New Delhi – Dampak langsung dari ketegangan perdagangan internasional dan tarif baru yang dikenakan Amerika Serikat kini mulai terlihat pada ekonomi India. Pada Jumat, di pasar valuta asing, rupee India mencapai level terendah sepanjang masa terhadap dolar AS. Para ahli percaya penurunan ini bisa memburuk karena kebijakan perdagangan global, kenaikan harga minyak mentah, dan aliran modal keluar.
Mengapa Rupee Melemah?
-
Dampak Tarif AS – Amerika Serikat baru-baru ini memberlakukan tarif tinggi pada beberapa produk impor dari negara-negara Asia. Hal ini meningkatkan ketidakpastian dalam perdagangan internasional, dan investor menarik dana dari ekonomi berkembang dan beralih ke opsi yang lebih aman.
-
Penguatan Dolar – Dolar menguat secara global menyusul data ekonomi AS yang kuat. Ini secara langsung mempengaruhi rupee dan mata uang lainnya.
-
Tekanan dari Impor Minyak – India adalah pengimpor minyak mentah utama. Lonjakan harga minyak baru-baru ini meningkatkan tagihan impor India, memberi tekanan lebih lanjut pada rupee.
-
Penjualan FII – Investor asing terus-menerus menarik modal dari pasar saham India, menciptakan ketidakseimbangan di pasar valuta asing.
Dampak pada Pasar
-
Rupee mencapai 84,75 terhadap dolar, level terendah sepanjang masa.
-
Penurunan juga tercatat di Sensex dan Nifty, mencerminkan sentimen investor yang lemah.
-
Dampak beragam pada perusahaan impor-ekspor:
-
Perusahaan pengimpor akan lebih terdampak karena kini harus membayar lebih banyak rupee untuk membeli dolar.
-
Perusahaan pengekspor mungkin diuntungkan dari pelemahan rupee karena mereka akan menerima hasil lebih tinggi dalam dolar.
-
Strategi Pemerintah dan RBI
-
Pemerintah menyatakan sedang memantau situasi dengan ketat dan menjamin langkah-langkah akan segera diambil untuk memulihkan stabilitas.
-
Bank Sentral India (RBI) telah melakukan intervensi di pasar valuta asing dan berupaya mendukung rupee dengan menjual dolar.
-
Para ahli percaya opsi seperti penyesuaian suku bunga atau penggunaan cadangan devisa juga mungkin dipertimbangkan.
Dampak pada Masyarakat Umum
-
Pelemahan rupee akan langsung mempengaruhi kantong orang biasa.
-
Bensin, solar, dan barang impor lainnya mungkin menjadi lebih mahal.
-
Biaya pendidikan dan pariwisata ke luar negeri akan meningkat.
-
Harga produk elektronik dan gadget seperti ponsel juga kemungkinan naik.
-
Kelemahan rupee bukan hanya karena kondisi ekonomi domestik, tetapi juga akibat tekanan internasional. Tarif AS telah meningkatkan tekanan pada perdagangan global, dan permintaan terhadap dolar semakin meningkat. Jika situasi ini berlangsung lama, ekonomi India bisa menghadapi inflasi impor dan defisit neraca berjalan.
Tarif AS dan ketegangan perdagangan global telah mendorong rupee ke rekor terendah baru yang bersejarah. Pemerintah dan RBI kini harus mengambil langkah efektif untuk mengembalikan keseimbangan. Periode mendatang bisa menjadi tantangan bagi investor dan warga biasa, karena pelemahan rupee akan langsung berdampak pada inflasi dan biaya hidup.