Seiring meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia, menjaga mobilitas di usia lanjut menjadi tantangan kesehatan yang semakin krusial. Masalah sendi, khususnya osteoartritis atau degenerasi sendi, kini menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas dan penurunan kemandirian pada populasi.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit sendi (artritis) menempati peringkat kedua sebagai penyakit paling umum pada kelompok lansia setelah hipertensi. Kondisi ini sering menyebabkan kesulitan berjalan, naik tangga, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Columbia Asia Hospital Medan mengadakan media gathering bertajuk “Solusi Terkini untuk Nyeri Lutut dan Osteoartritis.” Acara ini memberikan edukasi tentang pentingnya penanganan sendi yang tepat dan berkelanjutan untuk memulihkan kualitas hidup pasien.
Seorang dokter menjelaskan bahwa banyak orang masih menunda pengobatan karena khawatir dengan prosedur bedah.
“Total Knee Replacement (TKR) adalah prosedur efektif untuk mengurangi nyeri kronis dan memulihkan fungsi gerak, terutama pada kasus osteoartritis parah,” demikian disampaikan.
Ditambahkan bahwa perkembangan teknologi medis saat ini memungkinkan prosedur yang lebih aman dan presisi. Dengan teknik bedah minimal invasif dan program rehabilitasi terstruktur, tingkat keberhasilan prosedur ini semakin tinggi.
“Banyak pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan kini dapat berjalan dengan nyaman kembali dan melakukan aktivitas secara mandiri,” lanjutnya.
Layanan ortopedi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk mendukung masyarakat Sumatera Utara dalam menghadapi penyakit degeneratif. Melalui fasilitas Orthopaedic Center, rumah sakit menyediakan penanganan komprehensif mulai dari diagnosis hingga pemulihan pasca-prosedur.
Ditekankan bahwa akses terhadap layanan ortopedi berkualitas adalah kunci untuk menjaga kualitas hidup populasi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi harus menahan rasa sakit dalam jangka panjang. Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, layanan ini diharapkan dapat membantu pasien kembali aktif,” demikian disampaikan.
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat lebih memahami bahwa nyeri lutut bukanlah kondisi yang harus diterima sebagai bagian dari proses penuaan. Perawatan yang tepat dan tepat waktu merupakan langkah penting dalam menjaga mobilitas dan kualitas hidup.