Di tengah tantangan menyusutnya jumlah situ penampungan air di Kota Depok yang kini tersisa 23 lokasi, Situ Pedongkelan di Cimanggis menjadi fokus utama. Komitmennya adalah melakukan transformasi total terhadap situ seluas 5,7 hektare ini agar tidak lagi dipandang sebagai kawasan yang kumuh dan suram.

Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Situ Pedongkelan sebagai instrumen pengendali banjir vital bagi aliran Kali Laya, yang berdampak langsung pada kawasan rawan seperti Taman Duta, Bukit Cengkeh, dan Tugu.

Audit Lapangan: Dari Sedimen hingga Ancaman Kerusakan Struktur

Dalam inspeksi langsung yang berlangsung lebih dari tiga jam, bentangan tepian situ sepanjang 2 kilometer disurvei. Pemantauan mengungkap sejumlah masalah teknis mendesak:

  • Pengerukan Sedimen: Kedalaman situ diperkirakan menyusut hingga 40 persen akibat penumpukan lumpur. Ini memicu urgensi pengerukan agar situ dapat kembali berfungsi optimal sebagai penampung air dan fasilitas olahraga perahu naga.

  • Kerusakan Dinding Penahan: Ditemukan beberapa titik dinding penahan yang ambruk menutupi saluran pembuangan air, yang jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko kegagalan struktur serupa tragedi Situ Gintung.

  • Masalah Sanitasi: Keberadaan limbah kandang ternak dan sampah rumah tangga masih mencemari badan air.

Strategi Kolaborasi Lintas Provinsi

Menyadari bahwa revitalisasi situ membutuhkan pendanaan signifikan, langkah progresif telah diambil dengan memulai komunikasi lintas wilayah. Mengingat Situ Pedongkelan terletak di perbatasan Depok dan Jakarta Timur, koordinasi anggaran dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jakarta sedang digali.

“Ini akan melibatkan banyak instansi untuk mempercantik Situ Pedongkelan. Koordinasi telah dilakukan agar langkah perbaikan dapat ditindaklanjuti secara komprehensif,” demikian pernyataannya.

Target: Destinasi Wisata dan Pusat UMKM

Visi besar revitalisasi ini adalah mengubah Situ Pedongkelan menjadi magnet ekonomi kreatif. Saat ini, penataan awal telah dimulai dengan pembangunan 36 kios UMKM semi-permanen, 20 di antaranya sudah beroperasi aktif.

Ada optimisme bahwa dengan pembangunan jalur jogging dan infrastruktur yang lebih aman di sisi timur, kawasan ini akan menjadi destinasi rekreasi utama warga.

“Kami tahu sisi timur masih rawan longsor dan licin saat hujan. Peningkatan infrastruktur jalan adalah kunci agar wisatawan merasa nyaman dan perekonomian lokal tumbuh,” tambahnya.

Melalui sinergi antara normalisasi fungsi ekologis dan penataan ruang publik, Situ Pedongkelan diharapkan tidak sekadar menjadi kolam penampung banjir, melainkan bertransformasi menjadi aset berharga yang mempercantik wajah Kota Depok ke depannya.

Situ Pedongkelan

“Situ Pedongkelan” adalah sebuah danau buatan yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia, dibuat pada abad ke-18 untuk irigasi dan pengelolaan air. Saat ini, berfungsi sebagai tempat rekreasi lokal populer untuk memancing dan rekreasi keluarga, dikelilingi kawasan permukiman. Namanya mencerminkan sejarahnya, dengan “Situ” berarti danau dalam bahasa Sunda dan “Pedongkelan” diyakini berasal dari istilah lokal.

Kota Depok

Kota Depok adalah sebuah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang awalnya didirikan pada abad ke-17 sebagai perkebunan pertanian pribadi. Berkembang dari permukiman kecil menjadi pusat hunian dan pendidikan utama, terutama setelah ditetapkan secara resmi sebagai kota administratif pada 1999. Saat ini, dikenal dengan banyak universitasnya dan sebagai bagian penting dari wilayah metropolitan Jakarta Raya.