Pemerintah Kota Wilayah Riyadh mengumumkan pembukaan penuh Jembatan Jalan Al-Hayer di persimpangannya dengan Wadi Hanifa, sebagai bagian dari proyek perbaikan jaringan jalan dan peningkatan efisiensi lalu lintas di selatan ibu kota.

Proyek ini mencakup pembangunan jembatan sepanjang 170 meter dan lebar 15 meter

Pemerintah Kota menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pembangunan jembatan sepanjang 170 meter dan lebar 15 meter, yang memuat 4 jalur lalu lintas, disertai pengembangan Jalan Al-Hayer untuk memperlancar arus lalu lintas. Proyek ini juga melibatkan pembuatan jalan sekunder dari lingkungan Al-Ghanamiya untuk menghubungkan warga ke Jalan Al-Hayer, melewati jembatan, yang meningkatkan kemudahan pergerakan dan konektivitas antar distrik tetangga.

Ditambahkan pula bahwa proyek ini berkontribusi meningkatkan tingkat keselamatan lalu lintas, memperbaiki arus lalu lintas, dan mengurangi titik-titik konflik, sekaligus memastikan bahwa kenaikan permukaan air di Wadi Hanifa tidak mempengaruhi pergerakan kendaraan di jembatan, sehingga mendukung kelancaran lalu lintas yang berkesinambungan di jalan tersebut.

Pembukaan jembatan ini bertepatan dengan pengoperasian jembatan lingkungan Al-Ghanamiya, yang meningkatkan konektivitas lalu lintas dengan Jembatan Jalan Al-Hayer dan mendukung pergerakan terintegrasi di sepanjang koridor ini.

Pekerjaan-pekerjaan ini merupakan bagian dari arahan Pemerintah Kota Wilayah Riyadh untuk mengembangkan jaringan jalan yang mendukung pembangunan perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup, selaras dengan visinya menjadi pemerintah kota terkemuka untuk Riyadh yang sejahtera dan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup, serta misinya untuk memajukan Riyadh dengan mendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan, menyediakan layanan berkualitas tinggi, dan membangun kemitraan yang efektif menuju masyarakat yang dinamis.

Pembukaan Jembatan Jalan Al-Hayer di persimpangannya dengan Wadi Hanifa

Jembatan Jalan Al-Hayer

Jembatan Jalan Al-Hayer adalah proyek infrastruktur modern di Arab Saudi, dibangun untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Al-Hayer. Meski tidak memiliki warisan sejarah yang panjang, jembatan ini mewakili upaya pembangunan berkelanjutan kerajaan untuk meningkatkan jaringan transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di area tersebut.

Wadi Hanifa

Wadi Hanifa adalah lembah bersejarah dan aliran sungai musiman yang melintasi wilayah Riyadh, Arab Saudi. Selama berabad-abad, tempat ini menjadi sumber air vital dan pusat pertanian bagi permukiman kuno, meski kemudian sempat menderita akibat polusi dan kelalaian. Dalam beberapa dekade terakhir, proyek rehabilitasi pemerintah besar-besaran telah mengubahnya menjadi cagar alam dan koridor rekreasi yang terkenal di dalam ibu kota.

Lingkungan Al-Ghanamiya

Lingkungan Al-Ghanamiya adalah distrik bersejarah di kota tua Tripoli, Libya, yang diperkirakan berasal dari periode Ottoman. Kawasan ini dikenal dengan arsitektur tradisionalnya, termasuk rumah-rumah berkubah khas dan gang-gang sempit, yang mencerminkan sejarah perdagangan dan kerajinan kota yang kaya. Saat ini, daerah ini berdiri sebagai situs warisan budaya yang signifikan, meski menghadapi tantangan akibat kerusakan perkotaan dan konflik.

Jembatan Lingkungan Al-Ghanamiya

Jembatan Lingkungan Al-Ghanamiya adalah jembatan lengkung batu bersejarah yang terletak di kota tua Mosul, Irak. Jembatan ini awalnya dibangun pada abad ke-19 selama era Ottoman untuk memfasilitasi pergerakan melintasi kanal besar, serta menjadi penghubung vital dalam struktur perkotaan area tersebut. Sayangnya, jembatan ini rusak parah selama konflik dengan ISIS pada tahun 2016-2017, namun tetap menjadi simbol warisan arsitektur dan ketahanan kota.