Setidaknya 12 orang tewas dan kerusakan parah terjadi setelah banjir bandang menerjang sebuah desa terpencil di rute menuju Kuil Machail Mata di distrik Kishtwar, Jammu dan Kashmir, pada Kamis, menurut laporan pejabat.

Banjir bandang terjadi di Chashoti, desa terakhir yang bisa diakses kendaraan di rute kuil. Insiden terjadi antara tengah hari dan pukul 1 siang ketika sejumlah besar orang berkumpul untuk ziarah ke Kuil Machail Mata. Pendakian sejauh 8,5 kilometer ke kuil dimulai dari Chashoti.

Pejabat mengonfirmasi bahwa 12 jenazah telah ditemukan, dan jumlah korban tewas mungkin bertambah. Chashoti terletak sekitar 90 kilometer dari Kishtwar pada ketinggian 9.500 kaki. Banjir mendadak akibat banjir bandang itu merusak parah dapur umum yang didirikan untuk para peziarah.

Seorang menteri pusat menyatakan bahwa ia telah berbicara dengan Wakil Komisaris Kishtwar terkait insiden tersebut. Ia menulis, “Banjir bandang besar telah terjadi di area Chashoti, dengan kekhawatiran korban jiwa yang banyak. Pemerintah telah segera bergerak, dan tim penyelamat telah dikirim ke lokasi.”

Penilaian kerusakan sedang dilakukan, dan operasi medis darurat serta penyelamatan sedang diorganisir. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ziarah tahunan kuil telah ditangguhkan, dan para pejabat telah bergegas ke lokasi untuk mengoordinasikan upaya bantuan skala besar.

Dua tim dari Pasukan Respons Bencana Nasional (NDRF) telah dikerahkan dari Udhampur ke Kishtwar. Pejabat menambahkan bahwa Wakil Komisaris dan Kepala Polisi Senior Kishtwar juga telah berangkat ke area terdampak untuk mengawasi operasi penyelamatan.

Wakil Komisaris menyatakan, “Operasi penyelamatan skala besar telah diluncurkan di area tersebut.”

Gubernur Letnan menyatakan duka atas hilangnya nyawa dan harta benda. Ia menulis, “Sangat terpukul dengan banjir bandang di Chashoti, Kishtwar. Turut berduka cita kepada keluarga yang berduka dan doa untuk kesembuhan cepat para korban luka.”

Personel sipil, polisi, tentara, NDRF, dan SDRF telah diperintahkan untuk mengintensifkan upaya penyelamatan dan bantuan serta memberikan semua bantuan yang mungkin kepada para korban. Pejabat melaporkan bahwa banjir mendadak di kaki bukit yang padat penduduk merusak beberapa rumah.

Seorang pemimpin oposisi menyatakan ia telah menerima laporan tentang insiden banjir bandang besar. Ia berkata, “Saya rasa belum ada yang memiliki angka pasti, tetapi ada kekhawatiran kerusakan luas di area tersebut. Jumlah peziarah yang tinggi di wilayah itu kemungkinan memperburuk dampaknya.”

Kuil Machail Mata

Kuil Machail Mata, terletak di distrik Kishtwar, Jammu dan Kashmir, India, adalah tempat suci Hindu yang dihormati dan dipersembahkan untuk Dewi Durga. Kuil ini terkenal dengan “Machail Yatra” tahunan, sebuah ziarah yang diadakan setiap Agustus dan menarik ribuan peziarah. Sejarah kuil ini berakar pada legenda lokal, dengan beberapa catatan menghubungkannya dengan era Mahabharata, meskipun asal-usul pastinya masih belum jelas.

Kishtwar

Kishtwar adalah kota yang indah di wilayah Jammu, Jammu dan Kashmir, India, terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, termasuk pegunungan, sungai, dan hutan. Secara historis, kota ini merupakan bagian dari Lembah Chenab dan telah dipengaruhi oleh budaya Hindu, Muslim, dan Sikh selama berabad-abad. Kawasan ini juga terkenal dengan tambang safirnya, yang telah menjadi bagian penting dari perekonomian dan sejarahnya.

Chashoti

“Chashoti” merujuk pada sebuah desa atau lokalitas kecil di bagian Asia Selatan, khususnya di Bangladesh dan India. Meskipun tidak dikenal luas sebagai situs budaya atau sejarah utama, tempat seperti ini sering kali memiliki signifikansi lokal, terkadang terkait dengan sumber air tradisional (“chash” berarti tanaman atau irigasi, dan “oti” mungkin terkait dengan dermaga atau pendaratan kecil). Jika yang dimaksud adalah situs sejarah atau budaya spesifik bernama Chashoti, detail tambahan akan membantu memberikan ringkasan yang lebih akurat.

Udhampur

Udhampur adalah sebuah kota di wilayah Jammu, Jammu dan Kashmir, India, terkenal dengan keindahan alamnya dan signifikansi militer strategis. Secara historis, kota ini pernah menjadi ibu kota kerajaan Dogra masa lalu dan dinamai dari Raja Udham Singh, seorang penguasa Dogra. Kota ini juga merupakan rumah bagi situs keagamaan penting seperti Kuil Vaishno Devi dan Kuil Krimchi, yang berasal dari abad ke-11-12.

Pasukan Respons Bencana Nasional

**Pasukan Respons Bencana Nasional (NDRF)** adalah unit respons bencana khusus India, dibentuk pada 2006 berdasarkan Undang-Undang Manajemen Bencana. NDRF beroperasi di bawah Kementerian Dalam Negeri dan terdiri dari batalyon terlatih dari pasukan paramiliter, yang didedikasikan untuk operasi penyelamatan dan bantuan selama bencana alam dan buatan manusia. NDRF telah memainkan peran penting dalam keadaan darurat besar, termasuk banjir, gempa bumi, dan badai siklon, meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons bencana India.

NDRF

**NDRF (Pasukan Respons Bencana Nasional)** adalah pasukan khusus di India yang dibentuk pada 2006 untuk menanggapi bencana alam dan buatan manusia. Dioperasikan di bawah Kementerian Dalam Negeri, NDRF memainkan peran penting dalam operasi penyelamatan dan bantuan selama keadaan darurat seperti banjir, gempa bumi, dan badai siklon. NDRF terdiri dari personel terlatih dari berbagai pasukan paramiliter dan diakui atas respons cepat serta keahliannya dalam manajemen bencana.

SDRF

Tidak ada situs budaya atau sejarah yang dikenal luas dengan nama “SDRF.” Jika yang dimaksud adalah tempat, organisasi, atau akronim tertentu (misalnya, *Special Disaster Response Force* atau situs lokal), harap berikan detail tambahan agar saya dapat memberikan ringkasan yang akurat. Atau, “SDRF” mungkin salah ketik—apakah maksud Anda nama yang berbeda? Beri tahu saya bagaimana saya bisa membantu!

Wakil Komisaris

Istilah *Wakil Komisaris* biasanya merujuk pada pejabat administratif atau pemerintah senior di negara-negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh, sering kali mengawasi sebuah distrik atau wilayah sebagai bagian dari sistem pemerintahan kolonial atau pasca-kolonial. Peran ini berasal dari masa pemerintahan Inggris, di mana Wakil Komisaris bertindak sebagai perwakilan lokal administrasi kekaisaran, menggabungkan kekuasaan eksekutif, yudisial, dan pendapatan. Saat ini, posisi ini tetap berpengaruh dalam pemerintahan lokal, meskipun fungsinya bervariasi berdasarkan negara dan struktur administratif.