Pada pagi hari tanggal 5 Agustus, terjadi insiden berbahaya di ruas Qichun Sungai Yangtze: seorang anak laki-laki berusia 12 tahun tidak sengaja jatuh ke air, dan ayahnya melompat untuk menyelamatkannya. Keduanya terseret arus deras.

Pagi itu, tim Qizhou dari Dinas Kelautan Qichun di Huangshi melakukan patroli rutin dengan kapal. Pukul 09.06 WIB, mereka menerima panggilan darurat: ada orang di air! Dipandu oleh Pusat Manajemen Lalu Lintas Huangshi, para petugas dengan cepat mengidentifikasi lokasi dan meluncur dengan kecepatan penuh ke tempat kejadian.

Pukul 09.09 WIB, sekitar 100 meter di hulu pelampung merah Li Jia Zhou No. 1, mereka melihat dua orang berjuang melawan arus. Kapal menyesuaikan haluan dan awak kapal melemparkan pelampung penyelamat, berhasil mengevakuasi mereka pada pukul 09.11 WIB.

Belakangan diketahui bahwa mereka adalah ayah dan anak. Anak itu terpeleset ke sungai, dan ayahnya, tanpa jaket pelampung, melompat untuk membantunya tetapi kewalahan oleh arus. Saat dievakuasi, sang ayah kelelahan dan sang anak ketakutan. Pukul 09.17 WIB, mereka sudah selamat di kapal mereka, “Mingyi XX”, tanpa luka serius.

Otoritas kelautan mengingatkan masyarakat: kasus tenggelamnya anak di bawah umur telah meningkat. Orang tua harus mengawasi anak-anak mereka, mendidik mereka untuk menjauhi perairan berbahaya, dan tidak melakukan upaya penyelamatan tanpa tindakan pencegahan. Dalam keadaan darurat, hubungi 12395.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze, sungai terpanjang di Asia dan terpanjang ketiga di dunia, membentang lebih dari 6.300 km di Tiongkok. Sungai ini vital bagi sejarah, budaya, dan ekonomi Tiongkok, menjadi tempat lahirnya peradaban Tiongkok selama ribuan tahun. Saat ini, sungai ini menjadi rumah bagi proyek-proyek seperti Bendungan Tiga Ngarai dan tetap menjadi poros ekologis dan ekonomi.

Qichun

Qichun adalah sebuah kabupaten di Hubei dengan warisan budaya yang kaya. Didirikan pada masa Dinasti Han (206 SM–220 M), terkenal sebagai tanah kelahiran Li Shizhen, seorang dokter dari Dinasti Ming yang menulis *Kompendium Materia Medica*. Wilayah ini menonjol karena budaya pengobatan tradisionalnya dan pemandangan seperti Taman Kesehatan Li Shizhen.

Huangshi

Huangshi, sebuah kota di Hubei, dikenal karena pertambangannya (besi dan tembaga) dan sejarah industrinya. Pembangunannya berkembang pesat pada abad ke-20, tetapi juga memiliki daya tarik alam seperti Gunung Xisai dan Taman Tambang Nasional, yang mencerminkan warisannya. Saat ini, kota ini bergerak menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Qizhou

Qizhou, atau Tungku Qizhou, adalah situs bersejarah di Hubei yang terkenal dengan keramik kunonya (Dinasti Tang dan Song). Tempat ini merupakan pusat produksi porselen celadon dan porselen berlapis putih, yang berkontribusi pada warisan keramik Tiongkok. Reruntuhannya mengungkapkan keahlian dan perdagangan tradisional.

Pelampung Merah Li Jia Zhou No. 1

“Pelampung merah Li Jia Zhou No. 1” adalah tanda navigasi di Sungai Yangtze, yang penting untuk memandu kapal di perairan berbahaya. Ini adalah bagian dari sistem pelampung Tiongkok yang menjamin keselamatan sungai, melambangkan kemajuan dalam navigasi perairan pedalaman.

Mingyi XX

Tampaknya ada kesalahan atau nama yang tidak lengkap pada “Mingyi XX”. Jika Anda merujuk pada situs bersejarah atau budaya yang terkait dengan **Mingyi** (mungkin “keadilan yang cemerlang” atau gelar Tiongkok), mohon berikan nama yang benar untuk deskripsi yang akurat.

Contoh: jika itu adalah **Ngarai Mingyue (明月峡)** di Sichuan:
*Jalur pegunungan dengan jalan papan dari Dinasti Qin, digunakan sebagai rute perdagangan dan militer di Jalur Shu kuno.*