Pertunjukan kembang api “Yokohama Night Flowers” akan digelar pada 31 Desember di Dermaga Osanbashi (Kaigan-dori, Naka-ku, Yokohama) dan Dermaga Shinko.

Peluncuran kembang api yang biasanya digelar pada tengah malam di Malam Tahun Baru, tahun ini diubah menjadi pertunjukan selama 5 menit yang dimulai pukul 19:00, dengan mempertimbangkan keamanan terkait kerumunan dan kebisingan larut malam.

Kembang api “Yokohama Night Flowers” berdurasi pendek, yang digelar sepanjang tahun, telah dikembangkan sebagai daya tarik wisata malam yang selaras dengan pemandangan pelabuhan sejak 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Komite Eksekutif Yokohama Night Flowers, yang dibentuk dalam rangka menyambut Pameran Hortikultura Internasional 2027 “GREEN×EXPO 2027”.

Komite eksekutif menyampaikan, “Area di dekat lokasi peluncuran mungkin akan ramai. Karena kembang api dapat dilihat dari area yang luas, kami menyarankan untuk menikmatinya dari tempat yang kurang ramai, fasilitas komersial dan restoran terdekat dengan pemandangan, atau dari kapal pesiar di atas air.”

Peluncuran tambahan dijadwalkan untuk Tahun Baru pada: 24 Januari di Dermaga Shinko, 31 Januari di Dermaga Osanbashi, 7 Februari di Dermaga Shinko, 14 Februari di Dermaga Shinko, 21 Februari di Dermaga Osanbashi, 28 Februari di Dermaga Osanbashi, dan 21 Maret di Dermaga Osanbashi.

Dermaga Osanbashi

Dermaga Osanbashi adalah terminal kapal penumpang internasional utama di Yokohama, Jepang, awalnya dibangun pada 1894 dan kemudian dibangun kembali. Struktur ikoniknya saat ini, yang menampilkan dek kayu bergelombang dan taman atap berumput, selesai pada 2002. Dermaga ini adalah gerbang bersejarah ke kota dan ruang publik populer yang menawarkan pemandangan panorama kawasan tepi air Yokohama.

Dermaga Shinko

Dermaga Shinko adalah dermaga bersejarah di Yokohama, Jepang, awalnya dibangun pada 1896 untuk berfungsi sebagai pelabuhan dagang internasional utama. Saat ini, telah dikembangkan kembali menjadi distrik tepi air populer yang menampilkan taman, belanja, dan restoran, sambil mempertahankan beberapa gudang bata merah aslinya yang mencerminkan masa lalu industrinya.

Yokohama Night Flowers

“Yokohama Night Flowers” bukanlah situs sejarah spesifik, melainkan istilah puitis yang sering digunakan untuk menggambarkan distrik kehidupan malam dan hiburan yang semarak, khususnya area bekas Kannai dan Yamate, yang berkembang di Yokohama setelah pelabuhan dibuka untuk perdagangan internasional pada 1859. Ini menggambarkan citra modernisasi awal kota, di mana pengaruh Barat bercampur dengan budaya Jepang di kafe, bar, dan teaternya, menciptakan atmosfer malam yang unik dan glamor.

Pameran Hortikultura Internasional

Pameran Hortikultura Internasional adalah pameran global sementara berskala besar yang disahkan oleh International Association of Horticultural Producers (AIPH) yang memamerkan kemajuan dalam berkebun, lansekap, dan florikultura. Biasanya diadakan setiap beberapa tahun di kota tuan rumah yang berbeda, setiap edisi memiliki tema unik yang berfokus pada pembangunan hijau dan sering meninggalkan warisan abadi, seperti taman publik. Misalnya, pameran 1999 di Kunming, Tiongkok, membantu membangun reputasinya sebagai “Kota Musim Semi Abadi” dan secara signifikan meningkatkan profil internasionalnya.

GREEN×EXPO 2027

“GREEN×EXPO 2027” adalah pameran hortikultura internasional mendatang (Expo 2027) yang dijadwalkan diadakan di Yokohama, Jepang. Ini bertujuan untuk memamerkan teknologi hijau inovatif dan solusi perkotaan berkelanjutan dengan tema “Memelihara Kehijauan, Memelihara Kehidupan.” Acara ini melanjutkan sejarah Jepang dalam menyelenggarakan pameran besar, seperti Expo 2005 Aichi, untuk mempromosikan kesadaran dan kerja sama lingkungan global.

Komite Eksekutif Yokohama Night Flowers

Komite Eksekutif Yokohama Night Flowers bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan organisasi yang bertanggung jawab atas acara “Yokohama Night Flowers”. Acara ini adalah festival pencahayaan modern yang diadakan di Yokohama, Jepang, biasanya di musim dingin, yang mengubah area seperti Minato Mirai dengan tampilan cahaya yang rumit. Sejarahnya baru-baru ini, dimulai pada abad ke-21, sebagai bagian dari strategi kota untuk meningkatkan pariwisata musim dingin dan menciptakan ruang publik yang hidup.