Jakarta – Cuaca di Medan kembali menjadi sangat panas, bahkan Google Weather mengklasifikasikannya sebagai “panas berlebihan”, yang berarti suhu berada di atas normal. Demikian disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Jakarta
Jakarta, ibu kota Indonesia, adalah metropolis yang ramai dengan sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-4 sebagai pelabuhan Hindu. Kemudian menjadi pusat perdagangan penting di bawah kekuasaan kolonial Belanda, yang dikenal sebagai Batavia, sebelum mengadopsi nama saat ini setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Kini, Jakarta adalah pusat budaya dan ekonomi yang dinamis, memadukan gedung pencakar langit modern dengan landmark bersejarah seperti Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas).
Medan
Medan adalah ibu kota Sumatra Utara, Indonesia, dan pusat budaya serta ekonomi yang dinamis. Didirikan pada abad ke-16, kota ini berkembang pesat selama era kolonial Belanda sebagai pusat perkebunan tembakau dan karet. Kini, Medan dikenal karena keragaman budayanya, dengan pengaruh Melayu, Tionghoa, India, dan Batak, serta monumen seperti Istana Maimun dan Masjid Raya Medan yang mencerminkan sejarahnya yang kaya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah lembaga nasional Indonesia yang bertugas memantau fenomena meteorologi, klimatologi, dan geofisika, termasuk gempa bumi dan tsunami. Didirikan pada tahun 1947 selama era kolonial Belanda sebagai *Meteorologisch en Geofisiche Dienst*, kemudian dinasionalisasi setelah kemerdekaan Indonesia. Saat ini, BMKG memainkan peran penting dalam sistem peringatan dini dan penelitian iklim untuk melindungi keselamatan publik dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Laboratorium Terbuka BMKG
**Laboratorium Terbuka BMKG** adalah fasilitas yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, yang dirancang untuk penelitian, pendidikan, dan diseminasi ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Dibuat untuk mendorong transparansi dan kolaborasi, laboratorium ini menawarkan akses ke data waktu nyata, pameran interaktif, dan program pelatihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan kesadaran iklim. Fasilitas ini mencerminkan misi BMKG untuk memajukan pengetahuan ilmiah dan pemahaman publik tentang fenomena lingkungan di Indonesia.
Campbell Stokes
Pencatat Campbell-Stokes adalah instrumen meteorologi yang ditemukan pada tahun 1853 oleh John Francis Campbell dan disempurnakan oleh George Stokes. Alat ini mengukur durasi sinar matahari dengan memfokuskan sinar matahari melalui bola kaca yang membakar tanda pada kartu yang dikalibrasi, yang menunjukkan intensitas dan durasi sinar matahari. Signifikan secara historis, alat ini tetap menjadi salah satu alat tertua dan paling awet untuk mencatat radiasi matahari.
Sumatra Utara
Sumatra Utara, yang terletak di pulau Sumatera di Indonesia, adalah wilayah yang beragam dan dikenal karena bentang alamnya yang menakjubkan, seperti Danau Toba (danau vulkanik terbesar di dunia) dan hutan-hutan di Taman Nasional Gunung Leuser. Wilayah ini memiliki warisan budaya yang kaya, sebagai rumah bagi masyarakat Batak, yang tradisi, musik, dan arsitekturnya yang khas sangat menonjol. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari kerajaan-kerajaan dagang kuno dan kemudian dipengaruhi oleh kolonialisme Belanda, yang membentuk perkembangan modernnya.