MANILA – Bases Conversion and Development Authority (BCDA) telah bekerja sama dengan Public-Private Partnership (PPP) Center untuk pengembangan kembali Pelabuhan Internasional San Fernando di Poro Point, La Union.

Dalam sebuah pernyataan, BCDA menyatakan proyek pelabuhan telah mendapatkan pendanaan sementara sebesar PHP74,9 juta di bawah Project Development and Monitoring Facility (PDMF), yang akan digunakan untuk studi kelayakan, analisis pasar, penyusunan struktur hukum dan keuangan, dukungan transaksi KPS, serta biaya terkait lainnya.

“Pengembangan kembali dan modernisasi penuh Pelabuhan Internasional San Fernando di Poro Point bertujuan untuk mengubah terminal curah dan break-bulk yang ada menjadi pelabuhan kelas dunia yang dilengkapi dengan infrastruktur pelabuhan dan sistem logistik modern,” tulis pernyataan itu.

“Luzon Utara telah lama kekurangan infrastruktur pelabuhan modern, yang membatasi kemampuannya untuk berpartisipasi penuh dalam arus perdagangan global. Proyek ini dirancang untuk mengubah hal itu dengan memungkinkan kontainerisasi penuh, merampingkan logistik, dan menambatkan industri regional ke rantai pasok yang lebih kompetitif. Ini adalah langkah kritis dalam mewujudkan visi Poro Point sebagai gerbang ekonomi strategis untuk Luzon Utara,” jelas BCDA.

BCDA menargetkan untuk memulai kegiatan konstruksi pada kuartal kedua 2027 dan menyelesaikan proyek pada tahun 2029.

“Setelah beroperasi, pelabuhan yang ditingkatkan ini akan mendukung industri regional di Pangasinan, La Union, dan provinsi-provinsi Ilocos serta meningkatkan daya tarik Kawasan Bebas Poro Point bagi investor logistik dan produsen berorientasi ekspor di dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Pelabuhan Internasional San Fernando

Pelabuhan Internasional San Fernando, terletak di La Union, Filipina, adalah gerbang maritim utama di wilayah Luzon utara. Didirikan untuk meningkatkan perdagangan dan pariwisata, pelabuhan ini berfungsi sebagai pusat vital bagi kapal kargo dan penumpang, menghubungkan kawasan tersebut ke pelabuhan domestik dan internasional. Pelabuhan ini juga memiliki signifikansi historis sebagai bagian dari jaringan perdagangan era kolonial dan upaya pembangunan ekonomi modern Filipina.

Poro Point

Poro Point, terletak di Kota San Fernando, La Union, Filipina, adalah sebuah semenanjung indah yang dikenal dengan mercusuar bersejarah dan pemandangan pantainya yang menakjubkan. Awalnya dikembangkan sebagai pangkalan militer AS selama periode kolonial Amerika, kemudian menjadi kawasan bebas pada 1990-an untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Saat ini, Poro Point adalah destinasi wisata populer yang menawarkan resor, pantai, dan sekilas sejarah kolonial dan maritimnya.

La Union

La Union adalah sebuah provinsi di Filipina utara, dikenal karena lanskap pesisirnya, spot berselancar, dan warisan budaya yang kaya. Didirikan pada 1850, provinsi ini dinamai untuk menghormati penyatuan kota-kota dari provinsi tetangga. Wilayah ini juga merupakan rumah bagi *Reruntuhan Pindangan*, sisa-sisa gereja dari abad ke-18 yang mencerminkan masa lalu kolonial Spanyolnya.

Bases Conversion and Development Authority (BCDA)

Bases Conversion and Development Authority (BCDA) adalah badan pemerintah Filipina yang didirikan pada 1992 untuk mengalihfungsikan bekas pangkalan militer AS, seperti Clark dan Subic, menjadi zona ekonomi produktif dan pusat perkotaan. Lembaga ini memainkan peran kunci dalam pembangunan infrastruktur, termasuk proyek-proyek seperti New Clark City, yang bertujuan mendorong pertumbuhan dan investasi. Inisiatif BCDA telah mengubah bekas lahan militer menjadi pusat bisnis, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan.

Public-Private Partnership (PPP) Center

Public-Private Partnership (PPP) Center adalah lembaga pemerintah yang memfasilitasi kolaborasi antara sektor publik dan perusahaan swasta untuk mengembangkan infrastruktur dan layanan publik. Didirikan di banyak negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pusat-pusat ini membantu menyusun, membiayai, dan mengelola proyek KPS, sering kali mengadopsi praktik terbaik global. Sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke akhir abad ke-20 ketika pemerintah semakin beralih ke keahlian sektor swasta untuk mengatasi kesenjangan pendanaan dan meningkatkan efisiensi dalam proyek-proyek publik.

Project Development and Monitoring Facility (PDMF)

Project Development and Monitoring Facility (PDMF) adalah sebuah inisiatif, sering dikaitkan dengan organisasi pembangunan atau pemerintah, yang dirancang untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek infrastruktur dan sosial-ekonomi. Fasilitas ini biasanya menyediakan pendanaan, bantuan teknis, dan pemantauan untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas proyek. Meskipun asal-usul spesifiknya bervariasi antar negara, PDMF umumnya terkait dengan lembaga seperti PBB atau Bank Dunia, yang membantu dalam upaya pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan.

Kawasan Bebas Poro Point

Kawasan Bebas Poro Point adalah zona ekonomi khusus dan pariwisata yang terletak di Kota San Fernando, La Union, Filipina. Didirikan pada 1993, kawasan ini dulunya adalah pangkalan militer AS (Wallace Air Station) sebelum dikonversi menjadi pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi. Saat ini, kawasan ini menampilkan perpaduan fasilitas komersial, industri, dan rekreasi, termasuk Thunderbird Resorts and Casino, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Luzon Utara

Luzon Utara, pulau terbesar di Filipina, adalah wilayah yang beragam secara budaya dan geografis, dikenal karena lanskapnya yang menakjubkan, termasuk Teras Sawah Banaue yang masuk daftar UNESCO—teras berusia 2.000 tahun yang diukir di pegunungan oleh suku Ifugao. Kawasan ini juga merupakan rumah bagi kota-kota kolonial bersejarah seperti Vigan, permukiman era Spanyol yang terpelihara baik dan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Suku-suku asli, seperti Igorot dan Kalinga, mempertahankan tradisi kaya mereka, sementara wilayah ini memainkan peran kunci dalam sejarah Perang Dunia II, termasuk March of Death Bataan yang terkenal.