Perjalanan ke Masa Lalu dengan Teknologi Realitas Virtual di Pameran Buku Kota
Paviliun “Aku adalah Kota” di Pameran Buku Madinah 2025 menyaksikan peningkatan jumlah pengunjung, karena orang-orang mencari pengalaman luar biasa yang memadukan teknologi dan kenangan. Melalui perjalanan realitas virtual (VR), peserta memulai tur digital sensorik Makkah dan Madinah seperti 14 abad yang lalu, menghidupkan kembali semangat tempat-tempat ini dan masa-masa awal peradaban Islam.
Proyek interaktif ini sejalan dengan tujuan pengembangan digital Kerajaan di bawah Visi 2030, khususnya dalam mendukung wisata religi dan inovasi teknologi. Paviliun ini berfungsi sebagai platform untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat melestarikan warisan spiritual dan sejarah.
Pengalaman ini bergantung pada kombinasi tepat model 3D, citra realistis definisi tinggi, dan efek suara yang dirancang dengan cermat untuk memberikan perjalanan sensorik imersif yang meniru kunjungan nyata. Ini meningkatkan keterlibatan pengunjung dengan warisan agama dan budaya.
Inovasi ini bertujuan tidak hanya untuk membuat kagum secara visual tetapi juga untuk memperdalam pemahaman pengunjung tentang signifikansi dua kota suci dalam kesadaran Islam, menyampaikan makna ini dengan cara modern yang sesuai dengan generasi digital.
Paviliun “Aku adalah Kota” adalah salah satu fitur unggulan pameran yang diselenggarakan oleh Otoritas Sastra, Penerbitan, dan Penerjemahan dalam edisi keempatnya. Paviliun ini menggabungkan pengetahuan, teknologi, dan pengalaman untuk menyajikan konten budaya yang beragam yang mencerminkan kedalaman dan kekayaan memori Islam.
Pameran Buku Madinah 2025 menawarkan program padat termasuk seminar budaya, lokakarya, malam puisi, dan pertunjukan unik yang memadukan tradisi dan inovasi.
Paviliun *Aku adalah Kota* adalah instalasi budaya kontemporer yang merayakan identitas perkotaan dan komunitas. Sering ditampilkan dalam pameran seni publik atau festival kota, paviliun ini menyoroti hubungan dinamis antara penduduk dan lingkungan perkotaan mereka melalui tampilan interaktif atau multimedia. Meskipun asal-usul spesifiknya bervariasi menurut lokasi, paviliun semacam itu biasanya bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan sipil dan dialog tentang kehidupan kota.
Pameran Buku Madinah 2025
Pameran Buku Madinah 2025 adalah acara budaya dan sastra terkemuka yang diadakan di Madinah, Arab Saudi, menampilkan berbagai macam buku, publikasi, dan diskusi intelektual. Berdasarkan edisi sebelumnya, pameran ini bertujuan untuk mempromosikan literasi, pertukaran pengetahuan, dan keilmuan Islam sambil merayakan warisan kaya Madinah sebagai pusat pembelajaran. Acara ini biasanya menampilkan penulis, penerbit, dan kegiatan budaya lokal dan internasional, memperkuat peran historis kota ini dalam pendidikan Islam.
Makkah
Mekah (Makkah) adalah kota tersuci dalam Islam, terletak di Arab Saudi. Ini adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad dan lokasi Ka’bah, struktur suci di pusat Masjidil Haram, yang menjadi arah kiblat umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, jutaan peziarah mengunjungi Mekah untuk Haji, kewajiban agama wajib, mengikuti tradisi yang berasal dari abad ke-7 dan sebelumnya.
Madinah
Madinah, juga dikenal sebagai Medina, adalah kota suci di Arab Saudi dan situs tersuci kedua dalam Islam setelah Makkah. Di sinilah Nabi Muhammad hijrah pada tahun 622 M (Hijrah), mendirikan komunitas Muslim pertama dan **Masjid Nabawi** yang ikonik (Masjid Nabi), yang berisi makamnya. Madinah tetap menjadi tujuan ziarah utama dan pusat pembelajaran serta sejarah Islam.
Peradaban Islam
Peradaban Islam mengacu pada pencapaian budaya, ilmiah, dan intelektual masyarakat mayoritas Muslim dari abad ke-7 dan seterusnya, yang berakar pada ajaran Islam. Peradaban ini berkembang selama Zaman Keemasan (abad ke-8–14), dengan kemajuan di bidang seperti matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat, sambil melestarikan dan memperluas pengetahuan Yunani, Persia, dan India. Berpusat di wilayah dari Spanyol hingga Asia Selatan, ia meninggalkan warisan abadi dalam arsitektur (misalnya, masjid, madrasah), sastra, dan pemerintahan, membentuk sejarah global.
Visi 2030
“Visi 2030” adalah kerangka strategis ambisius Arab Saudi yang diluncurkan pada tahun 2016 untuk mendiversifikasi ekonominya dan mengurangi ketergantungan pada minyak pada tahun 2030. Dipelopori oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, ini berfokus pada pengembangan sektor-sektor seperti pariwisata, teknologi, dan infrastruktur, termasuk proyek-proyek besar seperti NEOM dan Proyek Laut Merah. Inisiatif ini juga bertujuan untuk mempromosikan reformasi sosial, keterbukaan budaya, dan pemberdayaan perempuan, memposisikan Arab Saudi sebagai pusat investasi dan pariwisata global.
Otoritas Sastra, Penerbitan, dan Penerjemahan
**Otoritas Sastra, Penerbitan, dan Penerjemahan** adalah badan pemerintah Saudi yang didirikan untuk mempromosikan sastra, mendukung penulis, dan meningkatkan pertukaran budaya melalui penerjemahan. Ini memainkan peran kunci dalam melestarikan warisan sastra Arab sambil mendorong dialog global dengan menerjemahkan karya antara bahasa Arab dan bahasa lainnya. Otoritas ini juga menyelenggarakan acara dan penghargaan sastra untuk mendorong kreativitas dan penerbitan di dalam Kerajaan dan sekitarnya.
Memori Islam
“Memori Islam” mengacu pada warisan budaya dan sejarah kolektif yang dilestarikan dalam peradaban Islam, termasuk monumen, teks, dan tradisi yang mencerminkan pencapaian intelektual dan spiritual dunia Muslim. Situs-situs utama seperti Kubah Batu di Yerusalem atau Alhambra di Spanyol melambangkan warisan ini, memadukan seni, arsitektur, dan signifikansi keagamaan. Tengara dan praktik ini berfungsi sebagai bukti kontribusi Islam terhadap sains, filsafat, dan budaya sepanjang sejarah.