Persaingan gelar juara musim 2025/2026 semakin memanas. Kompetisi kini menyempit menjadi tiga tim teratas: Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta.
Saat ini, Persib Bandung memimpin klasemen sementara dengan 64 poin. Tim unggul empat poin dari Borneo FC dan sembilan poin dari Persija Jakarta.
Meski berada di posisi terdepan, Persib Bandung belum sepenuhnya aman. Dengan tujuh pertandingan tersisa, setiap laga menjadi krusial dalam menentukan nasib Maung Bandung dalam perebutan gelar.
Di atas kertas, Persib Bandung menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan dua pesaingnya. Persib Bandung masih harus menghadapi beberapa tim kuat seperti Persija Jakarta, Arema FC, Bhayangkara FC, PSM Makassar, PSIM Yogyakarta, dan Dewa United.
Tak hanya itu, Persijap Jepara juga berpotensi menjadi batu sandungan bagi Persib Bandung. Tim tersebut dipastikan akan berjuang habis-habisan untuk menghindari ancaman degradasi.
Di sisi lain, Borneo FC juga memiliki jadwal yang menantang. Mereka akan menghadapi PSM Makassar, Persita Tangerang, Bali United, dan Malut United.
Sementara itu, Persija Jakarta memiliki jadwal yang relatif lebih ringan. Namun, pertandingan melawan Persib Bandung diprediksi akan menjadi penentu dalam perebutan gelar musim ini.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa tidak ada pertandingan mudah dalam kompetisi musim ini. Ia meyakini semua tim memiliki potensi untuk saling mengalahkan, terlepas dari posisi mereka di klasemen.
“Menurut saya, semua pertandingan sulit. Di liga ini, tidak ada tim yang bisa disebut mudah. Semua tim bisa saling mengalahkan,” ujar Bojan Hodak.
Bojan Hodak juga memberikan contoh bagaimana tim papan bawah mampu membuat kejutan saat menghadapi tim besar. Ini membuktikan bahwa Persib Bandung tidak boleh lengah di setiap pertandingan.
“Bahkan tim dari papan bawah bisa mengalahkan tim papan atas. Jadi setiap tim memiliki pertandingan sulit, dan kami harus fokus satu per satu pertandingan,” kata Bojan Hodak.
Melihat situasi ini, konsistensi dan fokus menjadi kunci bagi Persib Bandung untuk mempertahankan peluang meraih gelar juara hingga akhir musim.

Seorang pengendara motor tewas seketika setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk tak dikenal di Jalan A H Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Kecelakaan ini menyisakan tanda tanya besar karena sopir truk melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban yang diketahui berinisial GN, warga Kota Bandung, meninggal di tempat akibat luka parah setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya, yang diduga disenggol oleh kendaraan berat tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi D 2683 ACZ dari arah barat ke timur di ruas Jalan A H Nasution. Kondisi lalu lintas saat itu dilaporkan relatif lancar.
Peristiwa nahas terjadi ketika korban berada di lokasi kejadian dan bersentuhan dengan kendaraan lain.
Sepeda motor yang dikendarai korban diduga ditabrak oleh sebuah truk ringan yang melaju dari jalur berlawanan. Benturan tersebut menyebabkan korban kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh ke jalan.
“Setibanya di lokasi, kendaraan korban ditabrak atau disenggol oleh kendaraan yang diduga truk ringan,” ujar seorang petugas.
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Tidak ada kesempatan bagi korban untuk mendapatkan pertolongan medis karena kondisinya sudah tidak tertolong.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya, jenazah GN dibawa ke instalasi forensik RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban meninggal