Mengonsumsi alkohol dengan durian dapat menyebabkan gejala seperti mual, wajah memerah, dan jantung berdebar, tetapi tidak ada bukti bahwa hal itu mematikan seperti yang dirumorkan.

Durian adalah buah tropis yang dibudidayakan di negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Buah ini berat, memiliki kulit berduri, dan aroma yang khas.

Durian menawarkan banyak manfaat kesehatan. Buah ini kaya akan energi, gula alami, lemak, polifenol, dan flavonoid.

Kandungan polifenol dan flavonoidnya yang tinggi bertindak sebagai antioksidan alami, melindungi sel-sel dari radikal bebas, mengurangi peradangan, dan memberikan manfaat jangka panjang.

Selain manis dan lembut, durian mengandung serat yang membantu pencernaan dan mengurangi risiko sembelit. Konsumsi yang tepat juga mendukung kesehatan mikrobiota usus.

Durian juga merupakan sumber vitamin C, vitamin B, kalium, magnesium, dan zat besi. Vitamin C memperkuat kekebalan tubuh, sementara kalium mengatur tekanan darah dan melindungi jantung. Beberapa ahli menyarankan bahwa durian matang bahkan dapat melindungi hati dan jantung.

Namun, rumor bahwa mencampurnya dengan alkohol bisa mematikan masih bertahan.

Pada 9 Juli, sebuah artikel verifikasi membantah mitos ini.

Mengutip penelitian dari Universitas Tsukuba (Jepang), yang diterbitkan di New Scientist, disebutkan bahwa durian mempersulit metabolisme alkohol saat dikonsumsi bersamaan.

Dalam penelitian tersebut, mereka menambahkan ekstrak durian segar ke dalam tabung yang berisi aldehida dehidrogenase (ALDH), enzim kunci untuk memecah racun di hati.

Karena kandungan belerangnya yang tinggi, durian menghambat hingga 70% aktivitas ALDH.

Hal ini dapat meningkatkan kadar asetaldehida, zat beracun yang menyebabkan mual, wajah memerah, dan takikardia, sehingga menimbulkan sensasi seperti berada di ambang kematian.

Kebingungan ini memicu mitos bahwa kombinasi tersebut mematikan, padahal tidak benar.

Pada kenyataannya, mencampurnya hanya memperlambat metabolisme alkohol, sehingga memperparah gejala.

Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah bahwa hal itu mematikan. Namun, disarankan untuk mengonsumsinya bersama-sama dengan bijak.

Setelah menyebarkan berita palsu tentang penculikan anak-anak di komune Biển Hồ (provinsi Gia Lai), penulis mengedit unggahan tersebut dengan menambahkan nomor rekening bank untuk meminta donasi kepada korban yang diduga.