Semester baru semakin dekat.
Untuk memastikan awal tahun ajaran yang aman dan lancar bagi guru serta siswa di cuaca panas,
ruang kelas di sekolah dasar, menengah negeri, dan taman kanak-kanak di Chengdu
telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC).
Baru-baru ini,
Dinas Pendidikan Chengdu, bersama dengan
Komisi Kesehatan Kota, Biro Meteorologi Kota, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota,
telah membuat pengaturan untuk pencegahan dan pengendalian
penyakit menular umum serta heat stroke (sengatan panas)
sebelum dan setelah dimulainya semester musim gugur.
Untuk sekolah menengah atas yang saat ini sedang melaksanakan pelatihan militer, Dinas Pendidikan Chengdu mewajibkan pembentukan mekanisme respons peringatan suhu tinggi. Ketika suhu mencapai 35°C atau lebih, pelatihan di luar ruangan harus ditangguhkan dan diganti dengan pengetahuan militer dasar atau mata pelajaran lain yang dapat dilakukan di dalam ruangan. Dalam hal peringatan panas berstatus merah, kegiatan pelatihan militer harus segera dihentikan. Selama pelatihan militer, sekolah harus memantau informasi cuaca dari instansi meteorologi, menyesuaikan dan mengoptimalkan jadwal pelatihan berdasarkan kondisi cuaca, memperkuat pencegahan dan penanganan heat stroke, serta memastikan layanan seperti pasokan air minum, makanan bergizi, mandi, dan istirahat bagi siswa, sekaligus meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap siswa.
Pada saat yang sama, untuk pelajaran olahraga dan kegiatan olahraga luar ruangan di awal semester, Dinas Pendidikan Chengdu mewajibkan sekolah untuk membuat pengaturan yang wajar berdasarkan kondisi cuaca, menghindari aktivitas berat selama periode suhu tinggi. Pengaturan olahraga di awal semester harus berfokus pada latihan adaptif dan pemulihan. Dalam kasus suhu tinggi, sekolah dapat menyesuaikan rencana dan konten pengajaran secara fleksibel. Jika kegiatan olahraga luar ruangan diperlukan, kegiatan harus dilakukan di area teduh dengan durasi yang dipersingkat dan istirahat yang lebih sering. Ketika suhu 35°C atau lebih, kegiatan olahraga luar ruangan di lingkungan sekolah harus ditangguhkan dan dapat disesuaikan untuk dilakukan di dalam ruangan di area dengan ventilasi baik dan suhu yang sesuai.
Selain itu, dari 25 Agustus hingga 31 Agustus, sekolah akan melaksanakan kampanye kesehatan patriotik yang berfokus pada pencegahan dan pemberantasan nyamuk, melakukan perbaikan menyeluruh terhadap lingkungan sekolah. Setelah semester dimulai, sekolah harus memantau kesehatan harian guru, staf, dan siswa, melacak ketidakhadiran dan cuti, serta menerapkan sistem pencegahan kesehatan seperti pemeriksaan pagi dan sore (malam), pendaftaran dan pelacakan penyebab ketidakhadiran karena sakit, dan pelaporan penyakit menular. Guru, staf, dan siswa harus bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri. Jika merasa tidak enak badan, segera cari pertolongan medis dan hindari bekerja atau bersekolah dalam keadaan sakit.
Panduan Pencegahan Heat Stroke (Sengatan Panas)
Heat stroke adalah jenis penyakit terkait panas yang paling berbahaya. Bagaimana mengenali heat stroke?
Demam tinggi: suhu tubuh melebihi 40°C (dahi atau ketiak terasa sepanas kompor);
Tidak sadarkan diri: kebingungan, kejang, mengigau, atau bahkan tidak responsif;
Tidak berkeringat: kulit kering, merah tanpa keringat (mekanisme pendinginan tubuh gagal!);
Catatan: Mereka yang baru saja terkena flu atau diare lebih rentan! Saat kekebalan tubuh rendah, hindari kelelahan berlebihan di bawah sinar matahari.
Pertolongan Pertama Heat Stroke—30 Menit Emas!
Jembatan keledai: Pindah, Rendam, Usap, Panggil, Turunkan;
Pindah: segera pindahkan ke area teduh dan lepaskan pakaian berlebih;
Rendam: metode pendinginan tercepat! Rendam dalam air dingin (2-20°C), dengan permukaan air di atas dada; tidak ada bak? Gunakan handuk basah untuk membungkus tubuh dan tiup dengan kipas angin;
Usap: gunakan es atau air dingin untuk mengusap leher, ketiak, dan selangkangan (area dengan pembuluh darah besar);
Panggil: secara bersamaan hubungi 120 dan minta bantuan orang dewasa;
Turunkan: pantau suhu terus-menerus, targetkan untuk menurunkannya di bawah 39°C dalam waktu 30 menit;
Hindari: mengonsumsi obat penurun demam atau menggunakan gosokan alkohol (dapat memperburuk kondisi!).
Gejala apa yang mengindikasikan heat stroke/penyakit panas?
Di lingkungan bersuhu tinggi (>32°C), empat gejala berikut adalah indikator kuat akan terjadinya heat stroke/penyakit panas.
Panas: merasa sangat panas (terbakar dari dalam);
Pusing: kelelahan ekstrem, berjalan tidak stabil;
Pingsan: pusing, sakit kepala, kebingungan, kejang/konvulsi;
Kacau: wajah pucat, jantung berdebar, sesak napas.