Kebakaran yang terjadi di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, pada dini hari, menghancurkan 29 rumah dan berdampak pada 338 warga setempat.

Menurut informasi yang dikumpulkan, api diduga berasal dari pembakaran sampah oleh seorang warga pada dini hari tersebut. “Menurut yang saya dengar, ada yang membakar sampah malam itu. Rumahnya di bagian belakang. Karena angin kencang, api cepat menjalar dan mencapai rumah-rumah di depan,” ujar Dilah, yang diwawancarai di Musholla Istiqomah, tempat para korban mengungsi sementara. Dilah, yang ibu dan adik laki-lakinya menjadi korban kebakaran, menjelaskan bahwa laju api yang cepat menyebabkan kepanikan di antara warga, yang melarikan diri tanpa sempat menyelamatkan barang berharga, termasuk dokumen. “Apinya melompat antarrumah terlalu cepat. Tidak sempat menyelamatkan barang penting, hanya pakaian yang kami pakai. KTP kami pun ikut terbakar,” kata Bahar.

Bahar, salah satu warga terdampak yang untuk sementara mengungsi di Musholla Istiqomah.

Pria lanjut usia itu mengungkapkan rasa lega karena bisa menyelamatkan diri bersama istri dan anaknya. “Barang bisa dicari lagi, tetapi nyawa tidak,” ujarnya.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan mencatat 29 rumah hangus terbakar, berdampak pada 34 keluarga.

BPBD mendirikan dua tenda: satu sebagai tempat penampungan sementara dan satu lagi untuk menyimpan bantuan.

Jumlah korban terdampak mencapai 338 orang, termasuk 113 warga tetap dan 225 penghuni kontrakan. Seorang petugas di tenda BPBD di Kantor Kelurahan Kesawan menyatakan bahwa bantuan dari pemerintah kota dan sumber lainnya sudah tiba. “Kota menyediakan beras, mi instan, pakaian, dan makanan. Kami juga mendapat dukungan dari anggota dewan setempat dan organisasi pemuda,” jelasnya. Ia menambahkan, sebanyak 400 porsi makanan dibagikan pada pagi hari dan 400 porsi lagi pada sore hari, beserta beras, mi, dan air mineral. BPBD juga menyediakan dua kamar mandi bergerak di Kantor Kelurahan Kesawan. Sebagian korban masih mengungsi sementara di Musholla Istiqomah.

Jalan Putri Hijau

Jalan Putri Hijau, yang terletak di Medan (Indonesia), dinamai berdasarkan legenda putri Melayu Putri Hijau (“Putri Hijau”), tokoh sentral dalam cerita rakyat setempat. Kawasan ini mencerminkan kekayaan warisan budaya Medan, memadukan arsitektur kolonial dengan pengaruh Melayu tradisional. Secara historis, kawasan ini merupakan area yang dinamis, menampilkan masa lalu multikulturalnya melalui bangunan ikonik seperti Istana Maimun dan Masjid Raya Medan.

Kelurahan Kesawan

Kelurahan Kesawan, di Medan (Sumatera Utara, Indonesia), adalah kawasan bersejarah yang dikenal dengan arsitektur kolonial dan relevansi budayanya. Dulunya pusat perdagangan pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini masih menyimpan bangunan seperti Rumah Tjong A Fie, yang mencerminkan warisan multikultural Medan. Saat ini, kawasan ini merupakan area dinamis yang memadukan sejarah, perdagangan, dan tradisi lokal.

Kecamatan Medan Barat

Kecamatan Medan Barat adalah kawasan perkotaan yang dinamis di Medan (Indonesia), terkenal dengan kepentingan komersial dan budayanya. Kawasan ini berkembang sebagai pusat ekonomi pada masa kolonial Belanda, terlihat dari arsitektur dan tata kotanya. Saat ini, kawasan ini memadukan modernitas dengan bangunan bersejarah seperti Rumah Tjong A Fie.

Musholla Istiqomah

Musholla Istiqomah adalah sebuah musala kecil atau ruang salat yang umum ditemukan di komunitas Indonesia, digunakan untuk salat harian dan kegiatan keagamaan. Meskipun sejarahnya bervariasi tergantung lokasi, musala ini dibuat oleh komunitas setempat untuk memudahkan ibadah dan pengajian Al-Qur’an. Musala ini mencerminkan tradisi Islam yang kuat di Indonesia dan pentingnya praktik keagamaan komunal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan

BPBD Medan adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pencegahan, mitigasi, dan respons bencana di Medan (Indonesia). Lembaga ini mengoordinasikan keadaan darurat, kampanye kesadaran, dan program pemulihan terhadap risiko seperti banjir atau gempa bumi yang sering terjadi di Sumatera Utara.

Kantor Kelurahan Kesawan

Kantor Kelurahan Kesawan adalah gedung administrasi bersejarah di Medan (Sumatera Utara, Indonesia). Terletak di kawasan Kesawan -terkenal dengan arsitektur kolonial abad ke-19 dan ke-20-, gedung ini melambangkan warisan budaya saat Medan menjadi pusat perdagangan di bawah kekuasaan Belanda.