MANILA – Kaum muda Filipina akan menggelar aksi doa komunitas anti-korupsi di depan Minor Basilica of the Immaculate Conception, yang lebih dikenal sebagai Katedral Manila di Intramuros, Manila, pekan depan.

Katedral Manila mengumumkan acara bertajuk “Memorare: A Day of Lament and Prayer of Young People,” yang dijadwalkan pada 31 Oktober pukul 16.00.

“Seiring meningkatnya kesadaran dan keterlibatan kaum muda dalam seruan untuk transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik, marilah kita berkumpul dalam doa dan permenungan, memohon perantaraan Bunda Maria, Ratu Rosario Suci, untuk negara kita,” bunyi pengumuman tersebut.

Penyelenggara mendesak peserta untuk mengenakan pakaian putih dan/atau pita putih.

Acara ini akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian aksi protes massal yang diadakan berbagai kelompok di tengah kontroversi seputar proyek-proyek pengendalian banjir.

Rally pertama, bernama “Trillion Peso March,” digelar pada 21 September, dihadiri anggota beberapa organisasi masyarakat sipil dan kelompok agama, selebritas, dan warga biasa di Rizal Park, Manila dan People Power Monument di Kota Quezon.

Baru-baru ini, “Protes Jumat Putih” mingguan juga diluncurkan di beberapa daerah oleh kelompok masyarakat sipil, menyerukan akuntabilitas di kalangan pejabat pemerintah yang terkait dengan proyek infrastruktur yang dipertanyakan.

Katedral Manila

Katedral Manila, secara resmi bernama Minor Basilica and Metropolitan Cathedral of the Immaculate Conception, adalah sebuah basilika Katolik Roma terkemuka yang terletak di Intramuros, Manila. Bangunan ini telah dibangun kembali delapan kali sejak konstruksi aslinya pada 1581, karena hancur akibat kebakaran, gempa bumi, dan pemboman selama Perang Dunia II. Struktur saat ini, selesai pada 1958, terkenal dengan arsitektur Romanesque-Byzantine yang indah dan jendela kaca patri.

Minor Basilica of the Immaculate Conception

Minor Basilica of the Immaculate Conception, juga dikenal sebagai Katedral Castries, adalah sebuah katedral Katolik Roma terkemuka di Saint Lucia. Awalnya dibangun pada 1897, struktur saat ini selesai pada 1931 setelah kebakaran menghancurkan pendahulunya. Katedral ini terkenal dengan mural interiornya yang menakjubkan yang menggambarkan adegan-adegan alkitabiah dan santo-santo lokal, memadukan ikonografi Katolik dengan pengaruh Karibia.

Intramuros

Intramuros adalah kawasan bersejarah berdinding di Manila, Filipina, dibangun selama periode kolonial Spanyol mulai akhir abad ke-16. Tempat ini berfungsi sebagai pusat politik, militer, dan agama kekuasaan Spanyol di negara tersebut. Saat ini, Intramuros menjadi daya tarik wisata utama di mana pengunjung dapat menjelajahi bagian-bagian tembok, gerbang, dan gereja tua yang telah dipulihkan yang mencerminkan masa lalu kolonialnya.

Manila

Manila adalah ibu kota Filipina, terletak di pesisir timur Teluk Manila. Didirikan oleh penakluk Spanyol pada 1571, kota ini berfungsi sebagai pusat kekuasaan kolonial Spanyol selama lebih dari tiga abad. Manila adalah pusat budaya dan ekonomi utama, terkenal dengan distrik Intramuros yang bersejarah, sebuah kota berdinding dari era Spanyol.

Rizal Park

Rizal Park, juga dikenal sebagai Luneta Park, adalah sebuah taman urban bersejarah yang terletak di Manila, Filipina. Taman ini paling terkenal sebagai tempat pahlawan nasional negara tersebut, Dr. José Rizal, dieksekusi oleh pemerintah kolonial Spanyol pada 1896, peristiwa yang memicu Revolusi Filipina. Saat ini, taman ini berfungsi sebagai area rekreasi utama dan simbol kebebasan nasional, menampilkan monumen, taman, dan Tugu Rizal yang menjaga sisa jasadnya.

People Power Monument

People Power Monument di Manila memperingati Revolusi Kekuatan Rakyat 1986, sebuah pemberontakan damai yang menggulingkan rezim otoriter Ferdinand Marcos. Monumen ini, menampilkan patung para pengunjuk rasa, melambangkan perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan berfungsi sebagai peringatan akan kekuatan kolektif rakyat Filipina.

Kota Quezon

Kota Quezon didirikan pada 1939 dan berfungsi sebagai ibu kota Filipina dari 1948 hingga 1976, menggantikan Manila. Kota ini dinamai dari Manuel L. Quezon, Presiden kedua Filipina, yang membayangkan sebuah ibu kota baru. Saat ini, Kota Quezon adalah kota terpadat di negara tersebut dan pusat utama pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan.