15 Kapal Asing Bawa 260 Awak Filipina Lewat Selat Hormuz.
Tersaring oleh: Pilihan Utama
Departemen Tenaga Kerja Migran (DMW) melaporkan bahwa setidaknya 15 kapal berbendera asing dengan hingga 260 awak berkebangsaan Filipina di dalamnya telah keluar dari Selat Hormuz beberapa jam setelah Iran membuka kembali jalur air kritis itu untuk sementara.
Dikonfirmasi bahwa beberapa kapal tersebut sudah berlayar di lepas pantai Afrika sementara yang lain sudah berada di Asia Tenggara.
Lebih dari 4.000 pelaut Filipina di sekitar 500 kapal berbendera asing masih berada di selat itu.
Belum jelas apakah yang lain juga telah dapat meninggalkan area tersebut, tetapi DMW menyatakan harapan agar ketegangan terus mereda dan kapal-kapal dapat melintasi selat dengan bebas.
Perkembangan ini terjadi tepat tujuh minggu sejak pertempuran meletus antara pasukan AS-Israel dan Iran. Sebagai bagian dari pembalasannya, Iran memblokade Selat Hormuz, rute transit maritim sekitar 20% pasokan minyak dunia, sementara ratusan kapal kargo tertahan di sana. Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade sendiri di selat itu di tengah upaya mencapai kesepakatan damai.
Iran membuka kembali selat itu menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, tetapi memperingatkan dapat menutup jalur air itu lagi jika blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.
Korban selamat serangan rudal
Setidaknya 10 pelaut Filipina di atas kapal tanker minyak yang diserang rudal Iran di Selat Hormuz telah kembali ke Filipina.
Laporan menyebutkan kapal tersebut tidak keluar melalui Selat Hormuz, tetapi menemukan cara lain untuk melarikan diri.
Dinyatakan bahwa para awak kapal sudah aman dan menerima bantuan.
Kapal mereka, kapal tanker minyak MT Aqua 1, diserang oleh rudal jelajah Iran di Teluk Persia dekat Qatar.
Awak kapal berkebangsaan Filipina yang tersisa juga dilaporkan aman dan diharapkan segera kembali ke Filipina.
Dikatakan bahwa koordinasi sedang dilakukan untuk memastikan perjalanan aman para pelaut Filipina melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz
Selat Hormuz adalah jalur air sempit yang sangat strategis antara Teluk Persia dan Teluk Oman, membentuk titik penyempitan global yang penting untuk pengiriman minyak maritim. Secara historis, ia telah menjadi rute perdagangan penting selama berabad-abad, dengan kendali diperebutkan oleh kerajaan regional dan kekuatan asing. Kini, keamanan dan kebebasan navigasinya tetap menjadi isu geopolitik yang terus-menerus bagi negara-negara sekitarnya dan dunia.
Iran
Iran, secara historis dikenal sebagai Persia, adalah negara di Asia Barat dengan salah satu peradaban besar tertua yang terus berlanjut di dunia, berasal dari kerajaan Elam pada milenium ke-4 SM. Negara ini memiliki banyak situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk ibu kota upacara kuno Persepolis dan arsitektur megah di Lapangan Naqsh-e Jahan Isfahan, yang mencerminkan pengaruh mendalamnya pada seni, sains, dan pemerintahan melalui kekaisaran seperti Achaemenid, Sassania, dan Safawi. Kini, warisan budaya Iran yang kaya terjalin dalam identitas republik Islamnya, terlihat dalam puisi, kerajinan tangan rumit, dan tradisinya yang hidup.
Qeshm
Qeshm adalah pulau terbesar Iran, terletak di Selat Hormuz yang strategis. Secara historis, ia telah menjadi pusat perdagangan dan maritim penting selama berabad-abad, dipengaruhi berbagai kekuatan termasuk Portugis, yang membangun benteng di sana pada abad ke-16. Kini, pulau ini dikenal karena daya tarik alamnya yang unik, seperti hutan bakau Hara dan Lembah Bintang, serta budaya lokalnya yang khas.
Teluk Persia
Teluk Persia adalah badan air bersejarah di Asia Barat, berperan sebagai rute perdagangan vital bagi peradaban Mesopotamia, Persia, dan Arab kuno. Kepentingan strategis dan ekonominya, terutama karena cadangan minyak dan gas yang besar, telah menjadikannya titik fokus perdagangan global dan kepentingan geopolitik selama berabad-abad. Nama “Teluk Persia” sendiri berakar dari zaman kuno, berasal dari hubungan panjang wilayah ini dengan berbagai kekaisaran Persia.
Persepolis
Persepolis adalah ibu kota upacara Kekaisaran Achaemenid, didirikan oleh Darius I sekitar 518 SM di Iran modern. Ia berfungsi sebagai kompleks megah untuk resepsi dan festival kerajaan hingga dihancurkan oleh pasukan Alexander Agung pada 330 SM. Kini, reruntuhannya yang mengesankan, termasuk tangga dan pilar monumental, adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, melambangkan puncak seni dan arsitektur Persia kuno.
Kekaisaran Achaemenid
Kekaisaran Achaemenid, didirikan oleh Cyrus Agung pada abad ke-6 SM, adalah Kekaisaran Persia pertama yang besar, membentang dari Balkan hingga Lembah Indus. Kekaisaran ini terkenal karena arsitektur monumentalnya, seperti istana di Persepolis, dan sistem administrasi inovatifnya yang mengatur berbagai bangsa melalui jaringan satrapi. Kekaisaran ini jatuh akibat penaklukan Alexander Agung pada 330 SM, meninggalkan warisan abadi bagi peradaban berikutnya.
Situs Warisan Dunia UNESCO
Situs Warisan Dunia UNESCO adalah landmark atau area yang dipilih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa karena memiliki signifikansi budaya, sejarah, ilmiah, atau alam yang luar biasa. Program ini didirikan oleh UNESCO pada 1972 melalui perjanjian internasional untuk melindungi dan melestarikan harta paling berharga umat manusia bagi generasi mendatang. Situs-situs ini, mulai dari Tembok Besar China hingga Kepulauan Galápagos, mewakili warisan global bersama.
Kerajaan Elam
Kerajaan Elam adalah serangkaian peradaban kuno yang berpusat di barat daya Iran modern, berkembang dari sekitar 2700 SM hingga 539 SM. Mereka adalah kekuatan besar di Mesopotamia, sering berinteraksi dan berkonflik dengan kekaisaran Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Asyur. Sejarah mereka ditandai oleh periode kemerdekaan dan dominasi asing yang berbeda, dengan peradaban mereka berakhir setelah penaklukan oleh Kekaisaran Persia Achaemenid.