Sejumlah tamu program Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Ziarah yang dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan memuji tingkat organisasi dan layanan yang disediakan oleh Kerajaan kepada para tamu Yang Maha Pengasih. Mereka menegaskan bahwa tingkat ini mencerminkan perhatian dan kepedulian besar yang diberikan oleh kepemimpinan yang bijaksana dalam melayani tamu Rumah Suci Allah dan menyediakan semua sarana kenyamanan bagi mereka.
Pengembangan layanan dan teknologi modern
Para tamu menyoroti perkembangan teknologi dan sistem modern yang memudahkan jamaah dalam melaksanakan ibadah mereka dengan aman dan tenang, mulai dari prosedur penerimaan dan transportasi, hingga layanan kesehatan, organisasi, dan bimbingan yang disediakan bagi mereka.
Pengalaman jamaah Mahmoud Al-Kuzbari (Suriah)
Jamaah Mahmoud Al-Kuzbari dari Suriah menyampaikan apresiasinya atas layanan terpadu yang disediakan oleh Kerajaan sejak saat pertama kedatangannya, menunjukkan perhatian program “Tamu Penjaga Dua Masjid Suci” yang membuat kehadirannya di tempat-tempat tersuci menjadi momen luar biasa dalam hidupnya, menegaskan bahwa organisasi yang tepat dan perawatan menyeluruh mencakup semua kebutuhannya.
Kisah jamaah Taj El-Din Faisal (Sudan)
Jamaah Taj El-Din Faisal dari Sudan mengatakan bahwa kebahagiaannya dalam melaksanakan kewajiban Haji tahun ini tidak dapat digambarkan, dan bahwa layanan canggih serta organisasi terpadu melampaui ekspektasinya. Ia menjelaskan bahwa partisipasi ibunya dalam program ini memungkinkannya untuk melaksanakan Haji untuk pertama kalinya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Kerajaan atas isyarat mulia dan perawatan menyeluruh ini yang akan tetap terpatri dalam ingatan para tamu Yang Maha Pengasih.
Kata-kata jamaah Yaman Al-Sayed (Suriah)
Jamaah Yaman Al-Sayed dari Suriah menegaskan bahwa program “Penjaga Dua Masjid Suci” untuk Haji, Umrah, dan Ziarah mewujudkan pesan besar dalam melayani Islam dan umat Muslim serta merawat jamaah dari berbagai negara di dunia. Ia menambahkan bahwa organisasi yang baik di seluruh otoritas terkait mencerminkan kesungguhan Kerajaan untuk memudahkan pelaksanaan ibadah dalam suasana yang nyaman dan tenang, memuji upaya besar yang dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan untuk menyediakan semua kebutuhan jamaah yang menjadi tamu dalam program ini selama tinggal dan perjalanan mereka.
Penjaga Dua Masjid Suci
Gelar “Penjaga Dua Masjid Suci” adalah gelar kehormatan kerajaan yang digunakan oleh raja-raja Arab Saudi, yang menandakan peran mereka sebagai pelindung dua tempat tersuci dalam Islam: Masjid al-Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Gelar ini pertama kali diadopsi oleh Raja Fahd pada tahun 1986, menggantikan “Yang Mulia”, untuk menekankan tugas keagamaan kerajaan daripada kekuasaan politik. Ini mencerminkan peran sentral Arab Saudi di dunia Islam, mengawasi ibadah haji tahunan dan memelihara masjid-masjid suci.
Rumah Suci
“Rumah Suci” adalah terjemahan bahasa Inggris dari “Baitullah”, sebuah nama untuk Ka’bah di Mekah, tempat tersuci dalam Islam. Menurut tradisi Islam, ia awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya Ismail, dan telah menjadi pusat ibadah dan ziarah bagi umat Muslim selama lebih dari 1.400 tahun. Saat ini, ia menjadi titik fokus ibadah haji, di mana jutaan umat beriman mengelilinginya dalam pengabdian.
Masjid al-Haram
Masjid al-Haram, terletak di Mekah, Arab Saudi, adalah tempat tersuci dalam Islam dan menaungi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat umat Muslim di seluruh dunia. Sejarahnya bermula dari zaman Nabi Ibrahim dan Ismail, yang diyakini membangun Ka’bah, dan telah diperluas secara signifikan selama berabad-abad, terutama di bawah pemerintahan Islam dan pemerintah Saudi. Masjid ini dapat menampung jutaan jamaah, terutama selama ibadah haji tahunan.
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi, terletak di Madinah, Arab Saudi, adalah salah satu tempat tersuci dalam Islam, awalnya dibangun oleh Nabi Muhammad sendiri pada tahun 622 M setelah hijrahnya dari Mekah. Masjid ini berfungsi sebagai pusat komunitas Muslim awal, berfungsi sebagai masjid, sekolah, dan pusat politik. Selama berabad-abad, masjid ini telah diperluas dan direnovasi oleh berbagai penguasa Islam, dan saat ini menaungi makam Nabi, menarik jutaan peziarah setiap tahunnya.
Mekah
Mekah, terletak di Arab Saudi, adalah kota tersuci dalam Islam dan tempat kelahiran Nabi Muhammad. Kota ini merupakan rumah bagi Masjid al-Haram, yang berisi Ka’bah, bangunan suci yang menjadi arah kiblat umat Muslim. Sebagai tujuan ibadah haji tahunan, Mekah telah menjadi pusat keagamaan dan budaya yang vital selama lebih dari 1.400 tahun.
Madinah
Madinah, terletak di Arab Saudi modern, adalah salah satu kota tersuci dalam Islam, kedua setelah Mekah. Sejarahnya terkait erat dengan Nabi Muhammad, yang hijrah ke sana pada tahun 622 M—peristiwa yang dikenal sebagai Hijrah—dan mendirikan komunitas Muslim pertama. Kota ini adalah rumah bagi Al-Masjid an-Nabawi (Masjid Nabawi), yang berisi makam Muhammad dan berfungsi sebagai tempat ziarah utama.
Ka’bah
Ka’bah adalah bangunan suci berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, dan merupakan situs terpenting dalam Islam. Menurut tradisi Islam, ia awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, dan telah menjadi titik fokus ziarah dan doa selama berabad-abad. Umat Muslim di seluruh dunia menghadap Ka’bah selama salat harian mereka, dan ia adalah tujuan utama ibadah haji, sebuah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.