Pemimpin dari lebih 20 negara menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai yang digelar di Tiongkok. Pesan apa yang ingin disampaikan Tiongkok melalui KTT ini dan rangkaian diplomasi dengan para pemimpin dunia dalam beberapa hari ke depan?
Dalam pidato penutupannya di KTT, Presiden Xi Jinping menyatakan, “Kami menentang unilateralisme.”
Sepanjang KTT, pesan Tiongkok secara konsisten mencerminkan kesadaran kuat terhadap penekanan pemerintahan Trump pada “America First” dan proteksionisme.
Meski KTT berakhir hari ini, diplomasi Tiongkok dengan para pemimpin dunia akan berlanjut besok dan seterusnya.
Pertemuan lain antara Presiden Xi dan Presiden Putin diperkirakan terjadi besok, dan pertemuan dengan Ketua Kim Jong Un, yang akan menghadiri parade militer lusa, juga diantisipasi.
Tiongkok, dengan mempertimbangkan potensi konfrontasi berkepanjangan dengan Amerika Serikat, bertujuan memperkuat solidaritas dengan negara-negara ini untuk mengimbangi AS.
Organisasi Kerja Sama Shanghai
Organisasi Kerja Sama Shanghai (OKS/SCO) adalah aliansi politik, ekonomi, dan keamanan Eurasia yang didirikan pada 2001 oleh para pemimpin Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Organisasi ini berkembang dari mekanisme “Shanghai Five” yang dibentuk pada 1996 untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dan membangun kepercayaan pasca pembubaran Uni Soviet. Kini, OKS adalah salah satu organisasi regional terbesar di dunia yang berfokus pada keamanan bersama dan kerja sama ekonomi.
Tiongkok
Tiongkok adalah negara dengan salah satu peradaban tertua dan terus berlanjut di dunia, yang berasal dari lebih empat milenium. Sejarah panjangnya ditandai dengan rangkaian dinasti kuat dan pengembangan tradisi filosofis berpengaruh seperti Konfusianisme. Kini, Tiongkok adalah negara modern yang melestarikan sejumlah besar situs budaya, termasuk Tembok Besar dan Kota Terlarang, yang menjadi monumen bagi masa lalu kekaisarannya.
Pemerintahan Trump
Pemerintahan Trump merujuk pada cabang eksekutif AS di bawah Presiden Donald J. Trump dari 2017 hingga 2021. Masa kepresidenan ini dikenal tidak konvensional secara historis, ditandai dengan agenda populis “America First”, reformasi pajak signifikan, dan pergeseran diplomatik besar dalam perdagangan dan kebijakan luar negeri. Masa jabatannya juga ditandai polarisasi politik tinggi dan berakhir dengan kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.
America First
“America First” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan slogan dan pendekatan kebijakan politik. Istilah ini digunakan di berbagai titik dalam sejarah AS, paling terkenal sebagai sikap kebijakan luar negeri isolasionis sebelum Perang Dunia II dan baru-baru ini sebagai tema utama suatu pemerintahan presiden. Frasa ini menganjurkan prioritas kepentingan Amerika dalam hal ekonomi dan diplomatik.
Presiden Xi Jinping
“Presiden Xi Jinping” merujuk pada pemimpin Republik Rakyat Tiongkok, bukan tempat atau situs budaya. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok sejak 2012 dan sebagai Presiden Tiongkok sejak 2013, memainkan peran sentral dalam tata kelola dan arah kebijakan kontemporer negara tersebut.
Presiden Putin
“Presiden Putin” merujuk pada Vladimir Putin, seorang pemimpin politik, bukan tempat atau situs budaya. Ia telah menjabat sebagai Presiden atau Perdana Menteri Rusia sejak 1999, suatu periode yang ditandai dengan kekuasaan terpusat dan peristiwa geopolitik signifikan. Kepemimpinannya telah membentuk kebijakan domestik dan hubungan internasional Rusia modern secara mendalam.
Ketua Kim Jong Un
“Ketua Kim Jong Un” adalah gelar untuk pemimpin Korea Utara, bukan tempat atau situs budaya. Ia adalah generasi ketiga keluarganya yang memerintah negara tersebut, setelah mengambil alih kekuasaan pada 2011 menyusul kematian ayahnya, Kim Jong Il. Kepemimpinannya melanjutkan ideologi negara Juche (swadaya) dan pengembangan program senjata nuklirnya.
Amerika Serikat
Amerika Serikat adalah republik federal yang didirikan pada 1776 setelah menyatakan kemerdekaan dari Britania Raya. Sejarahnya ditandai ekspansi ke barat, perang saudara atas perbudakan, dan kemunculannya sebagai negara adidaya global pada abad ke-20. Secara budaya, AS adalah bangsa imigran yang beragam, dikenal karena pengaruh globalnya yang signifikan dalam media, teknologi, dan ide-ide demokrasi.