Sekolah negeri N.B. Desai di Mangrol-Vankal merayakan Hari ‘Selamatkan Anak Perempuan, Didik Anak Perempuan’ sebagai bagian dari inisiatif ‘Nari Vandana Utsav-2025’ dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Lebih dari 180 siswi berpartisipasi dalam program kesadaran ini, di mana mereka diberi informasi tentang pentingnya pendidikan tinggi, kebersihan menstruasi, keselamatan, serta undang-undang dan program pemerintah untuk perlindungan anak perempuan.

Petugas Pelarangan Mahar mendorong para remaja putri untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dan menasihati mereka agar terinspirasi oleh perempuan-perempuan terkemuka untuk maju. Petugas Medis memberikan rincian tentang Undang-Undang PC dan PNDT, kebersihan remaja, risiko kehamilan dini, dan langkah-langkah pencegahan.

Juga diinformasikan tentang manfaat program seperti Unit Perlindungan Anak, Pusat OSC, Pusat PBCSC, Narigriha, Saluran Bantuan Perempuan 181, dan Undang-Undang POCSO. Selama acara, surat persetujuan diberikan kepada penerima manfaat skema ‘Whali Beti’.

Hadir dalam acara tersebut pejabat sekolah, guru, dan banyak siswi.

Sekolah Negeri N.B. Desai

Sekolah Negeri N.B. Desai adalah lembaga pendidikan yang diakui di India, terkenal karena komitmennya terhadap pendidikan berkualitas dan pengembangan siswa secara menyeluruh. Dinamai menurut N.B. Desai, seorang tokoh terkemuka di wilayah tersebut, sekolah ini memiliki rekam jejak keunggulan akademik dan prestasi ekstrakurikuler. Meskipun rincian pendiriannya mungkin berbeda, sekolah ini tetap menjadi pilar yang dihormati di komunitas lokal, berkontribusi pada pendidikan selama beberapa generasi.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak

**Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak** adalah badan pemerintah yang didedikasikan untuk memajukan kesejahteraan, hak, dan pengembangan perempuan dan anak. Badan ini menerapkan kebijakan, program, dan inisiatif untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi, serta mengatasi ketidaksetaraan gender dan perlindungan anak. Kantor-kantor ini mendapatkan relevansi global sejak akhir abad ke-20, selaras dengan tujuan seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Unit Perlindungan Anak

**Unit Perlindungan Anak (UPI)** adalah departemen khusus yang melindungi anak-anak dari pelecehan, penelantaran, dan eksploitasi. Unit ini beroperasi di dalam layanan sosial, aparat keamanan, atau sistem kesehatan, menawarkan intervensi dan dukungan kepada anak-anak yang berisiko. Konsep ini muncul pada akhir abad ke-20 karena kebutuhan akan struktur formal untuk menjamin hak dan keselamatan anak.

Pusat OSC

**Pusat OSC** (Pusat Konvensi dan Pameran Oman) adalah tempat modern di Muskat, diresmikan pada tahun 2016 untuk menjadi tuan rumah acara internasional. Dengan desain berkelanjutan dan teknologi canggih, pusat ini mencerminkan komitmen Oman sebagai pusat pertukaran budaya dan bisnis, mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional Oman.

Pusat PBCSC

**Pusat PBCSC** (Pusat Pertukaran Lintas Selat di Zona Eksperimental Komprehensif Pingtan) adalah pusat di Pingtan, Tiongkok, yang mendorong kerja sama antara Tiongkok daratan dan Taiwan. Sebagai bagian dari Zona Eksperimental Pingtan, pusat ini mempromosikan pertukaran budaya, seni, dan komersial untuk memperkuat integrasi di Selat Taiwan.

Narigriha

Narigriha, atau “Rumah Hiburan”, adalah situs bersejarah di India yang terkait dengan istana kerajaan kuno, digunakan sebagai ruang rekreasi bagi keluarga kerajaan. Meskipun asal-usulnya tidak pasti, tempat ini mencerminkan gaya arsitektur tradisional dan praktik budaya istana. Kini, tempat ini melambangkan kemegahan kerajaan bersejarah India.

Saluran Bantuan Perempuan 181

**Saluran Bantuan Perempuan 181** adalah layanan darurat gratis di India untuk membantu perempuan dalam situasi kekerasan atau pelecehan. Dibuat oleh pemerintah, layanan ini menawarkan konsultasi hukum, penyelamatan, dan dukungan psikologis 24/7. Beroperasi di banyak negara bagian, memperkuat keselamatan dan hak-hak perempuan.

Undang-Undang POCSO

**Undang-Undang POCSO (Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual)** adalah peraturan India tahun 2012 yang memerangi pelecehan anak. Undang-undang ini menetapkan kejahatan spesifik, prosedur hukum yang disesuaikan dengan anak, dan hukuman berat bagi pelaku. Pada tahun 2019, undang-undang ini diubah untuk memasukkan hukuman mati dalam kasus-kasus berat.