KOTA BACOLOD – Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan-Wilayah Pulau Negros (DSWD-NIR) akan mendirikan gudang untuk menempatkan bahan makanan dan barang non-makanan di distrik keenam Negros Occidental.
Divisi Manajemen Respons Bencana (DRMD) melaporkan bahwa sebuah tim memeriksa gudang yang diusulkan di kota Candoni pada hari Senin.
Mereka juga melakukan kunjungan kehormatan ke kota Kabankalan, Himamaylan, dan La Carlota, yang termasuk di antara unit pemerintah daerah (LGU) yang terkena dampak banjir di Negros tengah dan selatan akibat hujan monsun pekan lalu.
“DSWD-NIR tetap berkomitmen untuk memperkuat kapasitas respons bencana lokal dan memastikan bantuan segera sampai ke keluarga yang terkena dampak,” pernyataan DRMD.
Sementara itu, distribusi paket makanan untuk keluarga berlanjut pada hari Selasa ini di Negros selatan untuk warga yang terkena dampak di Valladolid, San Enrique, Ilog, Pontevedra, Isabela, dan Binalbagan.
Menurut data, 44.378 keluarga atau 166.335 orang di Negros Occidental terkena dampak hujan terus-menerus dan banjir.
Setidaknya 1.287 keluarga atau 4.802 orang yang tinggal di 40 pusat evakuasi menerima bantuan, sementara 9.111 keluarga atau 44.680 orang di luar pusat evakuasi juga dilayani.
LGU yang paling terkena dampak berada di distrik kelima, termasuk Hinigaran, Binalbagan, Isabela, Moises Padilla, dan kota Himamaylan; serta di distrik keenam: Ilog, Cauayan, Candoni, Hinoba-an, Kabankalan, dan Sipalay.
Bantuan yang diberikan kepada warga yang terkena dampak mencapai 13,26 juta peso Filipina hingga hari Selasa ini.
Candoni, Negros Occidental
Candoni adalah sebuah kota kecil di Negros Occidental, Filipina, yang dikenal karena warisan budayanya yang kaya dan ekonomi pertanian, terutama budidaya tebu. Didirikan pada tahun 1956, sebelumnya merupakan bagian dari kota Ilog dan menjadi tuan rumah *Festival Dinagsa*, yang merayakan santo pelindungnya, Sto. Niño, dengan tarian jalanan dan tradisi lokal. Sejarahnya mencerminkan ketangguhan dan semangat komunitas masyarakatnya.
Kabankalan
Kabankalan adalah sebuah kota di provinsi Negros Occidental, Filipina, yang dikenal karena budayanya yang dinamis, warisan pertanian, dan pemandangan alamnya yang indah. Secara historis, kota ini merupakan pemukiman kecil yang berubah menjadi pusat produksi gula pada masa kolonial Spanyol. Saat ini juga terkenal karena *Festival Binuligay*, yang merayakan tradisi dan kerajinan lokalnya.
Himamaylan
Himamaylan adalah sebuah kota bersejarah di Negros Occidental, Filipina, yang diakui sebagai salah satu pemukiman tertua di wilayah tersebut. Kota ini menjadi ibu kota Pulau Negros selama periode kolonial Spanyol sebelum Bacolod mengambil alih peran itu pada tahun 1849. Saat ini terkenal karena warisan budaya, pemandangan alam, dan monumen seperti Gereja San Juan Bautista yang berusia seabad.
La Carlota
La Carlota adalah sebuah kota di provinsi Córdoba, Argentina, yang didirikan pada tahun 1797 sebagai pos militer untuk melindungi dari serangan penduduk asli dan mengamankan rute perdagangan. Kota ini memainkan peran kunci dalam pembangunan regional selama masa kolonial Spanyol. Saat ini dikenal karena arsitektur bersejarahnya, seperti Gereja Nuestra Señora del Carmen, dan warisan budayanya.
Valladolid
Valladolid adalah sebuah kota bersejarah di Spanyol, yang menjadi ibu kota Kekaisaran Spanyol pada awal abad ke-17 di bawah pemerintahan Felipe III. Kota ini terkenal karena arsitektur Renaisans dan Baroknya, dengan monumen seperti Katedral Valladolid dan Plaza Mayor. Juga terkenal sebagai tempat wafatnya Christopher Columbus pada tahun 1506.
San Enrique
San Enrique adalah sebuah kota di Negros Occidental, Filipina, yang dikenal karena ekonomi pertaniannya, terutama budidaya tebu. Didirikan pada tahun 1854, dinamai untuk menghormati seorang bangsawan Spanyol dan berkembang sebagai wilayah produksi gula utama selama masa kolonial. Saat ini merupakan komunitas pedesaan dengan ikatan kuat pada warisan gula Negros.
Ilog
Ilog adalah sebuah kota di Negros Occidental, Filipina. Didirikan pada tahun 1743, kota ini memiliki peran penting selama masa kolonial Spanyol sebagai pusat produksi gula. Saat ini terkenal karena ekonomi pertanian, pemandangan alam yang indah, dan warisan budaya, termasuk *Festival Pasalamat*, yang merayakan rasa syukur dan tradisi lokal.
Pontevedra
Pontevedra adalah sebuah kota bersejarah di Galicia, barat laut Spanyol, yang terkenal karena kawasan kota tuanya abad pertengahan yang terawat baik, alun-alun yang menawan, dan warisan maritim. Didirikan sebagai pemukiman Romawi, kota ini berkembang pada Abad Pertengahan sebagai pelabuhan perdagangan dan kemudian sebagai pusat budaya. Saat ini, pusat pejalan kakinya, gereja-gereja Gotik seperti Basilika Santa María, dan suasana yang semarak menjadikannya tujuan wisata populer.