
SITUBONDO – Kabar baik bagi warga Jawa Timur dan pengguna jalan tol! Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi yang akan menjadi salah satu rute strategis di Pulau Jawa, ditargetkan selesai pada akhir 2025. Kehadiran tol ini diharapkan mempercepat konektivitas sekaligus memberikan akses lebih cepat ke berbagai destinasi di Jawa bagian timur.
Tol sepanjang 172 kilometer ini merupakan bagian penting dari jaringan lintas selatan Jawa dan prioritas dalam program pembangunan infrastruktur nasional. Proyek ini ditangani oleh konsorsium tiga BUMN konstruksi—PP, Waskita, dan WIKA—dan kini memasuki fase konstruksi intensif untuk menyelesaikan Paket 3.
Salah satu pendorong utama percepatan proyek ini adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang menyuplai berbagai material konstruksi berkualitas tinggi. Mulai dari 88.631 m³ beton siap pakai (readymix), spun pile, tiang persegi, hingga girder, semuanya diproduksi dengan teknologi modern dan ramah lingkungan.
“Kami mengutamakan efisiensi dan kualitas dengan tetap menjaga keberlanjutan. Produk seperti Fastcrete dan Mortar Foam adalah contoh inovasi kami dalam membangun infrastruktur hijau,” ujar Direktur Operasi WSBP.
Tidak hanya mempercepat proyek, WSBP juga memberdayakan masyarakat lokal melalui Batching Plant Proban yang berlokasi di Situbondo. Fasilitas seluas 10.186 meter persegi ini dilengkapi 10 truk mixer dan alat berat modern. Selain menyuplai material berstandar tinggi, pabrik ini juga menggerakkan perekonomian lokal dengan menyerap tenaga kerja dan memanfaatkan bahan baku dalam negeri.
“Setiap proses produksi dilakukan dengan pengawasan mutu ketat. Prioritas kami adalah efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Kepala Divisi Readymix & Quarry WSBP.
WSBP juga telah memperoleh sertifikasi Indonesian Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI) yang mengakui produknya ramah lingkungan. Sertifikasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Dengan adanya tol ini, akses ke destinasi wisata seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, dan objek wisata lainnya akan menjadi jauh lebih mudah. Tidak hanya pariwisata, rute logistik dari dan menuju Banyuwangi juga akan lebih efisien, mengurangi waktu tempuh dan biaya distribusi.