‘SAYA AKAN TANDATANGANI, SAYA AKAN TANDATANGANI’ Presiden Ferdinand Marcos Jr. akan menandatangani RUU yang menunda Pemilihan Barangay dan Sangguniang Kabatang pekan depan. Menurut Marcos, ia akan menyetujui penundaan ini karena adanya rangkaian pemilihan umum besar secara berturut-turut, seperti Pemilu Tengah Periode 2025 yang baru saja berakhir dan pemilihan BARMM yang akan datang.

Pemilihan Barangay dan Sangguniang Kabataan

**Pemilihan Barangay dan Sangguniang Kabataan (SK)** adalah pemilihan lokal di Filipina untuk memilih pemimpin di unit pemerintahan terkecil (barangay) dan dewan pemuda (SK). Sistem barangay berasal dari masa pra-kolonial, sementara SK dibentuk pada 1975 untuk memberdayakan partisipasi pemuda dalam pemerintahan. Pemilihan ini, yang sering ditunda di masa lalu, bertujuan untuk memperkuat demokrasi akar rumput dan pembangunan komunitas.

Pemilu Tengah Periode 2025

**Pemilu Tengah Periode 2025** di Amerika Serikat akan menentukan komposisi Kongres, dengan seluruh 435 kursi DPR dan 34 kursi Senat diperebutkan. Pemilihan ini, yang diadakan selama masa jabatan Presiden Joe Biden, akan menjadi referendum penting terhadap pemerintahannya dan berpotensi mengubah keseimbangan kekuasaan di Washington. Secara historis, partai presiden sering kehilangan kursi dalam pemilu tengah periode, yang memengaruhi agenda legislatif untuk sisa masa jabatan.

Pemilihan BARMM

**Pemilihan BARMM** merujuk pada proses politik untuk memilih pemimpin di **Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM)**, sebuah wilayah otonom di Filipina selatan yang didirikan pada 2019 setelah perjanjian damai antara pemerintah dan kelompok separatis Moro. Pemilihan ini sangat penting bagi pemerintahan mandiri di wilayah tersebut, dengan pemilihan parlementer pertama awalnya ditunda hingga 2025 untuk memungkinkan masa transisi. Pemungutan suara ini bertujuan untuk memperkuat representasi demokratis di wilayah yang mayoritas Muslim ini, yang memiliki sejarah konflik dan perjuangan otonomi.