Media Center menerbitkan laporan mingguan kesepuluhnya untuk tahun 2026, yang mencakup periode 7 hingga 13 Maret 2026, dan memuat berbagai aktivitas berbeda.
Dijelaskan bahwa sebagai bagian dari pelaksanaan rencana otoritas untuk meningkatkan pengawasan sektor manufaktur pangan serta perdagangan dalam dan luar negeri, Direktorat Jenderal Pengawasan Pabrik melakukan 95 kunjungan inspeksi. Kunjungan ini bertujuan menilai kepatuhan perusahaan pangan terhadap persyaratan mutu dan keamanan pangan, dan 5 perusahaan berhasil didaftarkan pekan lalu.
Kampanye Pengawasan di Perusahaan Pangan
Menurut laporan dari Direktorat Jenderal Ekspor dan Impor, jumlah pengiriman barang ekspor pangan mencapai sekitar 5.525, dengan total 275.000 ton, yang dikeluarkan oleh 1.410 perusahaan eksportir. Pengiriman ini mencakup sekitar 744 varietas produk pangan, termasuk buah-buahan, sayuran dan umbi-umbian, produk tepung dan sereal, olahan sayur dan buah, serta berbagai produk pangan lainnya.
Jumlah varietas buah yang diekspor mencapai 35, dengan total kuantitas mencapai 95.000 ton. Buah jeruk menduduki puncak daftar buah ekspor pekan lalu dengan total 75.000 ton, diikuti stroberi sekitar 15.000 ton, lalu berbagai buah lainnya total 5.000 ton.
Jumlah varietas sayuran yang diekspor mencapai 42, dengan total kuantitas 95.000 ton. Kentang menempati urutan teratas daftar sayuran Mesir yang diekspor pekan lalu dengan total 57.000 ton, diikuti bawang bombay 8.000 ton, lalu ubi jalar total 7.000 ton.
Total Negara Pengimpor dari Mesir
Total jumlah negara yang mengimpor dari Mesir pekan lalu mencapai 176. Penerima terbesar ekspor pangan Mesir termasuk Rusia, Arab Saudi, Italia, Suriah, dan Lebanon.
Terkait pelabuhan ekspor, Pelabuhan Safaga menduduki peringkat pertama dalam jumlah pengiriman pangan yang diekspor darinya pekan lalu dengan total 1.150 pengiriman, diikuti Pelabuhan Damietta total 977 pengiriman, lalu Pelabuhan Bandara Kairo total 720 pengiriman.
Dalam rangka mendukung ekspor pangan, otoritas menerbitkan 1.374 sertifikat kesehatan untuk ekspor pekan lalu, sesuai mekanisme yang disetujui, guna memastikan kesesuaian produk dengan persyaratan keamanan dan meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap ekspor Mesir.
Jumlah pengiriman pangan yang tiba di negara ini mencapai sekitar 2.009, dengan total kuantitas diperkirakan 420.000 ton, yang diimpor oleh 910 perusahaan. Varietas yang masuk termasuk gandum, berbagai minyak, gula mentah, dan kedelai. Rusia menempati puncak daftar negara pengekspor ke Mesir pekan lalu, diikuti Prancis, Brasil, Amerika, dan Indonesia, dari total 121 negara yang mengekspor produk pangan ke pasar Mesir.
Pelabuhan Alexandria tetap memegang tempat pertama dalam hal jumlah pengiriman pangan masuk, dengan total 600 pengiriman, diikuti Pelabuhan Bandara Kairo di posisi kedua total 350 pengiriman, lalu Pelabuhan Sokhna total 245 pengiriman.
Terkait proses pabean, 1.343 pengiriman pangan yang ditahan (pelepasan sementara) telah dibersihkan, sementara jumlah pengiriman yang dibersihkan di bawah sistem pelepascepat adalah 540. Dalam konteks pelaksanaan keputusan komite banding, laporan verifikasi status diterbitkan untuk 100 pengiriman. Terkait aktivitas impor, izin impor diterbitkan untuk 129 importir dalam periode yang sama.
Direktorat Jenderal Pengawasan Fasilitas Penyimpanan dan Barang Strategis melaksanakan 70 misi penahanan pekan lalu, mencakup 117 perusahaan pangan, untuk menindaklanjuti kepatuhan terhadap persyaratan dan standar internasional, memastikan pangan yang aman dan sehat sampai ke konsumen Mesir.
Selain itu, 232 pengiriman pangan masuk ditahan, bersama dengan penahanan lanjutan terhadap 21 pengiriman yang ditolak laboratorium, sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan impor pangan dan perlindungan kesehatan konsumen.
Terkait kapasitas penyimpanan dan pencegahan penumpukan pengiriman pangan di pelabuhan Mesir, otoritas mengekspor ulang 5 pengiriman yang ditolak, berkontribusi pada kelancaran arus impor dan pencapaian tingkat tertinggi perlindungan kesehatan bagi warga.
Sebagai bagian dari upaya Otoritas Keamanan Pangan Nasional untuk memantau barang strategis dan memastikan keamanan serta mutunya, direktorat melakukan sejumlah kunjungan inspeksi ke pabrik penggilingan beras dan fasilitas roti, termasuk 7 toko roti kota, 3 toko roti wisata, dan 2 toko roti bergaya asing. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap persyaratan yang disetujui.