Hyderabad: Di wilayah hukum polsek Chaderghat, seorang pemuda membunuh adik laki-lakinya dengan cara menggorok lehernya menggunakan pisau setelah adiknya yang sedang mabuk membuat keributan. Polisi melaporkan bahwa korban, Haider Hussain, warga Usmanpura, Chaderghat, memiliki seorang putra bungsu bernama Safdar Hussain (24), yang bekerja sebagai pembuat lassi dan kecanduan alkohol. Setiap hari, ia pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan bertengkar dengan ibunya, Syeda Zara Fatima, serta kerabat keluarga lainnya.

Mengikuti pola ini, tadi malam jam 11 malam, Safdar Hussain pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, bertengkar dengan ibunya Zara Fatima dan kakak laki-lakinya Hashim alias Aslam Hussain, lalu pergi ke kamarnya dan tidur. Pada Rabu pagi jam 5 pagi, Safdar Hussain bangun, mulai mengambil barang-barang rumah tangga dan melemparkannya, menyebabkan kerusakan di dalam rumah. Ketika ibunya Zara Fatima turun tangan untuk menghentikannya, Safdar Hussain mengancam akan membunuhnya dan mendorongnya.

Baca Juga…

Kakak laki-laki menyerang setelah ibu didorong

Akibat dorongan tersebut, Zara Fatima jatuh ke tanah. Saat itu, putra sulungnya, Hashim, yang sedang tidur di kamar lain, keluar. Melihat Safdar Hussain bertengkar dengan ibu mereka, ia mengambil pisau yang digunakan saat ritual berkabung Muharram dan menyerang Safdar Hussain. Mereka berdua berkelahi hingga keluar, dekat area parkir gedung Pabrik Es.

Di dekat area parkir, Hashim memukuli Safdar Hussain, menjatuhkannya, dan setelah menggorok lehernya dengan pisau, ia kemudian menusuk dada dan tangan kanannya berkali-kali dengan pisau yang sama. Safdar Hussain tewas di tempat akibat serangan ini. Setelah menerima informasi tentang kejadian tersebut, polisi Chaderghat tiba di lokasi dan mengirimkan jenazah Safdar Hussain ke kamar mayat Rumah Sakit Osmania untuk menjalani otopsi. Berdasarkan pengaduan yang diterima, polisi mendaftarkan kasus pembunuhan dan menahan Hashim.

Polsek Chaderghat

Polsek Chaderghat adalah kantor polisi bersejarah yang terletak di Hyderabad, India, yang awalnya didirikan pada masa pemerintahan Nizam di awal abad ke-20. Kantor ini terletak di kawasan Chaderghat, dekat Sungai Musi, dan telah menjadi bagian penting dari penegakan hukum kota serta arsitektur era kolonial selama beberapa dekade.

Usmanpura, Chaderghat

Usmanpura adalah lingkungan bersejarah di kawasan Chaderghat, Hyderabad, India, yang dikenal karena komunitas Muslim Syiahnya yang signifikan dan landmark budayanya. Lingkungan ini secara historis terkenal karena memiliki **Bibi Ka Alawa**, sebuah situs keagamaan yang dihormati yang memperingati kesyahidan Hazrat Abbas, dan telah menjadi pusat perayaan Muharram selama beberapa generasi. Perkembangan dan karakter daerah ini sangat terkait dengan warisan Islam Hyderabad yang lebih luas dan patronase para Nizam.

Gedung Pabrik Es

Gedung Pabrik Es adalah struktur industri bersejarah, yang awalnya dibangun pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, yang digunakan untuk produksi dan penyimpanan es sebelum adanya pendinginan modern. Seringkali terletak di kota-kota pelabuhan, bangunan-bangunan ini adalah contoh penting dari warisan industri dan sering kali digunakan kembali secara adaptif sebagai galeri seni, ruang pertunjukan, atau kompleks komersial. Arsitektur bata atau betonnya yang kokoh berfungsi sebagai pengingat nyata dari perdagangan es yang dulunya sangat penting yang mendukung industri pengawetan makanan dan pengiriman.

Rumah Sakit Osmania

Rumah Sakit Osmania adalah rumah sakit umum utama di Hyderabad, India, yang didirikan pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Nizam terakhir Hyderabad, Mir Osman Ali Khan. Rumah sakit ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan berafiliasi dengan Osmania Medical College, menjadikannya salah satu rumah sakit pendidikan tertua dan terbesar di wilayah tersebut.

Ritual berkabung Muharram

Ritual berkabung Muharram adalah serangkaian ibadah keagamaan Muslim Syiah yang terutama diadakan pada bulan pertama kalender Islam, memperingati kesyahidan Imam Husain, cucu Nabi Muhammad, pada Pertempuran Karbala tahun 680 M. Ritual-ritual ini, yang mencakup prosesi, pembacaan, dan drama gairah (Ta’zieh), mengekspresikan kesedihan dan solidaritas, berfungsi sebagai perwujudan mendalam dari pengorbanan dan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam tradisi Syiah.