Zamalek dan Al Masry, yang mewakili sepak bola Mesir di Piala Konfederasi CAF, menghadapi dua pertandingan sulit di babak kelima fase grup.

Kedua tim yang bersaing di Grup Empat akan bertanding lusa, pada hari Minggu. Zamalek akan berkunjung ke markas Zesco United di Zambia, sementara Al Masry menuju Afrika Selatan untuk menghadapi Kaizer Chiefs.

Absensi Hantam Zamalek Sebelum Hadapi Zesco

Flu menyerang barisan Zamalek, menyebabkan absennya beberapa pemain kunci yang tidak ikut terbang ke Zambia.

Disebutkan bahwa gelandang serang Abdullah Al-Saeed berada di puncak daftar pemain yang absen untuk pertandingan tersebut.

Ditambahkan: “Abdullah Al-Saeed menderita flu dan demam tinggi, yang membuat staf teknis mengecualikannya dari skuat yang terbang untuk pertandingan.”

Dilanjutkan: “Pemain asal Brasil, Juan Pereira, akan absen dari skuat karena cedera kaki yang dideritanya, yang juga membuatnya melewatkan pertandingan liga melawan Ismaily.”

Dibocorkan bahwa penyerang Angola, Chico Banza, dan penyerang Tunisia, Seifeddine Jaziri, juga terus absen karena flu, sementara Omar Gaber juga masih absen karena cedera lutut.

Zamalek memimpin klasemen Grup Empat dengan delapan poin, unggul satu poin dari Al Masry dan Kaizer Chiefs.

Kemenangan Zamalek atas Zesco, yang berada di posisi juru kunci tanpa poin, akan menjamin tiket mereka ke perempat final, tetapi hasil lain dapat mempersulit posisi mereka di grup.

Al Masry Hadapi Tantangan Berat Melawan Kaizer Chiefs

Al Masry akan menghadapi tantangan berat melawan Kaizer Chiefs, membutuhkan setidaknya satu poin untuk menjaga harapan lolos ke perempat final tetap hidup.

Zamalek

Zamalek adalah distrik permukiman mewah yang terletak di Pulau Gezira, Sungai Nil, di pusat Kairo. Secara historis, kawasan ini dikembangkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di era Khedive Ismail, dengan banyak vila elegan dan jalanan rindang yang mencerminkan masa lalunya sebagai kawasan eksklusif bagi diplomat asing dan elite Mesir. Saat ini, Zamalek dikenal dengan tempat-tempat budayanya seperti Gedung Opera Kairo, galeri seni, kafe-kafe mewah, dan atmosfer tenangnya di tengah hiruk-pikuk kota.

Al Masry

“Al Masry” bukanlah sebuah situs sejarah atau budaya spesifik yang diakui secara luas. Dalam bahasa Arab, artinya adalah “Sang Mesir,” dan nama ini umum digunakan sebagai nama klub olahraga Mesir (seperti Al Ahly, yang nama lengkapnya adalah **Al-Nadi Al-Ahly Al-Masry**), bisnis, atau outlet media. Oleh karena itu, istilah ini tidak merujuk pada satu tempat dengan sejarah tunggal, melainkan pada identitas Mesir secara umum atau institusi yang menggunakan nama tersebut.

Piala Konfederasi CAF

Piala Konfederasi CAF adalah kompetisi klub sepak bola kontinental tahunan tingkat kedua yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), pertama kali diluncurkan pada 2004. Kompetisi ini terutama menampilkan klub yang memenangkan kompetisi piala domestik mereka atau finis sebagai runner-up di liga nasional, berfungsi sebagai setara Liga Eropa UEFA di Afrika. Turnamen ini dibuat dari penggabungan Piala CAF dan Piala Winners Afrika, membentuk kompetisi terpadu untuk klub yang berada tepat di bawah level elit Liga Champions benua itu.

Zesco United

Zesco United adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Ndola, Zambia, didirikan pada 1974 oleh karyawan Zambia Electricity Supply Corporation (ZESCO). Ini adalah salah satu klub paling sukses di negara itu, telah memenangkan beberapa gelar Liga Super Zambia dan piala domestik. Klub ini memiliki sejarah kuat dalam mengembangkan bakat lokal dan secara rutin berkompetisi di turnamen kontinental seperti Liga Champions CAF.

Kaizer Chiefs

Kaizer Chiefs adalah klub sepak bola profesional terkenal asal Afrika Selatan yang berbasis di Johannesburg, didirikan pada 1970 oleh mantan pemain Kaizer Motaung. Ini adalah salah satu tim paling sukses dan populer di negara itu, dengan sejarah kaya memenangkan banyak gelar liga dan piala domestik. Klub ini adalah institusi budaya utama, dengan basis penggemar yang penuh gairah, yang dikenal sebagai “Amakhosi,” membentuk bagian sentral dari identitas olahraga Afrika Selatan.

Ismaily

Ismaily adalah sebuah kota di timur laut Mesir, didirikan pada 1863 selama pembangunan Terusan Suez. Kota ini berfungsi sebagai markas untuk Perusahaan Terusan Suez dan dinamai menurut Khedive Ismail Pasha, penguasa Mesir dan Sudan pada waktu itu. Kota ini dikenal dengan arsitektur bergaya Eropa yang khas dan lokasinya di sepanjang Kanal air tawar, yang memisahkannya dari Terusan Suez utama.

Zambia

Zambia adalah negara pedalaman di Afrika selatan yang dikenal dengan wilayah liar yang luas dan Air Terjun Victoria yang spektakuler, salah satu air terjun terbesar di dunia. Secara historis, wilayah ini adalah rumah bagi masyarakat penutur bahasa Bantu kuno dan kemudian menjadi protektorat Inggris bernama Rhodesia Utara sebelum meraih kemerdekaan pada 1964. Budayanya berakar kuat pada upacara tradisional, musik, dan warisan kelompok etnisnya yang beragam.

Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah negara yang terletak di ujung selatan benua Afrika, terkenal dengan lanskapnya yang beragam, satwa liar, dan masyarakat multikulturalnya yang sering digambarkan sebagai “Bangsa Pelangi.” Sejarah modernnya sangat dibentuk oleh kolonialisme dan era apartheid, sebuah sistem segregasi rasial yang dilembagakan yang berakhir pada 1994 dengan terpilihnya Nelson Mandela, mengawali era demokrasi baru. Negara ini adalah rumah bagi situs budaya dan sejarah penting, termasuk Pulau Robben, Cradle of Humankind (situs Warisan Dunia UNESCO untuk bukti fosil evolusi manusia), dan banyak taman nasional seperti Kruger.