Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Rajab, terutama yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, adalah memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.

Seperti diketahui, Isra Mi’raj pada 27 Rajab 1447 Hijriah diperingati pada hari Jumat, 16 Januari 2026.

Namun, sebagian memaknai malam 27 Rajab dimulai lebih awal, yaitu pada malam Kamis menjelang Jumat, 15 Januari 2026, sehingga waktu peringatannya dipahami berbeda-beda.

Meski demikian, perbedaan dalam menentukan waktu ini tidak mengurangi makna Rajab sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Telah dijelaskan mengenai keutamaan doa pada malam 27 Rajab.

“Barangsiapa membaca doa ini pada malam 27 Rajab kemudian memohon kepada Allah (untuk mengabulkan) hajatnya, niscaya hajatnya akan dipenuhi dengan izin Allah,” sebagaimana disebutkan.

Doa yang dimaksud dibaca khusus pada malam 27 Rajab sebagai bentuk pengharapan agar hajat dimudahkan. Lafal doanya adalah:

اللَهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi‘i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.

Artinya: “Ya Allah, demi kebesaran penyaksian rahasia para pecinta, dan demi kemuliaan khalwat yang Engkau khususkan untuk penghulu para rasul, saat Engkau memperjalankannya pada malam ke-27, sungguh aku memohon kepada-Mu agar mengasihani hatiku yang sedih dan mengabulkan doa-doaku, Wahai Yang Maha Pemurah dari semua yang murah hati.”

Dalam sebuah penjelasan yang merujuk pendapat ulama, disebutkan bahwa doa ini memiliki keutamaan besar bagi siapa saja yang mengamalkannya pada tanggal 27 Rajab.

“Disebutkan, barangsiapa membacanya pada tanggal 27 Rajab kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, niscaya Dia akan mengabulkan semua kebutuhannya, memudahkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati manusia mulai mati.”

Selain memperbanyak doa, momen Isra Mi’raj juga dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memperdalam pemahaman tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Membaca dan mempelajari sejarah Rasulullah dianggap dapat menumbuhkan kecintaan dan memperkuat kedekatan spiritual umat kepada Nabi, sejalan dengan semangat peringatan Isra Mi’raj yang kaya akan makna keimanan dan keteladanan.

Isra Mi’raj

Isra dan Mi’raj merujuk pada keyakinan Islam tentang perjalanan malam Nabi Muhammad secara ajaib dari Mekah ke Yerusalem (Isra) dan kemudian naik melalui langit (Mi’raj). Peristiwa ini, yang diyakini terjadi sekitar tahun 621 M, diperingati setiap tahun pada tanggal 27 Rajab dan menandai momen penting dalam teologi Islam, termasuk perintah untuk shalat lima waktu. Meski bukan situs fisik, tujuan perjalanan di Yerusalem secara tradisional dikaitkan dengan lokasi Kubah Batu (Dome of the Rock) dan Masjid Al-Aqsa.

Rajab

“Rajab” bukan merujuk pada tempat atau situs budaya tertentu. Ini adalah nama bulan ketujuh dalam kalender Hijriah (bulan Islam), yang dianggap sebagai salah satu dari empat bulan haram. Secara historis, ini adalah waktu yang dikaitkan dengan perdamaian, refleksi, dan bagi banyak Muslim, peringatan seperti Isra’ dan Mi’raj (perjalanan malam dan kenaikan Nabi Muhammad).

Allah SWT

“Allah SWT” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan istilah dalam bahasa Arab untuk Tuhan dalam Islam, yang berarti “Tuhan Yang Maha Esa”. “SWT” adalah singkatan penghormatan untuk “Subhanahu Wa Ta’ala” (Mahasuci dan Mahatinggi Dia). Ini adalah entitas ilahi sentral dan tunggal dalam teologi Islam, dengan sejarah yang berakar pada tradisi Abrahamik sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta, yang diwahyukan melalui Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad pada abad ke-7 M.

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad (SAW) bukanlah sebuah tempat atau situs budaya, melainkan nabi terakhir dalam Islam. Beliau lahir di Mekah sekitar tahun 570 M dan menerima wahyu pertama Al-Qur’an pada usia 40 tahun, mendirikan agama Islam. Kehidupan, ajaran (Sunnah), dan hijrahnya dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M adalah pusat dari keimanan dan sejarah Islam.

27 Rajab 1447 Hijriah

“27 Rajab 1447 Hijriah” bukanlah tempat atau situs budaya tertentu, melainkan sebuah tanggal dalam kalender Islam. Tanggal ini bertepatan dengan sekitar **4 Februari 2026** dalam kalender Masehi. Dalam tradisi Islam, Rajab adalah bulan haram, dan tanggal 27 Rajab secara luas diperingati sebagai **Laylat al-Mi’raj**, memperingati Perjalanan Malam dan Kenaikan Nabi Muhammad ke langit.

Jumat, 16 Januari 2026

Maaf, tetapi “Jumat, 16 Januari 2026” bukanlah sebuah tempat atau situs budaya; ini adalah tanggal spesifik di masa depan. Oleh karena itu, saya tidak dapat memberikan ringkasan tentangnya. Jika Anda memiliki lokasi atau landmark tertentu dalam pikiran, silakan beri namanya, dan saya akan dengan senang hati meringkasnya untuk Anda.

Malam Kamis menjelang Jumat, 15 Januari 2026

Tanggal “Malam Kamis menjelang Jumat, 15 Januari 2026” tidak merujuk pada tempat atau situs budaya tertentu. Ini adalah tanggal di masa depan dalam kalender Masehi, yang hanya terkenal karena menjadi bagian dari akhir pekan Hari Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat pada tahun itu. Tanpa lokasi spesifik, tidak ada sejarah atau ringkasan budaya yang terkait dengan tanggal itu sendiri.

Penghulu para rasul

“Penghulu para rasul” adalah gelar kehormatan dalam Islam, merujuk kepada Nabi Muhammad, yang dianggap sebagai nabi terakhir dan terbesar yang diutus oleh Allah. Gelar ini mencerminkan perannya dalam menyampaikan pesan Al-Qur’an dan mendirikan agama Islam di Jazirah Arab pada abad ke-7 Masehi.