Flynas, maskapai penerbangan bertarif rendah terkemuka di dunia dan pertama di Timur Tengah, mengumumkan pembukaan kembali rute penerbangan langsung antara Jeddah dan Kuwait mulai 1 November mendatang. Langkah ini memperluas jaringan rutenya yang terus tumbuh sebagai bagian dari rencana ekspansi, di bawah slogan “Menghubungkan Dunia dengan Kerajaan” dan sejalan dengan tujuan nasional di sektor penerbangan dan pariwisata.

Pada 1 November, Flynas akan mulai mengoperasikan tiga penerbangan mingguan antara Bandara Internasional Kuwait dan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Rute ini akan menambah frekuensi penerbangan Flynas antara Arab Saudi dan Kuwait menjadi 10 penerbangan per minggu, karena saat ini maskapai sudah mengoperasikan penerbangan harian antara Riyadh dan Kuwait. Hal ini sejalan dengan Strategi Penerbangan Sipil Nasional untuk mendukung maskapai nasional berkontribusi menghubungkan Kerajaan dengan 250 destinasi internasional, melayani 330 juta penumpang, dan menerima 150 juta wisatawan per tahun pada 2030, serta selaras dengan tujuan Program Pelayanan Tamu Allah untuk mempermudah akses ke Dua Kota Suci.

Pembukaan kembali penerbangan Flynas antara Kuwait dan Jeddah diharapkan dapat meningkatkan perjalanan bisnis dan wisata antara kedua negara bersaudara serta mendukung tujuan nasional di sektor pariwisata dan penerbangan sesuai Visi 2030.

Flynas, maskapai bertarif rendah terkemuka dunia dan pertama di Timur Tengah, serta maskapai pertama yang tercatat di pasar utama Saudi (Tadawul), mengoperasikan 139 rute ke lebih dari 70 destinasi domestik dan internasional di 30 negara, dengan lebih dari 2000 penerbangan mingguan. Maskapai ini telah mengangkut lebih dari 80 juta penumpang sejak diluncurkan pada 2007. Flynas menargetkan 165 destinasi domestik dan internasional sebagai bagian dari rencana pertumbuhan dan ekspansinya, serta selaras dengan tujuan Saudi Vision 2030.

Tiket dapat dipesan melalui semua saluran pemesanan: situs web www.flynas.com, aplikasi seluler Flynas, pusat panggilan (920001234) yang tersedia sepanjang minggu, atau melalui agen perjalanan.

Bandara Internasional King Abdulaziz

Bandara Internasional King Abdulaziz, terletak di Jeddah, Arab Saudi, adalah gerbang internasional utama yang dinamai menurut pendiri kerajaan. Bandara ini resmi dibuka pada 1981 untuk melayani jemaah yang bepergian ke kota suci Mekah dan Madinah. Sejak itu, bandara mengalami perluasan signifikan, termasuk terminal baru yang dirancang khusus untuk jemaah Haji, guna mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara di wilayah tersebut.

Bandara Internasional Kuwait

Bandara Internasional Kuwait adalah bandara internasional utama Kuwait, yang awalnya dibuka pada tahun 1920-an sebagai landasan pacu untuk Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Bandara ini mengalami perluasan dan modernisasi signifikan pada akhir abad ke-20, yang paling menonjol adalah pembangunan terminal utamanya yang ikonik. Terminal ini dirancang oleh arsitek kenamaan Kenzo Tange dan dibuka pada 1980.

Dua Kota Suci

Dua Kota Suci merujuk pada Masjidil Haram di Mekah, yang menjadi tempat Ka’bah (situs tersuci Islam), dan Masjid Nabawi (Al-Masjid an-Nabawi) di Madinah. Sejarahnya sangat terkait dengan awal mula Islam, di mana yang pertama menjadi situs ziarah sejak zaman Nabi Ibrahim dan yang kedua dibangun oleh Nabi Muhammad sendiri pada tahun 622 Masehi. Situs-situs ini adalah titik fokus ibadah Haji tahunan dan telah terus diperluas selama berabad-abad untuk menampung jutaan jemaah.