Bank Mandiri kembali memperkokoh posisinya sebagai lembaga keuangan terdepan dengan mempertahankan pengakuannya sebagai salah satu perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik. Pengakuan ini diberikan melalui pemeringkatan Asia-Pacific’s Best Companies 2026.

Berdasarkan penilaian tersebut, Bank Mandiri tercatat sebagai perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi, melampaui 18 perusahaan Indonesia lainnya dengan skor 85,91.

Pencapaian ini merupakan hasil evaluasi terhadap tiga pilar utama: kepuasan karyawan, kinerja keuangan, dan transparansi keberlanjutan.

Pengakuan ini melanjutkan pencapaian positif Bank Mandiri dari tahun sebelumnya dalam daftar perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik, yang mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mempertahankan kinerja di tengah lanskap ekonomi global yang semakin kompleks.

Pencapaian positif ini adalah hasil dari strategi yang secara konsisten dijalankan perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnisnya.

“Pengakuan ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan kinerja yang solid dengan semangat pelayanan sepenuh hati. Kami terus memperkuat peran Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang adaptif, tangguh, dan berorientasi masa depan.”

Penguatan kinerja bisnis ditunjukkan melalui hasil keuangan nyata Bank Mandiri, dengan rata-rata pertumbuhan laba bersih tahunan (CAGR) selama lima tahun terakhir mencapai 27,4%, yang mencerminkan konsistensi dalam menjaga profitabilitas di tengah berbagai siklus ekonomi.

Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp56,3 triliun, didukung oleh kinerja solid yang tercermin dari akselerasi pendapatan non-bunga sebesar 14,5% year-on-year. Ekspansi kredit meningkat 13,4% secara tahunan menjadi Rp1.895 triliun, yang juga mendorong total aset perusahaan tumbuh 16,6% menjadi Rp2.829,9 triliun. Secara spesifik, penyaluran kredit UMKM tumbuh 4,88% year-on-year, memperkuat peran strategis Bank Mandiri dalam mendukung sekitar 1,3 juta pelaku usaha kecil dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pencapaian ini juga dipercepat dengan optimalisasi layanan keuangan melalui integrasi ekosistem Mandiri Group. Penguatan platform digital seperti Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin’ Merchant telah mendorong perluasan layanan yang lebih inklusif, tercermin dari pertumbuhan transaksi Livin’ dan Kopra masing-masing sebesar 21,3% year-on-year dan 14,5% year-on-year.

Kesuksesan Bank Mandiri dalam meraih predikat sebagai salah satu perusahaan terbaik di Asia Pasifik juga didukung oleh komitmen perusahaan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar pertumbuhan yang penting. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan lingkungan kerja yang semakin produktif, inklusif, dan kolaboratif untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan.

Penghargaan disampaikan kepada seluruh karyawan yang telah memainkan peran krusial dalam menjaga konsistensi kinerja perusahaan dan kualitas pelayanan hingga saat ini. Dedikasi mereka menjadi pilar utama di balik setiap inovasi dan layanan yang memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah atas loyalitas dan kepercayaan penuh yang diberikan kepada Bank Mandiri untuk tumbuh bersama.”

Di sisi lain, Bank Mandiri juga telah memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan melalui penerapan ESG yang terintegrasi ke dalam strategi bisnisnya. Bank Mandiri menerima peringkat ESG tertinggi di Indonesia dengan peringkat AA, sekaligus menempatkan Bank Mandiri sebagai salah satu bank dengan skor ESG terdepan di Asia Tenggara. Selanjutnya, profil risiko ESG perusahaan tercatat sebesar 9,5, menempatkannya dalam kategori diabaikan, yang mencerminkan tingkat risiko yang relatif rendah serta aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin terkelola dengan baik.

Ke depannya, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat bisnisnya melalui optimalisasi teknologi dan peningkatan ekosistem digital. Dengan posisinya sebagai penggerak ekosistem perekonomian bangsa, perusahaan akan terus menyediakan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.

“Bank Mandiri akan terus menghadirkan inisiatif strategis yang tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian dan masyarakat secara luas.”

Gedung Kantor Pusat Bank Mandiri

Gedung Kantor Pusat Bank Mandiri adalah landmark terkenal di Jakarta, Indonesia, yang terletak di kawasan bersejarah Kota Tua. Gedung ini awalnya dibangun pada awal abad ke-20 pada era kolonial Belanda untuk menampung Nederlandsche Handel-Maatschappij.

Gedung Kantor Pusat Bank Mandiri

Gedung Kantor Pusat Bank Mandiri adalah landmark terkenal di Jakarta, Indonesia, yang terletak di kawasan Kota Tua. Awalnya dibangun pada awal abad ke-20 pada era kolonial Belanda, gedung ini pertama kali digunakan sebagai kantor pusat untuk Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), salah satu pendahulu ABN AMRO. Setelah restorasi besar, gedung ini menjadi kantor pusat Bank Mandiri pada awal tahun 2000-an, memadukan gaya arsitektur Belanda yang bersejarah dengan fungsi perbankan modern.

Kota Tua

Kota Tua, juga dikenal sebagai Batavia Lama, adalah kawasan pusat kota bersejarah Jakarta, Indonesia. Didirikan pada abad ke-16 oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) sebagai ibu kota Hindia Belanda, kawasan ini berfungsi sebagai pusat administrasi dan komersial kekaisaran kolonial. Saat ini, bangunan kolonial Belanda yang terawat baik, seperti Museum Fatahillah (sebelumnya balai kota), berfungsi sebagai museum dan kafe, menjadikannya tempat warisan dan rekreasi yang populer.

Kota Tua

“Kota Tua” biasanya merujuk pada pusat bersejarah sebuah kota, yang sering kali ditandai dengan arsitektur yang terawat, jalan-jalan sempit, dan pasar tradisional. Distrik-distrik ini, seperti yang ada di Praha, Tallinn, atau Kairo, sering kali berasal dari zaman abad pertengahan atau kuno dan berfungsi sebagai pemukiman asli sebelum perluasan modern. Saat ini, distrik-distrik tersebut menjadi pusat budaya dan wisata populer yang melindungi warisan dan tata letak asli kota.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar di Indonesia, terletak di pesisir barat laut Jawa. Secara historis dikenal sebagai Sunda Kelapa dan kemudian Batavia di bawah kekuasaan kolonial Belanda, kota ini menjadi pusat kekaisaran perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda pada abad ke-17. Saat ini, kota ini adalah metropolis yang ramai dan luas yang berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi negara.

Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, yang sejarahnya ditandai oleh kerajaan Hindu-Buddha yang berpengaruh seperti Sriwijaya dan Majapahit, diikuti oleh berabad-abad kekuasaan kolonial Belanda sebelum meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Negara ini terkenal karena keanekaragaman budaya dan biologisnya yang luar biasa, dengan situs ikonik seperti kompleks candi Borobudur kuno dan budaya Hindu yang semarak di Bali. Saat ini, Indonesia berdiri sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara terpadat keempat.

Era kolonial Belanda

Era kolonial Belanda merujuk pada periode dari abad ke-17 hingga abad ke-20 ketika Belanda mendirikan kekaisaran luar negeri yang luas, terutama di Asia Tenggara (Hindia Belanda, sekarang Indonesia), Karibia (Suriname dan Antillen), serta sebagian Amerika dan Afrika. Era ini didorong oleh monopoli perdagangan melalui Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dan melibatkan eksploitasi sumber daya dan manusia, meninggalkan warisan kompleks berupa pertukaran budaya, pembangunan ekonomi, dan gangguan sosial yang mendalam. Sejarahnya ditandai oleh inovasi komersial dan realitas keras pemerintahan kolonial, termasuk perdagangan budak transatlantik.

Nederlandsche Handel-Maatschappij

Nederlandsche Handel-Maatschappij (Perusahaan Dagang Belanda), didirikan pada tahun 1824 oleh Raja William I, adalah perusahaan dagang yang disewa negara yang dirancang untuk menghidupkan kembali perdagangan Belanda setelah Perang Napoleon. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam membiayai dan mengelola perdagangan, terutama dengan Hindia Belanda, dan kemudian berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan utama di Belanda, yang akhirnya bergabung membentuk apa yang sekarang menjadi Bank ABN AMRO.