menjamin perdamaian dunia. Ia menyatakan harapannya bahwa kunjungan delegasi anggota parlemen ini akan membuahkan hasil positif. (Bahasa)