Hyderabad, polisi lalu lintas Hyderabad menangkap total 438 pengemudi kendaraan yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol selama kampanye khusus melawan mengemudi dalam keadaan mabuk di kota tersebut pada tanggal 22 dan 23 Mei.

Sebuah siaran pers menyatakan bahwa selama kampanye khusus dua hari tersebut, total 438 pengemudi mabuk tertangkap, termasuk 365 pengendara roda dua, 25 pengendara roda tiga, 47 pengendara roda empat, dan 1 pengemudi kendaraan lainnya. Dalam kasus-kasus ini, kadar BAC dalam tubuh 98 pengemudi mabuk ditemukan antara 30 dan 50 mg.

Selain itu, 191 pengemudi memiliki kadar BAC antara 51 dan 100 mg, 83 kasus antara 101 dan 150 mg, 42 kasus antara 151 dan 200 mg, 13 kasus antara 201 dan 250 mg, 6 kasus antara 251 dan 300 mg, dan dalam 5 kasus, kadar BAC tercatat di atas 300 mg.

Baca juga…

Polisi lalu lintas menegaskan bahwa tidak akan ada keringanan dalam kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Kampanye khusus ini akan terus berlanjut. Polisi mengimbau semua pengemudi kendaraan untuk bekerja sama dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Hyderabad

Hyderabad adalah kota bersejarah di India selatan, didirikan pada tahun 1591 oleh Muhammad Quli Qutb Shah dari dinasti Qutb Shahi. Kota ini terkenal karena warisan budayanya yang kaya, memadukan pengaruh Hindu dan Islam, dan merupakan rumah bagi landmark ikonik seperti Charminar dan Benteng Golconda. Saat ini, Hyderabad adalah pusat utama teknologi dan perdagangan, yang dikenal sebagai “Cyberabad,” sambil tetap melestarikan seni tradisional, kuliner, dan perdagangan mutiaranya.

Hyderabad

Hyderabad adalah kota besar di India selatan, terkenal karena sejarahnya yang kaya sebagai ibu kota Nizam, sebuah dinasti yang memerintah negara bagian Hyderabad selama hampir dua abad. Didirikan pada tahun 1591 oleh Muhammad Quli Qutb Shah, kota ini terkenal dengan Charminar yang ikonik dan perpaduan arsitektur Indo-Islam. Saat ini, kota ini merupakan pusat teknologi dan bisnis yang berkembang pesat, sering disebut sebagai “Cyberabad,” sambil melestarikan warisan budayanya melalui landmark seperti Benteng Golconda dan kuliner khas Hyderabad.

Charminar

Charminar adalah monumen dan masjid bersejarah yang terletak di Hyderabad, India, dibangun pada tahun 1591 oleh Sultan Muhammad Quli Qutb Shah. Monumen ini dibangun untuk memperingati pendirian Hyderabad dan berakhirnya wabah penyakit di kota tersebut, dengan empat lengkungan besarnya melambangkan empat khalifah Islam. Saat ini, monumen ini berdiri sebagai simbol ikonik Hyderabad, dikelilingi oleh pasar yang ramai dan warisan budaya yang kaya.

Benteng Golconda

Benteng Golconda, yang terletak di Hyderabad, India, awalnya dibangun sebagai benteng lumpur oleh dinasti Kakatiya pada abad ke-13 dan kemudian diperluas oleh sultan Qutb Shahi pada abad ke-16. Benteng ini terkenal karena akustiknya yang mengesankan, sistem pasokan air yang cerdik, dan perdagangan berlian yang legendaris, dan merupakan pusat utama bagi berlian Koh-i-Noor dan permata terkenal lainnya. Benteng ini jatuh ke tangan Kaisar Mughal Aurangzeb pada tahun 1687 setelah pengepungan yang berkepanjangan, menandai kemunduran kejayaannya.