Bandung –
Kota Bandung tercabik oleh kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu. Kekacauan itu meninggalkan banyak pemandangan tidak biasa, terutama di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat di Jalan Diponegoro, yang menjadi pusat aksi massa.
Di sana, banyak sampah masih berserakan, disertai coretan vandalisme dan pagar tembok yang menghitam akibat pembakaran. Sisa-sisa kerusuhan inilah yang kemudian coba dipulihkan oleh para driver ojek online.
Dengan peralatan sederhana seperti sapu, ember, pengki, cat, dan kuas, mereka bergerak serempak. Sebagian menyapu dan membersihkan trotoar, sementara yang lain sibuk mengecat ulang pagar dan dinding bangunan yang masih bernoda.
“Ini aksi solidaritas untuk membersihkan kota kita. Ini bentuk cinta kami pada Kota Bandung,” ujar salah seorang driver saat diwawancarai di tengah aksi gotong royong membersihkan area sekitar Gedung DPRD Jabar.
Sejak pagi, mereka tak berhenti bekerja. Coretan vandalisme yang mengotori dinding dewan ditimpa cat putih. Sedikit demi sedikit, jejak kerusakan yang menjadi saksi kerusuhan massa mulai menghilang, tergantikan warna yang lebih segar.
“Yang kami lakukan sejak pagi ini bersih-bersih, ngecat dinding luar gedung dewan. Membersihkan coretan-coretan vandal, pelan-pelan kami bersihkan,” ujar driver tersebut.
Dia mengungkapkan, aksi ini berawal dari obrolan sederhana di grup komunikasi internal para driver. Dari ide spontan, mereka pun bergerak bersama turun langsung membersihkan sisa-sisa kerusuhan. “Kami lakukan di sini dulu, nanti kalau ada fasilitas umum lain yang rusak akan kami coba perbaiki,” katanya.
Namun bagi driver tersebut, gerakan ini bukan sekadar membersihkan jalan atau tembok yang kotor. Lebih dari itu, ada pesan moral yang ingin mereka sampaikan. Dia berharap tidak terjadi lagi kekacauan di Kota Bandung.
“Bandung harus tetap kondusif. Anggota dewan, kalau ada aksi-aksi, ditanggapi ya. Sebenarnya Bandung selalu kondusif, tidak pernah ada aksi anarkis,” tegasnya.