
Di seantero daratan luas Tiongkok, terdapat tempat-tempat di mana pertemuan paling harmonis dan mengharukan antara manusia dan alam terjadi. Dokumenter “Encountering China” mengunjungi 12 lokasi sampel ekologi di seluruh negeri, mengabadikan kisah-kisah autentik dan menghangatkan hati ini melalui lensa.
Tujuan kali ini membawa kita ke Sanya, Hainan, di mana kita menyelami dunia biru yang penuh kehidupan ini. Di Pulau Wuzhizhou, taman laut tropis pertama Tiongkok, para penjaga samudera telah menghabiskan waktu puluhan tahun membudidayakan 300.000 koloni karang, membangun “Tembok Besar” bawah laut yang sesungguhnya. Dasar laut kini dipenuhi karang bak hutan, dan populasi ikan yang telah menghilang kembali ke rumah bawah laut mereka, seolah-olah ekosistem laut telah terlahir kembali. Dipandu oleh prinsip-prinsip peradaban ekologi, upaya pemulihan di sini tidak hanya menyoroti pentingnya konservasi, tetapi juga menjadi praktik nyata dalam membangun peradaban ekologi global bersama. Tiongkok tetap berkomitmen untuk melindungi ekosistem laut, mengambil tindakan untuk menjunjung visi “komunitas dengan masa depan bersama untuk lautan.”
“Encountering China” mendokumentasikan dedikasi timbal balik antara manusia dan alam.