Depok –
Dengan jadwal yang padat dan tingkat stres yang tinggi akibat mengasuh anak, kehadiran jasa penitipan anak menjadi angin segar bagi para orang tua. Kebutuhan akan jasa penitipan anak ini menjadi ide bisnis bagi seorang wanita yang kisahnya menjadi viral.
Media sosial ramai membicarakan ide kreatif seorang wanita yang menawarkan jasa baby sitter dengan tarif sangat terjangkau, hanya Rp 20.000 per jam. “Jasa baby sitter per jam, pesan sekarang,” bunyi unggahan tersebut.
Layanan unik ini menjadi viral setelah sebuah akun Instagram membagikan konten yang mendorong orang tua untuk kencan dengan tenang tanpa merasa bersalah meninggalkan si kecil.
Tidak seperti pengasuh konvensional yang biasanya terikat kontrak bulanan dengan biaya mahal, jasa baby sitter per jam ini menjadi solusi bagi keluarga yang hanya membutuhkan bantuan untuk waktu singkat.
Layanan yang ditawarkan bukan hanya bantuan fisik dalam menjaga bayi, tetapi juga memberikan ruang bagi orang tua untuk menjaga kesehatan mental mereka melalui waktu berkualitas, sementara keamanan dan kenyamanan anak tetap berada di tangan yang tepat.
“Kalau saya naikkan tarif, tidak ada yang pesan, bahkan Rp 20.000/jam pun masih ada yang nawar,” tulis pemilik akun. Mereka kini telah menetapkan harga terbaru sebesar Rp 30.000 per jam.

Unggahan tentang ide layanan unik ini telah ditonton lebih dari 724 ribu kali dan langsung mendapat banjir komentar dari warganet. Beberapa di antaranya kagum dan tertarik untuk memesan jasanya.
“Mungkin ini yang namanya… Tidak ada yang namanya susah cari rezeki/job yang halal, asal mau berusaha pasti ada peluang, yang penting tidak gengsi,” puji salah satu pengguna.
“Tolong perbanyak baby sitter per jam seperti ini, daerah Bogor ya tolonggg,” harap akun lain.
“Kalau dipanggil ke rumah, suami saya LDR, saya ingin me-time untuk keluar, apakah itu bisa?” tanya pengguna lainnya.
Konfirmasi
Orang di balik ide bisnis viral jasa baby sitter Rp 30 ribu per jam adalah seorang wanita. Jasa baby sitter ini berawal dari sebuah keterbatasan. Wanita berusia 30 tahun dari Cimanggis, Depok, Jawa Barat, awalnya ingin bekerja di luar negeri.
Namun, karena tidak mendapat izin dari suaminya, ia mencoba mencari peruntungan di dalam negeri. Sayangnya, jadwal kerja yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia jasa umumnya dirasa kurang fleksibel.
“Awalnya saya ingin kerja di luar negeri, tapi suami tidak mengizinkan. Saya sudah daftar kerja di sini, tapi tidak ada panggilan. Satu-satunya waktu saya dipanggil, jam kerjanya dari pagi sampai malam,” jelasnya.
Tidak mau menyerah, ia menjelajahi internet dan menemukan konsep pengasuh anak, yang belum banyak dipertimbangkan orang. Ia akhirnya berani mengunggah video pertamanya pada Agustus 2025.
Sebulan kemudian, ia mendapat klien pertamanya untuk mendampingi seorang ibu setelah operasi kecil di rumah sakit. Dari sana, jasanya mulai dikenal luas berkat kekuatan media sosial.
“Saat di rumah sakit,