Petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, resah dan mengeluh karena harga gabah kering panen (GKP) yang dibeli tengkulak dan Bulog jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500/kg.
Harga gabah yang baru saja dipanen petani hanya dibeli tengkulak seharga Rp 6.250-Rp 6.350/kg. Sementara itu, Bulog membeli dengan harga sedikit lebih tinggi, namun tetap di bawah HPP. Padahal, menurut aturan, gabah petani tidak boleh dibeli di bawah HPP.
Seorang petani dari Desa Pematang Cermai, Tanjung Beringin, Sergai, mengatakan bahwa gabah yang dipanen menggunakan mesin perontok sabit atau combine dijual ke Bulog seharga Rp 6.350/kg, sedangkan ke tengkulak hanya Rp 6.250.
Sementara itu, untuk gabah yang dipanen dengan cara tradisional (odong-odong), Bulog membelinya seharga Rp 6.450/kg, dan tengkulak membayar Rp 6.400.
“Dengan harga seperti ini, kami jelas kecewa. Modal mengelola sawah hingga panen bisa mencapai Rp 600.000-Rp 800.000 per rante. Belum lagi harga pupuk urea dan phonska bersubsidi yang bisa mencapai Rp 140.000-Rp 160.000 per karung,” kata petani di kawasan persawahan Desa Pematang Cermai itu.
Keluhan serupa disampaikan petani dari Desa Nagur, Tanjung Beringin. Ia mengakui gabah hasil panennya juga hanya dihargai Rp 6.250/kg.
“Padahal Presiden sudah menetapkan harga gabah Rp 6.500. Kenapa di Sumatera Utara berbeda dengan daerah lain? Apakah harga gabah tidak berlaku sama di seluruh Indonesia?” ujarnya dengan nada kecewa.
Petani berharap pemerintah segera menstabilkan harga gabah sesuai HPP, sekaligus memberikan subsidi tambahan untuk pupuk dan pestisida agar biaya produksi tidak semakin membebani petani.
“Kami hanya ingin harga gabah sesuai standar agar tidak terus merugi,” tegasnya.
Menurut peraturan, pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pihak yang tidak menaati kebijakan HPP gabah kering panen dari petani sebesar Rp 6.500/kg. Sanksi tersebut mencakup pencabutan izin usaha untuk penggilingan, baik perusahaan pangan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara atau Perum Bulog.
Penerapan HPP Rp 6.500 per kg ini bertujuan memberikan harga yang adil dan melindungi kesejahteraan petani agar tidak terdampak anjloknya harga gabah.
Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten Serdang Bedagai adalah wilayah administratif di pesisir timur Sumatera Utara, Indonesia, yang secara resmi dibentuk pada tahun 2003 dari pemekaran bekas Kabupaten Deli Serdang. Secara historis, namanya berasal dari Kesultanan Serdang, sebuah kerajaan Melayu yang berdiri pada abad ke-18. Kabupaten ini dikenal dengan hasil pertaniannya, khususnya kelapa sawit dan karet, serta memiliki garis pantai dengan komunitas nelayan yang signifikan.
Sumatera Utara
Sumatera Utara adalah sebuah provinsi di pulau Sumatera, Indonesia, yang paling terkenal sebagai tempat Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk dari letusan gunung berapi super lebih dari 74.000 tahun yang lalu. Wilayah ini juga merupakan pusat budaya penting bagi masyarakat Batak, yang tradisi khas, arsitektur unik, dan kerajaan-kerajaan historisnya telah membentuk identitasnya selama berabad-abad.
Bulog
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Bulog” karena sepertinya ini bukan merujuk ke tempat atau situs budaya yang dikenal luas. Mungkin ini adalah lokasi lokal atau kurang dikenal, atau penulisannya berbeda. Untuk ringkasan yang akurat, harap verifikasi nama yang benar atau berikan konteks lebih lanjut.
Desa Pematang Cermai
Desa Pematang Cermai adalah desa tradisional yang terletak di provinsi Riau, Indonesia, dikenal karena warisan budayanya dan kaitannya dengan komunitas Melayu setempat. Meskipun catatan sejarah spesifiknya terbatas, desa ini mewakili permukiman pedesaan daerah yang bertahan, menjaga cara hidup tradisional dan adat istiadat lokal.
Tanjung Beringin
Tanjung Beringin adalah desa pesisir dan kawasan pantai yang indah yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera, Indonesia. Secara historis, namanya, yang berarti “Tanjung Beringin,” berasal dari pohon Beringin yang asli daerah tersebut. Saat ini, tempat ini dikenal dengan pantai pasir hitamnya yang cantik, spot berselancar, dan atmosfer tradisional yang santai.
Desa Nagur
Saya tidak dapat memberikan ringkasan spesifik untuk “Desa Nagur” karena ini adalah nama tempat umum yang ditemukan di beberapa negara, termasuk India, Indonesia, dan Nigeria. Untuk memberikan ringkasan historis yang akurat, saya membutuhkan detail lebih spesifik tentang lokasinya. Secara umum, desa-desa seperti ini adalah komunitas pedesaan tradisional dengan sejarah yang terkait dengan pertanian lokal, kerajinan tangan, dan praktik budaya masyarakat setempat.
Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara dengan lebih dari 17.000 pulau yang memiliki sejarah kaya yang dibentuk oleh kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha yang kuat, penyebaran Islam, dan kolonialisme Eropa, terutama oleh Belanda. Ini adalah bangsa yang beragam secara budaya, rumah bagi ratusan kelompok etnis dan bahasa, dan terkenal dengan tradisi, seni, dan landmark alamnya yang hidup seperti candi Borobudur dan Prambanan. Negara ini meraih kemerdekaannya pada tahun 1945 dan kini merupakan negara dengan populasi terpadat keempat di dunia.