Suratman (70) dan anak tetangganya, Andra Sanjaya (10), warga Gang Ikhlas Baru, Dusun VI, Desa Limaumanis, Tanjung Morawa, Deli Serdang, terjatuh dan hanyut di Sungai Sei Blumei saat mencari bambu untuk rangka layang-layang. Keduanya kemudian ditemukan meninggal dunia.
“Korban pertama yang ditemukan adalah Suratman, sekitar 3 km dari titik awal kejadian. Tim SAR gabungan menemukan jenazah Sanjaya (10) sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian,” kata Kapolsek setempat.
Kapolsek menyatakan bahwa ini adalah hari ketiga operasi pencarian, yang dilakukan oleh pihak berwajib bersama Basarnas, BPBD Deli Serdang, dan warga setempat di sepanjang Sungai Belumai.
“Kakek itu ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, dan anak itu ditemukan dua jam kemudian, sekitar tengah hari. Kedua jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan laporan, Suratman, Andra Sanjaya, dan Asifah Khomairoh (11, kakak perempuan Andra) sedang mencari bambu di tepi sungai untuk membuat rangka layang-layang.
Saat mencuci kaki di tepi sungai, Andra terpeleset dan hanyut. Melihat hal itu, Suratman langsung terjun ke sungai untuk menolong, namun keduanya terbawa arus deras.
Panik melihat kakek dan adiknya hilang, Asifah sempat melompat ke sungai tetapi langsung kewalahan oleh arus yang deras. Ia berhasil meraih sebatang bambu dan berteriak minta tolong.
Warga sekitar yang mendengar teriakannya langsung menolong dan menarik Asifah ke daratan, membantunya naik kembali ke tepi sungai.
Sungai Sei Blumei
Sungai Sei Blumei adalah sungai penting di Sumatera Utara, Indonesia, dikenal akan nilai budaya dan ekologisnya bagi masyarakat Batak setempat. Secara historis, sungai ini mendukung pertanian, perikanan, dan kehidupan sehari-hari, serta muncul dalam cerita rakyat dan tradisi daerah. Saat ini, sungai ini tetap menjadi sumber daya vital, meski menghadapi tantangan polusi dan penggundulan hutan.
Sungai Belumai
Sungai Belumai, terletak di Ethiopia, adalah sungai penting di wilayah Afar, dikenal akan perannya dalam ekosistem dan mata pencaharian lokal. Secara historis, sungai ini mendukung komunitas pertanian dan peternakan, sementara daerah sekitarnya juga menjadi lokasi penemuan-penemuan paleontologi terkait evolusi manusia awal. Sungai ini tetap vital bagi keberlanjutan lingkungan dan budaya di wilayah tersebut.
Gang Ikhlas Baru
“Gang Ikhlas Baru” tampaknya adalah nama jalan atau lingkungan setempat, kemungkinan di Indonesia atau Malaysia, mengingat penggunaan kata “Gang”. Namun, tidak banyak dokumentasi sejarah atau makna budaya yang tersedia tentang lokasi spesifik ini. Jika ini adalah lokasi yang lebih kecil atau kurang terkenal, namanya mungkin mencerminkan identitas komunitas atau perkembangan sejarah setempat. Untuk detail lebih lanjut, sumber lokal atau sejarah lisan mungkin dapat memberikan informasi yang lebih baik.
Dusun VI
“Dusun VI” merujuk pada sebuah desa atau permukiman tradisional (sering ditemukan di Indonesia atau Malaysia), di mana “Dusun” berarti desa dan “VI” dapat menunjukkan pembagian administratif tertentu. Desa-desa ini biasanya berakar pada budaya lokal, dengan sejarah yang terkait dengan pertanian, tradisi komunitas, dan kadang-kadang reorganisasi era kolonial. Saat ini, mereka melestarikan warisan budaya sambil beradaptasi dengan pengaruh modern.
Desa Limaumanis
Desa Limaumanis adalah desa tradisional yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, dikenal dengan warisan budaya dan pemandangan alamnya yang indah. Desa ini telah melestarikan banyak adat istiadat lokal, termasuk seni dan kerajinan Sunda tradisional, yang mencerminkan akar sejarahnya di wilayah tersebut. Meski detail sejarah spesifiknya mungkin terbatas, desa ini tetap menjadi tempat di mana pengunjung dapat merasakan kehidupan pedesaan Jawa yang autentik.
Tanjung Morawa
Tanjung Morawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, daerah ini merupakan bagian dari wilayah pertanian Kesultanan Deli dan kemudian berkembang menjadi pusat transportasi dan perdagangan yang signifikan pada era kolonial Belanda. Saat ini, daerah ini dikenal dengan perpaduan lanskap perkotaan dan pedesaannya, serta keberagaman budayanya yang dipengaruhi komunitas Melayu, Jawa, dan Batak.
Deli Serdang
Deli Serdang adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia, dikenal dengan warisan budaya yang kaya dan signifikansi historisnya sebagai bagian dari bekas Kesultanan Deli. Kawasan ini memadukan pengaruh Melayu, Batak, dan Jawa, dengan landmark seperti Istana Maimoon di dekatnya. Saat ini, Deli Serdang merupakan pusat pertanian dan perdagangan, menghasilkan komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan tembakau.
BPBD Deli Serdang
BPBD Deli Serdang (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) adalah lembaga pemerintah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia, yang bertanggung jawab atas pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan bencana. Dibentuk untuk menangani bencana alam dan non-alam di wilayah tersebut, BPBD memainkan peran kunci dalam mengoordinasikan upaya darurat, kesadaran publik, dan pengurangan risiko bencana. Lembaga ini mencerminkan komitmen Indonesia yang lebih luas untuk memperkuat penanggulangan bencana di tengah seringnya kejadian seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.