Depok – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, memberikan tanggapan terkait kondisi sepi Pasar Rakyat Jabar Juara di kawasan Sawangan yang ramai diperbincangkan publik. Menurutnya, momen ini justru bisa menjadi titik awal transformasi besar pasar yang dikelola Pemerintah Kota Depok tersebut.

Dalam unggahan pribadi di media sosial, Ade Supriyatna menyebutkan bahwa ide dari seorang warganet yang mengusulkan transformasi pasar menjadi pusat kuliner modern seperti Blok M District layak dipertimbangkan secara serius.

“Ini adalah ide yang konkret dan realistis. Pasar Jabar Juara harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Mengubahnya menjadi food court atau pusat aktivitas bisnis bisa menjadi solusi untuk menghidupkan kembali kawasan ini,” kata Ade.

Ade mengakui sebagian besar kios pasar masih tutup. Namun, ia mencatat tren pengunjung sudah mulai meningkat sejak tersedia akses transportasi umum, seperti rute TransJakarta D41 (Sawangan–Lebak Bulus) dan bus Damri ke bandara.

“Banyak warga yang datang karena sekarang sudah ada transportasi umum. Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pasar butuh desain yang lebih nyaman dan menarik agar warga betah datang,” tegasnya.

Ade menekankan perlunya sinergi lintas dinas untuk mewujudkan transformasi ini. Menurutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Perhubungan harus duduk bersama merumuskan konsep dan strategi terbaik.

“Kami di DPRD mendorong Pemkot Depok untuk benar-benar mengoptimalkan potensi pasar ini. Jika dikelola dengan baik, Pasar Jabar Juara bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat dan penggerak ekonomi lokal,” tegasnya.

komentar

Pasar Rakyat Jabar Juara

Pasar Rakyat Jabar Juara adalah pasar umum modern yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Pasar ini didirikan sebagai inisiatif pemerintah untuk merevitalisasi pasar tradisional dan menyediakan ruang berdagang yang bersih, teratur, dan higienis bagi pedagang lokal dan masyarakat.

Blok M District

Blok M District adalah pusat komersial dan hiburan yang ramai di Jakarta Selatan, Indonesia, yang mulai terkenal pada tahun 1970-an dan 1980-an sebagai kawasan pengembangan modern. Kawasan ini dikenal secara historis sebagai pusat perbelanjaan, kehidupan malam yang dinamis, dan sebagai terminal utama jaringan bus kota. Area ini tetap menjadi tujuan populer bagi warga lokal dan pengunjung yang mencari tempat berbelanja, kuliner, dan hiburan.