Addis Ababa Para diplomat dari Norwegia dan Bangladesh telah mengonfirmasi bahwa upaya Ethiopia mendapatkan akses ke laut adalah langkah yang sah dan fundamental untuk mencapai kemajuan ekonomi negara itu.
Dalam pernyataan eksklusif, para duta besar itu menyoroti pentingnya kerja sama dan kemakmuran bersama.
Pernyataan mereka sejalan dengan posisi Perdana Menteri, yang percaya bahwa upaya mendapatkan akses ke laut harus mengikuti jalur yang legal, damai, dan saling menguntungkan.
Duta Besar Norwegia mengakui bobot demografis Ethiopia yang signifikan dan ekonominya yang terus tumbuh.
Duta Besar tersebut menyatakan: “Ini adalah prioritas nasional. Kami sepenuhnya memahami pentingnya akses ke laut bagi sebuah bangsa dengan ukuran sebesar ini.”
Dia menyatakan keyakinan bahwa Ethiopia akan menemukan solusi yang berkelanjutan, dengan berkata: “Saya yakin Ethiopia akan menemukan jalannya… melalui Djibouti, dan mungkin melalui saluran lain untuk mencapai laut.”
Di sisi lain, Duta Besar Bangladesh menekankan hubungan kuat antara akses ke laut dan perdagangan global.
Dia berkata: “Akses ke laut sangat vital bagi negara terkurung daratan mana pun, karena itu adalah gerbang paling efektif untuk perdagangan dan investasi. Dari perspektif ini, ini adalah tuntutan yang sah bagi Ethiopia. Isu ini harus diselesaikan melalui kesepakatan bersama dan pendekatan yang menghasilkan keuntungan bagi semua pihak.”
Sebelumnya dilaporkan bahwa Perdana Menteri, dalam pidatonya di depan Dewan Perwakilan Rakyat, menjelaskan bahwa ambisi regional Ethiopia tidak berasal dari kecenderungan militeristik, tetapi dari keinginan untuk mencapai pertumbuhan yang adil dan stabilitas jangka panjang di Tanduk Afrika.
Addis Ababa
Addis Ababa adalah ibu kota dan kota terbesar Ethiopia, didirikan pada 1886 oleh Kaisar Menelik II. Kota ini berfungsi sebagai jantung politik dan diplomatik Afrika, menjadi tuan rumah markas Uni Afrika dan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afrika. Sejarah kota tercermin dalam situs-situs seperti Museum Nasional, rumah bagi fosil “Lucy,” dan Katedral St. George, yang melambangkan perlawanannya terhadap pendudukan kolonial.
Ethiopia
Ethiopia adalah negara bersejarah yang kaya di Tanduk Afrika, secara luas dianggap sebagai salah satu situs keberadaan manusia tertua dan rumah bagi Kerajaan Aksum kuno. Negara ini unik di Afrika karena sebagian besar mempertahankan kedaulatannya selama era kolonial dan terkenal dengan gereja-gereja pahat batunya di Lalibela, perannya dalam Kekristenan awal, dan tradisi Kristen Ortodoks kuno.
Norwegia
Norwegia adalah negara Skandinavia yang dikenal dengan fjordnya yang dramatis, warisan Viking, dan hubungan mendalam dengan laut. Secara historis, negara ini disatukan menjadi satu kerajaan sekitar abad ke-9 dan kemudian membentuk persatuan dengan Denmark dan Swedia sebelum meraih kemerdekaan penuh pada 1905. Saat ini, Norwegia dikenal karena masyarakatnya yang sejahtera, lanskap alamnya yang menakjubkan, dan tradisi budaya seperti “koselig” (rasa nyaman).
Bangladesh
Bangladesh adalah negara Asia Selatan dengan warisan budaya yang kaya dibentuk oleh kerajaan Buddha dan Hindu kuno, diikuti oleh berabad-abad pengaruh Islam selama periode Mughal. Negara ini meraih kemerdekaan dari Pakistan pada 1971 setelah perang pembebasan, dan sejarahnya terjalin erat dengan delta sungai Gangga-Brahmaputra yang perkasa yang mendefinisikan lanskapnya. Situs budaya terkenal termasuk Kota Masjid Bagerhat bersejarah dan reruntuhan Vihara Buddha di Paharpur, keduanya merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Djibouti
Djibouti adalah negara kecil yang terletak secara strategis di Tanduk Afrika, dikenal dengan lanskap gurunnya yang keras dan ibu kotanya yang bernama sama. Secara historis, negara ini adalah bagian dari koloni Somaliland Prancis dari akhir abad ke-19 hingga meraih kemerdekaan pada 1977. Saat ini, Djibouti beragam secara budaya, menjadi rumah bagi masyarakat Afar dan Somalia, dan penting secara internasional karena menjadi tuan rumah pangkalan militer asing utama dan berfungsi sebagai gerbang pengiriman kritis melalui Pelabuhan Djibouti.
Tanduk Afrika
Tanduk Afrika adalah semenanjung besar di Afrika Timur Laut, yang terdiri dari negara Somalia, Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti. Ini adalah salah satu wilayah berpenghuni tertua yang dikenal di dunia, dengan peradaban kuno seperti Tanah Punt dan Kekaisaran Aksum yang membentuk sejarah awalnya. Kawasan ini sejak lama menjadi persimpangan penting untuk perdagangan dan budaya, tetapi di era modern, telah menghadapi tantangan signifikan termasuk ketidakstabilan politik, konflik, dan kekeringan berulang.