Tidak ada ancaman tsunami bagi Filipina menyusul gempa bumi yang mengguncang lepas pantai utara Borneo dini hari Senin.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) mengeluarkan imbauan yang menyatakan gempa terjadi pada pukul 00.58 waktu setempat hari Senin di koordinat 6,9° Lintang Utara, 116,2° Bujur Timur di lepas pantai pulau Borneo. Gempa memiliki kedalaman 600 kilometer.
“Tidak ada ancaman tsunami yang merusak berdasarkan data yang tersedia. Ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak ada ancaman tsunami bagi Filipina dari gempa ini,” bunyi imbauan tersebut.
Awalnya dilaporkan sebagai gempa bermagnitudo 7,1, namun kemudian diklasifikasikan ulang sebagai gempa bermagnitudo 6,8.
Filipina
Filipina adalah negara kepulauan di Asia Tenggara dengan sejarah budaya yang kaya, dibentuk oleh tradisi masyarakat adat selama berabad-abad, kolonisasi Spanyol (dari 1565 hingga 1898), dan pengaruh Amerika Serikat kemudian. Situs bersejarah utamanya meliputi gereja-gereja bergaya Barok era Spanyol, kota bersejarah Vigan, dan Teras Sawah Banaue kuno yang berusia lebih dari 2.000 tahun. Saat ini, negara ini dikenal dengan festival-festivalnya yang meriah, beragam bahasa, serta perpaduan unik warisan budaya Timur dan Barat.
Borneo
Borneo adalah pulau terbesar ketiga di dunia, yang wilayahnya dibagi oleh negara-negara Malaysia, Indonesia, dan Brunei. Pulau ini terkenal dengan hutan hujan tuanya yang termasuk yang tertua di Bumi, serta keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, termasuk orangutan Kalimantan yang terancam punah. Secara historis, wilayah pesisir pulau ini merupakan pusat perdagangan yang berpengaruh, bagian dari kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, sementara pedalamannya sejak lama menjadi rumah bagi beragam kelompok masyarakat adat seperti Suku Dayak.