Kasus hukum yang melibatkan Pandji Pragiwaksono terkait pertunjukan Mens Rea memicu kekhawatiran akan dampak negatif terhadap industri stand-up comedy di Indonesia. Banyak yang bertanya-tanya, apakah setelah ini komikan akan takut menyampaikan kritik tajam atau membawa isu-isu sensitif ke atas panggung.

Pandji Pragiwaksono akhirnya angkat bicara soal nasib industri yang mengangkat namanya itu. Ia tampak optimis kasus ini tidak akan membungkam keberanian rekan-rekan seprofesinya.

“Saya kira tidak, karena para stand-up comedian itu posisinya persis seperti saya. Waktu kita naik panggung, itu adalah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep untuk membuat orang tertawa,” kata Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya.

Menurutnya, setiap komikan memahami risiko dari profesinya. Ia menegaskan, panggung komedi adalah ruang ekspresi yang bertujuan menangkap realitas sosial melalui kacamata humor.

“Jadi tidak ada alasan untuk khawatir karena dari awal, niat semua orang, termasuk saya, adalah menghibur masyarakat Indonesia. Sesuatu yang saya rasa sangat dibutuhkan saat ini,” tegasnya.

Komikan berusia 46 tahun itu juga mengingatkan bahwa komikan harus siap memberikan penjelasan dan berdialog jika karyanya dipertanyakan.

“Tentu selalu ada kemungkinan salah paham, tapi kami siap atau sedang mempersiapkan diri untuk berdialog,” ujarnya.

Senada dengan Pandji, kuasa hukumnya berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi masa depan kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Ini akan menjadi preseden yang baik, akan menjadi modal yang baik untuk institusi kepolisian, untuk para stand-up comedian, dan untuk kita semua secara luas,” pernyataan perwakilan hukum tersebut.

Persoalan hukum ini bermula dari peluncuran pertunjukan tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea yang ditayangkan di platform Netflix. Sejumlah pihak, termasuk kelompok yang mengatasnamakan organisasi keagamaan, melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya karena keberatan dengan beberapa materi komedinya.

Mens Rea

“Mens Rea” bukanlah nama tempat atau situs budaya, melainkan istilah hukum dari bahasa Latin yang berarti “pikiran bersalah”. Ini adalah prinsip dasar dalam hukum pidana, merujuk pada keadaan mental atau niat yang harus dimiliki seseorang saat melakukan suatu perbuatan agar dapat dianggap sebagai kejahatan. Sejarahnya berasal dari hukum umum Inggris dan telah menjadi landasan sistem hukum Barat selama berabad-abad, menekankan bahwa pertanggungjawaban pidana memerlukan baik tindakan salah (*actus reus*) maupun keadaan pikiran yang dapat disalahkan.

Netflix

Netflix adalah layanan streaming global yang didirikan pada 1997 sebagai perusahaan penyewaan DVD melalui pos di Amerika Serikat. Layanan ini merevolusi hiburan rumahan dengan mempelopori model berlangganan dan beralih ke streaming online pada 2007, yang mengantarkannya pada statusnya saat ini sebagai produsen dan distributor film serta serial orisinal terkemuka di dunia.

Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya (Kepolisian Daerah Metro Jaya) adalah komando Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertanggung jawab untuk wilayah ibu kota Jakarta dan kota-kota penyangganya. Secara resmi dibentuk pada 1967 dan memiliki signifikansi historis dalam menjaga ketertiban di pusat politik dan ekonomi bangsa, sering memainkan peran sentral selama peristiwa nasional besar dan periode perubahan sosial.